Habis Akuisisi SMCB, Laba dan Saham Semen Indonesia Kompak Terjun Bebas

Habis Akuisisi SMCB, Laba dan Saham Semen Indonesia Kompak Terjun Bebas Kredit Foto: Antara/Didik Suhartono

Kinerja keuangan PT Semen Indonesia Tbk di kuartal pertama tahun 2019 ini sedikit menurun jika dibandingkan dengan tahun 2018 lalu. Meskipun pendapatan perusahaan meningkat 22,81% menjadi Rp8,13 triliun, sayangnya raihan laba bersih justru menurun 34,86% menjadi Rp268,10 miliar. 

Dalam laporan keuangannya, perusahaan yang belum lama ini mengakuisisi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (Holcim) mencatat ada pembengkakan pada beban keuangan sebesar 210,80% menjadi Rp711,62 miliar. Hal itulah yang kemudian membuat laba bersih perusahaan menjadi terkoreksi. 

Baca Juga: Begini Cara SMGR Siasati Persaingan Ketat Industri Semen di Tanah Air

Sebenarnya, untuk kuartal pertama tahun ini, margin laba kotor Semen Indonesia mengalami kenaikan meskipun tipis dari 25,94% di tahun 2018 menjadi 27,24% di tahun ini. 

Rilisnya kinerja keuangan tersebut secara tidak langsung berdampak pada pergerakan saham Semen Indonesia di pasar bursa. Dua hari berturut-turut saham emiten dengan kode bursa SMGR ini berakhir di zona merah. Pada perdagangan Kamis (02/05/2019) kemarin, saham Semen Indonesia ditutup merah 4,44% ke level Rp12.900 per saham. 

Baca Juga: Tender Offer Saham Holcim, Semen Indonesia Siapkan Rp3,11 Triliun

Hal yang tidak jauh berbeda terjadi pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (03/05/2019). Dibuka dengan harga Rp12.900 per saham, hingga pukul 13.55 WIB, saham Semen Indonesia sudah terkoreksi 8,53% menjadi Rp11.800 per saham. 

Bagaimanapun, koreksi yang cukup dalam itu dipengaruhi oleh aksi profit taking investor dalam menyongsong akhir pekan. Data perdagangan bursa mencatat nilai investor jual bersih atas saham Semen Indonesia mencapai Rp79,44 miliar.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini