Bekerja Tanpa Batas untuk Keluarga

Bekerja Tanpa Batas untuk Keluarga Kredit Foto: APRIL

Tak ada yang lebih diinginkan Tio Mastiana, seorang ibu pekerja lepas bagian pembibitan di perusahaan kontraktor PT Artha Veda selain bisa melihat kelima anaknya menempuh pendidikan yang mumpuni selagi dirinya masih sehat untuk mencari nafkah.

Ibu berusia 52 tahun tersebut sebelumnya hanyalah ibu rumah tangga biasa. Ketika melihat anak-anaknya sudah besar dan suami harus pensiun dari pekerjaan, Este, nama panggilannya tergerak untuk menjalani pekerjaan sebagai pekerja tidak langsung di PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), unit usaha Asia Pacific Resources International Holding Limited (APRIL).

Sejak tahun 2010, Este sehari-hari bekerja di bagian pembibitan dan bertanggung jawab untuk merawat bibit tanaman akasia serta memastikan pertumbuhan bibit unggul akasia tidak terganggu. Misalnya mencabuti cabang daun yang sudah layu, mengatur posisi bibit, memastikan pengairan yang cukup, membersihkan bedeng, sampai membersihkan daun-daun mati di tanah areal pembibitan.

Baca Juga: Tongkat Estafet Karyawan Second Generation RAPP

Nyatanya, pekerjaan tersebut cukup membantu dirinya membiayai kebutuhan keluarga sehari-hari. Bahkan, Este masih mampu membiayai anak keempatnya menempuh pendidikan sarjana dan anak bungsunya di bangku SMA. Sementara itu, anak pertama sampai ketiga Este saat ini sudah bekerja.

"Jam 7 pagi anak-anak sudah berangkat, saya pun berangkat ke pekerjaan. Pekerjaan saya ini sangat bermanfaat untuk memastikan anak-anak saya bisa meneruskan pendidikan mereka sampai ke jenjang kuliah," tutur Este.

Kendati sudah memasuki usia paruh baya, Este mengatakan dirinya masih terus bersemangat untuk bekerja. Tidak hanya karena dapat membantu perekonomian keluarga, namun suasana bekerja di wilayah kompleks RAPP membuatnya sangat betah.

"Teman-teman di sini banyak, atasan di sini juga sangat baik seperti teman. Kalau bisa sampai 55 tahun pun saya masih bisa bekerja di sini," ucapnya.

Yang terpenting, menurut Este, kesempatan kerja yang dimiliki bisa terus mengiringi langkah anak-anaknya untuk menempuh pendidikan setinggi langit. Dengan begitu, anak-anaknya bisa menggunakan pendidikan untuk menghadapi berbagai hal yang ditemui dalam hidup.

"Karena kalau anak-anak sekolah, dia akan pintar. Ke manapun dia dicampakkan pun pasti dia bisa [menghadapinya]. Jangan sampai mana tahu saya dipanggil Tuhan, tidak ada pendidikan yang saya tinggalkan, sebagai orangtua saya akan merasa sedih," tuturnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini