Portal Berita Ekonomi Senin, 01 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Mahfud MD Tak Percaya Ada Kecurangan Terstruktur dI Pemilu, Katanya...

Mahfud MD Tak Percaya Ada Kecurangan Terstruktur dI Pemilu, Katanya...
WE Online, Jakarta -

Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD bersama puluhan anggotanya menyambangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melihat langsung proses sistem penghitungan (Situng) atau real count yang dilakukan KPU kemarin.

"Kami datang ke sini karena merasa risih jugalah, merasa terganggu dengan perkembangan terakhir di mana ada tudingan dan dugaan terjadi kecurangan tersruktur di KPU," kata Mahfud Rabu. 24 April 2019 kemarin.

Baca Juga: Situng KPU Kamis Pagi: Jokowi Masih Ungguli Prabowo

Mahfud yang datang ke KPU bersama Guru Besar Ilmu Statistik IPB, Asep Saefudin dan putri almarhum Presiden Abdurrahman Wahid, Alisa Wahid mengaku sebelum pemungutan suara pihaknya sudah bertemu jajaran komisioner KPU. Waktu itu, Mahfud menyatakan KPU telah bekerja secara profesional. Namun kedatangannya kali ini untuk memastikan berita yang berkembang di masyarakat.

 Baca Juga: Mahfud: Mau Pak Jokowi atau Prabowo yang Terpilih, Segera Ubah...

Dijelaskan dia, setelah melihat proses penghitungan yang masuk di data KPU, dan nanti bisa dibuktikan masing-masing tim IT peserta pemilu hingga pukul 17.15 WIB kemarin TPS yang sudah menginput datanya sebanyak 241.366 TPS dengan kesalahan sampai sore ini 101 kesalahan. Mahfud menyebutkan dari 101 kesalahan itu 24 diantaranya laporan dari masyarakat yang selebihnya ditemukan oleh KPU sendiri, dikoreksi sendiri karena ditemukan sendiri di mana masyarakat tidak tahu.

"Laporan masyarakat itu hanya 24. Dari situ kekeliruan itu berarti hanya ada 0,0004%. Berarti ada satu di dalam 2.500 TPS dari situ menjadi sangat tidak mungkin kalau mau ada rekayasa terstruktur. Kalau memang tersturktur mestinya berpersen persen, ini cuma 1 per 2500, ndak mungkin ada kesengajaan," ujar Mahfud.

Dengan demikian, mantan Ketua Mahkamah Kontitusi (MK) itu meminta kepada semua pihak untuk mengecek langsung data yang sudah diinput dalam situng KPU. Menurut Mahfud, jika masih ragu dengan data yang diinput dalam Situng KPU maka, dia menyarankan untuk menempuh dua forum hukum. Yang pertama, masyarakat bisa menempuh forum hukum sesuai penerapan peraturan yang ada yakni rekapitulasi berjenjang yang akan diumumkan KPU pada 22 Mei mendatang.

Baca Juga: Real Count KPU Suara Masuk 31,71%: Jokowi-Ma'ruf 55,74%, Prabowo-Sandi 44,26%

Menurut Mahfud, jika cara demikian dianggap masih ragu, maka bisa menempuh jalur gugatan atau sengketa hasil pemilu di MK. Sehingga dia mengharapkan masyarakat tetap tenang sambil terus mengawasi rekapitulasi yang dilakukan KPU secara berjenjang. 

"Kita tidak menganggap kesalahan 101 per 2.500 itu harus dibenarkan, tidak. tetapi harus dipahami dan itu masih bisa diselesaikan dalam adu data pada 22 Mei nanti. Jadi akan ada forum hukum, jangan bertindak sendiri-sendiri, jangan mengmebangkan hoaks seakan di sini (KPU) ada rekayasa," ujarnya.

Kemudian, lanjut Mahfud, yang menarik dari temuan yang diungkap dalam data KPU bahwa kesalahan di 101 TPS itu ternyata bukan memenangkan salah satu paslon presiden dan wakil presiden. Menurutnya, baik paslon 01 dan paslon 02 sama-sama untung dan sama-sama rugi dari beberapa data yang keliru diinput ke Situng. 

"Jadi tidak mungkin (kesalahan input data KPU) itu terstruktur. Kalau terstruktur ya mesti samalah, dan ini sama. Dan di KPU ada datanya, yang mana yang menguntungkan paslon 1 yang mana yang menguntungkan paslon 2, yang mana yang merugikan mana yang itu juga sudah ada," pungkasnya.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Mahfud MD, Pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pemilu Presiden (Pilpres)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1 SINI 860 800 -60 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 MLPT 575 535 -40 -6.96
4 PTBA 2,090 1,945 -145 -6.94
5 CASS 202 188 -14 -6.93
6 SIPD 1,300 1,210 -90 -6.92
7 TBLA 535 498 -37 -6.92
8 DSSA 20,975 19,525 -1,450 -6.91
9 POLA 58 54 -4 -6.90
10 GGRP 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,730 2,950 220 8.06
2 PURA 75 75 0 0.00
3 TLKM 3,130 3,150 20 0.64
4 BBCA 26,475 25,950 -525 -1.98
5 ICBP 8,325 8,150 -175 -2.10
6 BBNI 3,660 3,830 170 4.64
7 BMRI 4,290 4,470 180 4.20
8 ASII 4,540 4,770 230 5.07
9 PWON 376 362 -14 -3.72
10 KLBF 1,355 1,415 60 4.43