Portal Berita Ekonomi Kamis, 04 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:09 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,11% terhadap Yuan pada level 7,12 CNY/USD.
  • 17:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,44% pada level 6.354.
  • 17:03 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,17% pada level 24.366.
  • 17:02 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,25% pada level 2.707.
  • 17:01 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,36% pada level 22.695.
  • 17:00 WIB. Bursa Indeks Shanghai ditutup negatif 0,14% pada level 2.919.
  • 16:59 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,19% pada level 2.151.

Di Asia Pasifik, Malware Semakin Parah Serang Penambangan Kripto

Di Asia Pasifik, Malware Semakin Parah Serang Penambangan Kripto
WE Online, Jakarta -

Microsoft Asia menyatakan bahwa meningkatnya pamor cryptocurrency seperti bitcoin membuat pelaku kejahatan siber mencari keuntungan secara ilegal ke malware yang memungkinkan mereka menggunakan komputer korban untuk menambang koin cryptocurrency.

Pendekatan ini memungkinkan mereka meningkatkan kekuatan pemrosesan ratusan ribu komputer. Bahkan, ketika infeksi kecil ditemukan, sifat anonim cryptocurrency mempersulit upaya pelacakan oleh pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Security Intelligence Report (SIR) Asia Pasifik edisi 24 yang dikeluarkan Microsoft menemukan, antara Januari hingga Desember 2018, tingkat serangan malware pada penambangan cryptocurrency di Asia Pasifik hampir 1,2 kali (17%) lebih tinggi daripada rata-rata global. Di Indonesia, tercatat tingkat pertemuan lebih tinggi sebanyak 157% dari rata-rata wilayah tersebut. Laporan itu juga menemukan bahwa tingkat serangan sejalan dengan nilai cryptocurrency yang fluktuatif.

Baca Juga: Hati-hati! Peretas Sebarkan Malware Lewat Film Populer

Banyak faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan popularitas serangan malware pada penambangan cryptocurrency. Tidak seperti ransomware, penambangan cryptocurrency tidak memerlukan pengguna untuk memasukan data serangan ransomware yang bekerja di belakang layar.

Sementara pengguna justru melakukan hal lain atau tidak menggunakan komputer, juga mungkin tidak terdeteksi sampai memang benar-benar menurunkan kinerja komputer.

Akibatnya, pengguna cenderung tidak mengambil tindakan apa pun untuk menghilangkan ancaman, dan mungkin akan terus menambang cryptocurrency--yang tanpa diketahui olehnya--untuk kepentingan penyerang dalam jangka waktu yang lama.

Penggerak lain dari tren ini adalah ketersediaan produk off the shelf untuk penambangan ilegal cryptocurrency. Kemungkinan serangan cukup tinggi karena kemampuan dari perangkat lunak penambangan koin, yang dikemas ulang oleh para kriminal siber sebagai malware untuk dikirimkan ke komputer tanpa dicurigai penggunanya.

Para penambang ilegal tersebut kemudian menginfeksi para korban menggunakan banyak teknik yang sama yang digunakan penyerang untuk menyampaikan ancaman lain, seperti rekayasa sosial, eksploitasi, dan unduhan drive-by.

Baca Juga: Asia Pasifik Masih Jadi Incaran Penjahat Siber

Baca Juga

Tag: Malware, Keamanan Siber, Microsoft Corporation

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Rosmayanti

Foto: Unsplash

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,792.68 3,753.94
British Pound GBP 1.00 17,847.46 17,668.46
China Yuan CNY 1.00 1,997.28 1,977.21
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,235.83 14,094.18
Dolar Australia AUD 1.00 9,818.45 9,717.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,836.79 1,818.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,167.72 10,060.80
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,974.02 15,809.44
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,336.26 3,296.88
Yen Jepang JPY 100.00 13,072.39 12,938.75
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4916.704 -24.302 693
2 Agriculture 1003.733 6.008 22
3 Mining 1269.161 -12.889 49
4 Basic Industry and Chemicals 761.610 -6.134 78
5 Miscellanous Industry 863.716 -13.173 52
6 Consumer Goods 1822.498 -15.789 58
7 Cons., Property & Real Estate 337.177 4.167 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 902.810 2.821 78
9 Finance 1022.924 -4.415 93
10 Trade & Service 608.678 -5.629 173
No Code Prev Close Change %
1 TECH 160 216 56 35.00
2 KBLV 382 470 88 23.04
3 NOBU 635 770 135 21.26
4 MASA 372 450 78 20.97
5 BOLT 665 800 135 20.30
6 BRNA 1,000 1,200 200 20.00
7 ASRM 1,685 1,985 300 17.80
8 MLPT 705 820 115 16.31
9 POLU 700 800 100 14.29
10 ZINC 148 168 20 13.51
No Code Prev Close Change %
1 DIVA 1,145 1,065 -80 -6.99
2 VICO 101 94 -7 -6.93
3 BYAN 14,450 13,450 -1,000 -6.92
4 KBLM 318 296 -22 -6.92
5 BIKA 188 175 -13 -6.91
6 NATO 464 432 -32 -6.90
7 NICK 348 324 -24 -6.90
8 SINI 725 675 -50 -6.90
9 GTBO 87 81 -6 -6.90
10 HRME 131 122 -9 -6.87
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,100 3,060 -40 -1.29
2 PURA 75 77 2 2.67
3 BBCA 28,900 28,950 50 0.17
4 PGAS 970 955 -15 -1.55
5 TLKM 3,290 3,300 10 0.30
6 BBTN 1,010 975 -35 -3.47
7 WSKT 665 705 40 6.02
8 BMRI 4,860 4,730 -130 -2.67
9 BBNI 4,130 4,140 10 0.24
10 TKIM 4,750 4,850 100 2.11