Portal Berita Ekonomi Senin, 20 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:43 WIB. Ekspor - Gema Grahasara bidik peluang segmen ekspor. 
  • 21:42 WIB. Batubara - United Tractors targetkan kenaikan produksi batubara di tahun 2019.
  • 21:42 WIB. Debit - Saat lebaran, transaksi kartu debit diprediksi akan meningkat.
  • 21:41 WIB. Saham - Warren Buffet kuasai US$861 juta saham Amazon.
  • 21:40 WIB. Subsidi - Realisasi subsidi April 2019 turun 13,70% menjadi Rp37,95 triliun. 
  • 19:14 WIB. Kebakaran - Kebakaran Plaza Kalibata sudah dalam penanganan petugas. 
  • 19:13 WIB. Industri - Industri makanan dan minuman siap saji tetap ekpansif di tahun 2019. 
  • 19:12 WIB. Akuntansi - Radana Finance siap implementasikan standar akuntansi PSAK 71.
  • 19:12 WIB. Alumunium - Harga alumunium berpotensi menguat di tengah polemik perang dagang. 
  • 17:23 WIB. Infrastruktur - Menhub cek kesiapan penerapan one way dari Cikarang hingga Brebes. 
  • 17:21 WIB. Finansial - BCA naikkan pencadangan pembiayaan BCA Finance 1,7%.
  • 17:21 WIB. Batubara - PTBA jual batubara kalori tinggi 526.000 ton hingga April 2019.
  • 17:20 WIB. Pajak - Sri Mulyani: Gerakan boikot bayar banyak penolakan.
  • 17:18 WIB. Hijab - Produsen hijab Marbi rilis produk hijab anti tembem baru.

APBN Defisit 0,68%, Pemerintah Siapkan Strategi Pamungkas

APBN Defisit 0,68%, Pemerintah Siapkan Strategi Pamungkas - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pemerintah Indonesia menerapkan beberapa strategi pamungkas guna menutupi defisit anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) dari sisi pembiayaan.

Langkah yang ditempuh, yakni menerapkan frontloading pada penerbitan surat berharga negara (SBN) secara terukur dengan memanfaatkan likuiditas awal tahun dan tingginya minat investor, serta mengantisipasi kewajiban utang jatuh tempo yang cukup besar pada Maret hingga Mei 2019.

"Hal ini telah turut mendukung tercapainya target SBN bruto yang ditetapkan pada APBN 2019 selama triwulan I," kata Nufransa Wira Sakti, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan dalam siaran pers di Jakarta.

Dia menambahkan, "Hingga akhir triwulan I, posisi utang pemerintah berada pada 30,12% terhadap PDB, yang masih lebih rendah dari batas maksimum sebesar 60% sebagaimana Undang-undang Keuangan Negara nomor 17 tahun 2003."

Baca Juga: Defisit APBN Naik Jadi Rp54,61 Triliun, Apa Kata Pemerintah?

Asal tahu saja, realisasi defisit APBN mencapai 0,63% terhadap produk domestik bruto (PDB). Sementara keseimbangan primer tercatat sebesar negatif Rp31,4 triliun.

Defisit APBN yang dinilai cukup terkendali ini didasarkan dari pendapatan negara yang tumbuh sebesar 5,0% (yoy) dan belanja negara yang juga tumbuh sebesar 7,7% (yoy).

Pertumbuhan pendapatan negara ini didukung oleh realisasi penerimaan pajak yang telah mencapai 15,78% dari target atau mampu tumbuh sebesar 1,82% (yoy) dan realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai yang tumbuh cukup signifikan sebesar 73,04% (yoy).

Selain didukung penerimaan perpajakan, pendapatan negara juga bersumber dari realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP), yang antara lain didukung oleh realisasi penerimaan sumber daya alam (SDA) non-migas mencapai Rp8,23 triliun, meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama di 2018 sebesar Rp8,11 triliun.

Sementara angka pertumbuhan realisasi belanja negara di atas lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang tumbuh 4,9% (yoy). Realisasi tersebut meliputi belanja pemerintah pusat (BPP) sebesar Rp260,74 triliun (15,96% dari pagu APBN) dan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sebesar Rp191,33 triliun (23,14% dari pagu APBN).

Baca Juga: Ke Mana Arah APBN 2019? Berikut Penjelasan Bu Menkeu

Tag: Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Kementerian Keuangan (Kemenkeu)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,877.91 3,838.59
British Pound GBP 1.00 18,596.48 18,410.88
China Yuan CNY 1.00 2,111.71 2,090.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,541.00 14,397.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,030.38 9,923.85
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,852.45 1,834.08
Dolar Singapura SGD 1.00 10,592.99 10,486.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,253.93 16,091.53
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,487.05 3,449.21
Yen Jepang JPY 100.00 13,229.92 13,095.32

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5826.868 -68.870 633
2 Agriculture 1361.882 7.481 21
3 Mining 1598.997 5.603 47
4 Basic Industry and Chemicals 690.248 -7.582 71
5 Miscellanous Industry 1172.940 -12.924 46
6 Consumer Goods 2346.553 -28.106 52
7 Cons., Property & Real Estate 429.151 -1.563 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1057.675 -16.951 74
9 Finance 1163.676 -20.827 90
10 Trade & Service 782.534 -2.899 156
No Code Prev Close Change %
1 IIKP 50 65 15 30.00
2 JAST 368 460 92 25.00
3 POSA 370 462 92 24.86
4 APEX 700 840 140 20.00
5 TMPO 156 184 28 17.95
6 SAPX 710 835 125 17.61
7 GOLD 476 555 79 16.60
8 ABMM 1,425 1,650 225 15.79
9 MBTO 121 137 16 13.22
10 AMFG 4,600 5,200 600 13.04
No Code Prev Close Change %
1 SKBM 380 300 -80 -21.05
2 YPAS 660 525 -135 -20.45
3 KKGI 218 185 -33 -15.14
4 GHON 1,400 1,200 -200 -14.29
5 SOCI 226 195 -31 -13.72
6 RDTX 7,000 6,175 -825 -11.79
7 LTLS 675 600 -75 -11.11
8 MYTX 73 65 -8 -10.96
9 TNCA 292 260 -32 -10.96
10 MASA 515 460 -55 -10.68
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,860 3,790 -70 -1.81
2 MNCN 890 920 30 3.37
3 BPTR 92 100 8 8.70
4 POSA 370 462 92 24.86
5 BBCA 26,400 25,900 -500 -1.89
6 TLKM 3,600 3,510 -90 -2.50
7 WAPO 89 83 -6 -6.74
8 BMRI 7,350 7,075 -275 -3.74
9 BBNI 8,175 8,100 -75 -0.92
10 UNTR 24,850 24,825 -25 -0.10