Portal Berita Ekonomi Jum'at, 24 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:33 WIB. Huawei - Huawei sedang berdiskusi dengan app store pihak ketiga Aptoide.
  • 20:31 WIB. WhatsApp - Facebook umumkan WhatsApp akan mulai kedatangan iklan pada 2020.
  • 20:29 WIB. WhatsApp - Rudiantara bilang akses WhatsApp cs akan normal kembali tunggu situasi kondusif.
  • 20:27 WIB. Telkomsel - Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah resmi jadi Dirut Telkom.
  • 20:25 WIB. Samsung - Ada rumor Samsung mulai garap Galaxy A70S, kameranya 64 MP.
  • 20:25 WIB. Facebook - Facebook sikat 3 miliar akun abal-abal.
  • 20:24 WIB. Amazon - Amazon bikin wearable pendeteksi emosi.
  • 20:23 WIB. Samsung - Samsung Galaxy A2 Core masuk Indonesia, harganya Rp1 jutaan.
  • 20:21 WIB. Apple - Apple daftarkan 11 model iPhone 2019.
  • 20:21 WIB. Instagram - Instagram Stories bakal bisa di-share.
  • 20:20 WIB. Panasonic - Patuhi Amerika Serikat, Panasonic ikutan jegal Huawei.

Tanggapi Hasil Ijtimak Ulama III, TKN: Prabowo Sudah Deklarasi 3 Kali Masih Teriak Curang

Tanggapi Hasil Ijtimak Ulama III, TKN: Prabowo Sudah Deklarasi 3 Kali Masih Teriak Curang - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Wakil Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) calon pasangan Presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma''ruf Amin, Juri Ardiantoro menyebut lima rekomendasi yang dihasilkan oleh pihak yang menamakan dirinya Ijtima Ulama III jelas bukan representasi ulama mainstream (arus utama) Indonesia.

Baca Juga: Berarti Ijtima III Dihadiri 'Ulama Kampret' Gitu?

Menurut Juri, lima rekomendasi Ijtima Ulama III ditandatangani oleh oleh KH Abdul Rasyid Abdullah Syafie, Ustaz Yusuf Muhammad Martak, Ustaz Zaitul Rasmin, Ustaz Slamet Maarif, KH Sobri Lubis, dan Ustaz Bachtiar Nashir, juga bukan pula representasi umat.

"Ulama dan umat mana yang diwakili oleh mereka, apalagi sebagian besar yang hadir adalah timses pasangan 02," kata Juri dalam siaran persnya, Rabu (1/5).

Juri juga mempertanyakan penilaian bagaimana mereka yang menyimpulkan telah terjadi kecurangan pemilu. Apalagi jika dikatakan sampai bersifat terstruktur, sistemtis dan massif. "Kecurangan tidak boleh hanya berdasarkan asumsi, katanya-katanya atau berdasarkan informasi atau potongan informasi yang dinarasikan sebagai kecurangan," katanya.

Juri menegaskan kecurangan harus berdasarkan fakta, data, kesaksian dan verifikasi serta putusan dari lembaga yang sah dan kredibel. Ia pun mempertanyakan mereka yang menyimpulkan bahwa kecurangan hanya dilakukan oleh pendukung pasangan nomor urut 01, sementara 02 tidak melakukan kecurangan.

Dari data pengaduan yang diterima direktorat Hukum dan advokasi TKN, banyak sekali indikasi kecurangan juga dilakukan oleh pendukung pasangan 02 dan merugikan pasangan 01. Juri juga menyindir 'para ulama' itu yang lebih tahu tentang kecurangan ketimbang BPN, sehingga mereka merekomendasikan kepada BPN untuk mengajukan keberatan hasil pemilu.

 

Hingga sekarang, pihak 02 telah mendeklarasikan kemenangan lebih dari satu kali dengan angka meyakinkan. Tetapi mengapa masih menyuarakan adanya kecurangan dan meminta diskualifikasi calon 01. "Jadi, kemenangan yang mereka telah deklarasikan itu artinya apa. Pura-pura atau membohongi rakyat?" kata Juri Ardiantoro.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Tag: Pilpres 2019, Pemilu, Alumni 212, Yusuf Martak

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Galih Pradipta

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,873.11 3,833.79
British Pound GBP 1.00 18,390.47 18,203.81
China Yuan CNY 1.00 2,105.00 2,084.12
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,523.00 14,379.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,001.99 9,895.63
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,850.58 1,832.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,523.91 10,415.79
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,239.62 16,077.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,466.11 3,429.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,250.91 13,115.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6057.353 24.657 633
2 Agriculture 1373.110 2.580 21
3 Mining 1637.715 -11.489 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.150 -0.477 71
5 Miscellanous Industry 1249.820 10.190 46
6 Consumer Goods 2391.895 9.088 52
7 Cons., Property & Real Estate 446.447 1.873 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1120.346 19.080 74
9 Finance 1223.772 6.088 90
10 Trade & Service 792.573 -3.999 156
No Code Prev Close Change %
1 BMSR 86 116 30 34.88
2 PTSN 835 1,040 205 24.55
3 KONI 214 264 50 23.36
4 KOIN 204 242 38 18.63
5 AKPI 450 530 80 17.78
6 HDFA 112 131 19 16.96
7 TRIM 147 170 23 15.65
8 KOBX 161 180 19 11.80
9 POLY 89 98 9 10.11
10 ANDI 1,670 1,820 150 8.98
No Code Prev Close Change %
1 TAXI 90 59 -31 -34.44
2 CNTX 590 458 -132 -22.37
3 GOLD 530 420 -110 -20.75
4 BRAM 8,225 6,600 -1,625 -19.76
5 DUTI 4,600 3,750 -850 -18.48
6 CANI 193 160 -33 -17.10
7 SKBM 450 376 -74 -16.44
8 MKNT 116 97 -19 -16.38
9 FIRE 10,375 8,925 -1,450 -13.98
10 MBTO 139 122 -17 -12.23
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,030 1,055 25 2.43
2 BBRI 3,850 3,850 0 0.00
3 TLKM 3,660 3,750 90 2.46
4 SOCI 196 210 14 7.14
5 BMRI 7,575 7,700 125 1.65
6 JPFA 1,400 1,425 25 1.79
7 FREN 266 284 18 6.77
8 TARA 765 785 20 2.61
9 BBCA 28,025 28,050 25 0.09
10 ERAA 1,105 1,145 40 3.62