Portal Berita Ekonomi Senin, 27 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Kenapa BI Kekeh Tahan Suku Bunga Acuan? Ini Alasannya

Kenapa BI Kekeh Tahan Suku Bunga Acuan? Ini Alasannya - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Sejak November 2018 hingga April 2019, Bank Indonesia (BI) tetap bersikukuh untuk mempertahankan suku bunga acuannya BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 6%.

Padahal sejumlah indikator seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, cadangan devisa, dan nilai tukar rupiah cukup kuat dan stabil sehingga disinyalir sudah waktunya BI menurunkan suku bunga acuannya.

Namun, defisit transaksi berjalan yang berpotensi tertekan pada kuartal II 2019 dan pemburukan performa ekspor akibat penurunan ekonomi global ternyata menjadi batu sandungan bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga acuannya.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, pihaknya masih melihat risiko kenaikan defisit transaksi berjalan pada kuartal kedua akibat faktor musiman yang didorong oleh pembayaran bunga dan dividen.

"Musiman pada kuartal II 2019, defisit transaksi berjalan memang bergerak naik, tapi kami pastikan akan di bawah 3% dari produk domestik bruto (PDB)," ujar Perry di Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Baca Juga: 6 Kali Beruntun, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 6%

Selain itu, indikator kondisi global saat ini memang lebih ramah bagi prospek aliran modal masuk asing. Misalnya, Fed Fund Rate (FFR) yang diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga pada tahun ini dan tahun depan.

Namun demikian, peran ekspor neto belum kuat sejalan dampak melambatnya pertumbuhan ekonomi global dan menurunnya harga komoditas. BI mencatat, terjadi penurunan ekspor migas dari US$1,75 miliar pada Desember 2018 menjadi US$1,23 miliar pada Januari 2019.

"FFR tidak jadi naik, tapi ekonomi global menurun sehingga kita perlu mendorong ekspor," terang Perry.

Di sisi lain, indikator pertumbuhan ekonomi cukup baik didorong oleh konsumsi dan investasi. Namun, BI memandang permintaan domestik masih perlu diperkuat agar PDB terus meningkat.

Dari indikator inflasi, BI menegaskan, laju inflasi terkendali. BI meyakini inflasi 2019 akan berada di kisaran sasaran, yakni di bawah 3,5%. Posisi rupiah yang bergerak pada kisaran Rp14.200-14.000 per dolar AS dinilai cukup stabil. Namun, Perry mengungkapkan nilainya masih undervalued.

Faktor lainnya, seperti cadangan devisa dinilai cukup kuat. Aliran dana asing pada kuartal I 2019 mencapai US$5,5 miliar.

Melihat kondisi itu, Perry menegaskan, pihaknya akan memantau stabilitas eksternal pada bulan-bulan berikutnya untuk memastikan neraca pembayaran keseluruhan dapat surplus.

"Kami ingin pastikan pada kuartal II 2019, neraca pembayaran akan surplus," tegasnya.

Baca Juga: BI Prediksi Defisit Transaksi Berjalan Makin Lebar di Kuartal II 2019

Baca Juga

Tag: Suku Bunga, BI 7-day (Reverse) Repo Rate, Bank Indonesia (BI)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,652.30 3,615.58
British Pound GBP 1.00 17,971.87 17,791.69
China Yuan CNY 1.00 1,975.11 1,955.32
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,700.16 13,563.84
Dolar Australia AUD 1.00 9,377.76 9,281.74
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,762.60 1,745.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,146.01 10,043.57
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,144.16 14,989.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,366.96 3,331.00
Yen Jepang JPY 100.00 12,517.28 12,390.46
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6244.109 -5.101 675
2 Agriculture 1373.668 -16.149 21
3 Mining 1477.166 -4.026 49
4 Basic Industry and Chemicals 971.995 6.046 77
5 Miscellanous Industry 1214.166 -14.289 51
6 Consumer Goods 2063.089 -15.731 57
7 Cons., Property & Real Estate 473.253 0.567 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1099.077 2.296 76
9 Finance 1378.649 3.256 92
10 Trade & Service 741.148 -4.067 167
No Code Prev Close Change %
1 INDO 147 198 51 34.69
2 RELI 130 170 40 30.77
3 LMAS 130 155 25 19.23
4 OMRE 930 1,100 170 18.28
5 KOTA 610 720 110 18.03
6 LPIN 256 298 42 16.41
7 INAF 810 925 115 14.20
8 SDPC 108 123 15 13.89
9 ALMI 308 348 40 12.99
10 PEGE 120 135 15 12.50
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 700 525 -175 -25.00
2 LMSH 446 338 -108 -24.22
3 POLA 171 145 -26 -15.20
4 GLOB 406 350 -56 -13.79
5 DMND 1,530 1,350 -180 -11.76
6 PCAR 324 288 -36 -11.11
7 IGAR 336 300 -36 -10.71
8 SKRN 520 466 -54 -10.38
9 NASA 620 560 -60 -9.68
10 KIOS 420 380 -40 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,700 1,690 -10 -0.59
2 TOWR 830 825 -5 -0.60
3 INAF 810 925 115 14.20
4 BMRI 7,775 7,925 150 1.93
5 LMAS 130 155 25 19.23
6 TCPI 6,875 7,000 125 1.82
7 NIKL 695 675 -20 -2.88
8 BBCA 34,200 34,050 -150 -0.44
9 PGAS 1,915 1,880 -35 -1.83
10 BBRI 4,740 4,740 0 0.00