Portal Berita Ekonomi Sabtu, 04 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,99% pada level 25.373.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 0,80% pada level 2.152.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,72% pada level 22.306.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 2,01% pada level 3.152.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,59% pada level 2.652.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,40% pada level 6.215.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,01% terhadap Yuan pada level 7,06 CNY/USD.
  • 16:03 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 1,01% terhadap Dollar AS pada level 14.522 IDR/USD.

Apa Itu Profit Taking?

Apa Itu Profit Taking?
WE Online, Jakarta -

Seorang trader saham tentu sudah sangat familier dengan istilah ambil untung atau profit taking. Sebenarnya apa sih profit taking itu? Secara sederhana, profit taking adalah tindakan mengambil untung dalam jangka pendek melalui penjualan saham dengan memanfaatkan situasi tertentu.

Profit taking juga dimaknai sebagai tindakan untuk mengunci keuntungan. Sebab, tatkala profit taking dilakukan, secara bersamaan hal itu akan memengaruhi pergerakan saham individu dan bahkan pergerakan saham di pasar secara luas.

Pemicu Profit Taking

Seorang investor tidak semata-mata melakukan profit taking tanpa mengetahui lebih dulu kondisi pasar saat itu yang akhirnya memicu dirinya untuk melakukan profit taking. Beberapa pemicu yang dimaksud adalah sebagai berikut ini.

Baca Juga: Apa Itu Cut Loss?

1. Harga saham naik signifikan

Pemicu aksi profit taking yang paling utama adalah adanya kenaikan harga saham tertentu secara signifikan. Mudahnya, di saat seperti itu, seorang investor dapat segera menjual kepemilikan sahamnya dengan memanfaatkan harga saham yang sedang tinggi-tingginya. Dengan begitu, keuntungan yang didapat dari penjualan saham tersebut akan semakin besar.  

2. Rilis kinerja emiten

Aksi profit taking juga umumnya terjadi setelah emiten merilis kinerja keuangannya, baik untuk periode kuartalan maupun tahunan. Hal yang paling dicermati dari kinerja emiten tersebut, yaitu perolehan laba perusahaan.

Baca Juga: Apa Itu Private Placement?

Sebagai contoh, ketika suatu perusahaan melaporkan penurunan laba secara tidak terduga, hal itu sangat berpotensi untuk memicu investor melakukan profit taking. Mengapa demikian? Sebab, rasa ketakutan terhadap kinerja keuangan dan kestabilitasan perusahaan turut menghantui psikologis investor.

3. Kondisi ekonomi nasional

Aksi profit taking tidak hanya melibatkan kondisi perusahaan tempat investor menanam saham, tetapi juga melibatkan kondisi perekonomian secara nasional dan bahkan global. Misalnya saja, ketika rilis data ekonomi menunjukkan hasil yang kurang dari ekspektasi pasar, hal itu akan memunculkan kekhawatiran dalam diri investor.

Terlebih lagi jika kekhawatiran tersebut sampai pada kekhawatiran atas tingkay utang yang tinggi dari suatu negara dan gejolak mata uang, investor tak akan ragu untuk segera mengunci keuntungannya melalui aksi profit taking.

Dampak Profit Taking

Jika suatu saham menjadi target dari aksi profit taking, satu hal yang dapat dipastikan adalah saham tersebut akan mengalami apa yang disebut sebagai tekanan jual. Ya, investor secara berondong-bondong melepas kepemilikan sahamnya sehingga membuat harga saham tersebut terkoreksi mendalam.

Baca Juga: Apa Itu Golden Cross?

Koreksi tersebut tak ayal membuat harga saham kian jatuh dan menjadi sangat murah. Kendati demikian, perlu diingat bahwa aksi profit taking terjadi hanya dalam jangka pendek. Di kala sentimen atau pemicu sudah mereda, aksi profit taking juga akan ikut mereda.

Umumnya, ketika harga saham sudah terlalu murah, investor akan berhenti melego saham dan ada kemungkinan besar balik memborong saham tersebut dengan memanfaatkan momentum harga yang sedang di level terendah.

Baca Juga

Tag: Profit Taking, Cut Loss, blue chip, Istilah Investasi

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Freepik

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,903.38 3,863.51
British Pound GBP 1.00 18,244.37 18,061.39
China Yuan CNY 1.00 2,071.79 2,050.85
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,638.83 14,493.17
Dolar Australia AUD 1.00 10,143.25 10,033.62
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,888.83 1,870.01
Dolar Singapura SGD 1.00 10,496.79 10,388.62
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,462.83 16,294.67
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,416.30 3,379.15
Yen Jepang JPY 100.00 13,614.98 13,478.26
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4973.794 7.014 694
2 Agriculture 1035.202 -3.361 22
3 Mining 1268.499 25.710 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.463 13.240 80
5 Miscellanous Industry 874.938 -3.179 52
6 Consumer Goods 1815.479 0.475 57
7 Cons., Property & Real Estate 321.161 -5.097 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 897.578 2.421 78
9 Finance 1073.299 -2.447 93
10 Trade & Service 605.597 0.226 172
No Code Prev Close Change %
1 BBHI 103 139 36 34.95
2 EPAC 199 268 69 34.67
3 INDS 1,940 2,420 480 24.74
4 AMAR 308 384 76 24.68
5 PDES 390 470 80 20.51
6 MARK 540 650 110 20.37
7 DNAR 226 270 44 19.47
8 DAYA 600 700 100 16.67
9 DSSA 19,500 22,400 2,900 14.87
10 GLOB 168 190 22 13.10
No Code Prev Close Change %
1 ARKA 372 346 -26 -6.99
2 MSIN 316 294 -22 -6.96
3 SMMA 17,700 16,475 -1,225 -6.92
4 BIKA 188 175 -13 -6.91
5 FOOD 145 135 -10 -6.90
6 INPS 1,960 1,825 -135 -6.89
7 HDFA 160 149 -11 -6.88
8 PRAS 146 136 -10 -6.85
9 AMFG 3,070 2,860 -210 -6.84
10 PLIN 2,640 2,460 -180 -6.82
No Code Prev Close Change %
1 PURA 97 92 -5 -5.15
2 TOWR 1,040 1,090 50 4.81
3 PTPP 980 955 -25 -2.55
4 BCAP 158 158 0 0.00
5 TKIM 6,500 6,250 -250 -3.85
6 TCPI 4,340 4,150 -190 -4.38
7 TLKM 3,140 3,120 -20 -0.64
8 MNCN 890 915 25 2.81
9 JPFA 1,150 1,175 25 2.17
10 MAIN 570 615 45 7.89