Portal Berita Ekonomi Minggu, 26 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:23 WIB. Asuransi - Traveloka meluncurkan produk asuransi perlindungan rumah selama momen Lebaran 2019.
  • 23:20 WIB. Hoax - Kemenkominfo mencatat ada sebanyak 30 berita hoax selama momen ricuh 22 Mei.

OJK: Kinerja Intermediasi Keuangan Terjaga di Triwulan I 2019

OJK: Kinerja Intermediasi Keuangan Terjaga di Triwulan I 2019 - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memandang bahwa stabilitas sistem keuangan terutama sektor jasa keuangan masih terjaga pada triwulan I 2019, dengan baik yang didukung oleh tingkat permodalan dan likuiditas Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang memadai.

Selain itu, OJK juga menilai kinerja intermediasi keuangan masih solid dengan pertumbuhan kredit perbankan masih pada level dua digit dan didukung dengan profll risiko yang terjaga pada level yang rendah.

"Per Februari kredit perbankan tumbuh 12 13% yoy (Desember 2018: 11 82% yoy) dengan rasio NonPerformmg Loan (NPL) gross perbankan sebesar 2.59% (Desember 2018: 237%)," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso di Jakarta, Kemarin.

Baca Juga: Aman, KSSK Sebut Sistem Keuangan Kuartal I-2019 Ama

Wimboh mengatakan, pertumbuhan kredit perbankan ini didorong oleh kredlt produktif yaitu kredit investasi yang tumbuh mencapai 13.96% dan kredit modal kerja yang tumbuh mencapai 12.75%. Selain itu, penyaluran kredit perbankan ini didorong oleh 4 sektor yang pertumbuhan kreditnya lebih tinggi dari rata-rata industri yaitu sektor pertambangan; listrik, gas dan air; konstruksi; dan transportasi.

"Sedangkan pembiayaan dari lembaga pembiayaan per Februari 2019 masih tumbuh positif mencapai 4.61% yoy (Desember 2018 5.17% yoy) dengan Non Performing Financing (NPF) perusahaan pembiayaan per Februari 2019 yang relatif terjaga sebesar 2.70%," tukasnya.

Di pasar modal, Pada triwulan I 2019, investor nonresiden mencatatkan net buy di pasar saham dan pasar SBN, masing-masing sebesar Rp12,13 triliun dan Rp73,87 triliun seiring dengan meredanya tekanan dari pasar keuangan global. Sementara itu. penghimpunan dana di Pasar Modal mencapai Rp28.34 triliun. 

Baca Juga: Akhir Maret 2019, Penerimaan Pajak Baru 15%

Wimboh menuturkan, kinerja intermediasi yang positif tersebut didukung oleh tingkat permodalan lembaga jasa keuangan yang tinggi dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan per Februari 2019 berada pada level 23 86% (Desember 2018 22.97%).

Sedangkan Risk-Based Capital (RBC) untuk asuransi umum dan asuransi jiwa masing-masing sebesar 316% (Desember 2018. 332%) dan 442% (Desember 2018: 441%).

"Indikator likuiditas perbankan per Februari juga masih pada tingkat yang manageable dengan rasio AL/DPK tercatat mencapai 22,33% (Desember 2018: 21,89%). AL/NCD sebesar 107,25% (Desember 2018' 102,52%) dan LCR tercatat sebesar 218,45% (Desember 2018. 190,53%) masih dibatas threshold-nya," tuturnya.

Baca Juga: Ekonomi Asia Timur dan Pasifik Diproyeksi Melambat Hingga 202

Lebih lanjut, dalam menjaga resiliensi lembaga keuangan nasional dalam menghadapi downside risk perlambatan ekonomi globaL, OJK terus meningkatkan kapasitas pelaku di Industri keuangan, baik dari sisi permodalan maupun manajemen risikonya.

"Sementara itu, dalam menjaga momentum pertumbuhan, OJK akan terus meningkatkan peran sektor jasa keuangan untuk menyediakan pembiayaan bagi pembangunan khususnya melalui pengembangan pasar modal baik dari Sisi supply maupun demand," kata Wimboh.

Selain itu, OJK juga akan terus membuka akses keuangan seluas-luasnya bagi UMKM dan masyarakat di daerah pedesaan dan daerah terpencil, diantaranya melalui perluasan pemanfaatan teknologi keuangan, penyaluran KUR dengan skema kluster dan pendirian Bank Wakaf Mikro.

Tag: Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Kumairoh

Foto: Fajar Sulaiman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,873.11 3,833.79
British Pound GBP 1.00 18,390.47 18,203.81
China Yuan CNY 1.00 2,105.00 2,084.12
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,523.00 14,379.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,001.99 9,895.63
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,850.58 1,832.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,523.91 10,415.79
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,239.62 16,077.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,466.11 3,429.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,250.91 13,115.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6057.353 24.657 633
2 Agriculture 1373.110 2.580 21
3 Mining 1637.715 -11.489 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.150 -0.477 71
5 Miscellanous Industry 1249.820 10.190 46
6 Consumer Goods 2391.895 9.088 52
7 Cons., Property & Real Estate 446.447 1.873 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1120.346 19.080 74
9 Finance 1223.772 6.088 90
10 Trade & Service 792.573 -3.999 156
No Code Prev Close Change %
1 BMSR 86 116 30 34.88
2 PTSN 835 1,040 205 24.55
3 KONI 214 264 50 23.36
4 KOIN 204 242 38 18.63
5 AKPI 450 530 80 17.78
6 HDFA 112 131 19 16.96
7 TRIM 147 170 23 15.65
8 KOBX 161 180 19 11.80
9 POLY 89 98 9 10.11
10 ANDI 1,670 1,820 150 8.98
No Code Prev Close Change %
1 TAXI 90 59 -31 -34.44
2 CNTX 590 458 -132 -22.37
3 GOLD 530 420 -110 -20.75
4 BRAM 8,225 6,600 -1,625 -19.76
5 DUTI 4,600 3,750 -850 -18.48
6 CANI 193 160 -33 -17.10
7 SKBM 450 376 -74 -16.44
8 MKNT 116 97 -19 -16.38
9 FIRE 10,375 8,925 -1,450 -13.98
10 MBTO 139 122 -17 -12.23
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,030 1,055 25 2.43
2 BBRI 3,850 3,850 0 0.00
3 TLKM 3,660 3,750 90 2.46
4 SOCI 196 210 14 7.14
5 BMRI 7,575 7,700 125 1.65
6 JPFA 1,400 1,425 25 1.79
7 FREN 266 284 18 6.77
8 TARA 765 785 20 2.61
9 BBCA 28,025 28,050 25 0.09
10 ERAA 1,105 1,145 40 3.62