Portal Berita Ekonomi Selasa, 26 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:03 WIB. IHSG - IHSG menguat 1,78% di akhir sesi II.
  • 14:06 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,52% terhadap Poundsterling pada level 1,2255 USD/GBP.
  • 14:06 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,17% terhadap Euro pada level 1,0917 USD/EUR.
  • 14:05 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,15% terhadap Yen pada level 107,87 JPY/USD.
  • 14:04 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.728 USD/troy ounce.
  • 14:03 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 36,16 USD/barel.
  • 14:03 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 34,38 USD/barel.

BI Prediksi Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar di Kuartal II 2019

BI Prediksi Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar di Kuartal II 2019
WE Online, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) memprediksi defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) akan mengalami kenaikan pada triwulan II 2019.

Tercatat, defisit transaksi berjalan Indonesia pada triwulan IV 2018 kian melebar menjadi US$9,1 miliar atau 3,57% dari produk domestik bruto (PDB). Sementara secara keseluruhan tahun, defisit transaksi berjalan pada 2018 sebesar US$31,1 miliar atau 2,98% dari PDB.

"Q2 sesuai pola musiman current account deficit akan naik, bukan karena trade balance, tapi lebih karena di Q2 biasanya ada di neraca pendapatan maupun juga services. Khususnya di Q2, umumnya ada pembayaran bunga dan juga dividen," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Menurut Perry, hal ini wajar karena sesuai pola musimannya, di mana defisit transaksi berjalan akan mengalami kenaikan di kuartal II. Namun, setelah itu, defisit transaksi berjalan akan kembali turun.

"Musiman itu memang Q2, current account memang bergerak naik, tapi kami pastikan (CAD) akan di bawah 3% dari PDB tahun ini," ucap Perry.

Baca Juga: Apa Itu Defisit Transaksi Berjalan?

Sementara terkait neraca modal dan finansial, BI menyampaikan bahwa keduanya akan terus meningkat dan berlanjut.

"Dulu ke fixed income, sekarang juga banyak ke equity. Demikian juga penerbitan green suku dan global bond, dan lain-lain," kata Perry.

Data BI mengungkapkan, surplus transaksi modal dan finansial cukup besar didukung aliran masuk modal asing yang sampai dengan Maret 2019 tercatat US$5,5 miliar. Dengan perkembangan ini, posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2019 mencapai US$124,5 miliar.

"Kami perkirakan secara keseluruhan Q2 surplus neraca modal dan finansial juga besar dan perkiraan kami sementara surplus neraca modal masih lebih tinggi dari defisit transaksi berjalan," tutupnya.

Baca Juga: 6 Kali Beruntun, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 6%

Baca Juga

Tag: Defisit Transaksi Berjalan, Bank Indonesia (BI)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Puspa Perwitasari

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,951.00 3,910.65
British Pound GBP 1.00 18,129.25 17,941.51
China Yuan CNY 1.00 2,082.33 2,061.41
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,847.87 14,700.13
Dolar Australia AUD 1.00 9,743.17 9,643.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,915.16 1,896.03
Dolar Singapura SGD 1.00 10,437.87 10,332.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,200.51 16,037.84
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,404.69 3,366.96
Yen Jepang JPY 100.00 13,767.15 13,627.64
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Aug
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Nov
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10