Portal Berita Ekonomi Rabu, 19 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:21 WIB. Xiaomi - Beli gedung di Beijing, Xiaomi mau pindah markas.
  • 12:00 WIB. IHSG - IHSG ditutup menguat 0,86% di akhir sesi I.
  • 11:57 WIB. Miliarder - Pham Nhat Vuong adalah sosok di balik lahirnya mobil nasional Vietnam.
  • 11:47 WIB. Apple - iPhone 5G Apple diperkirakan baru meluncur tahun depan.
  • 11:28 WIB. Gaming - Pasar electronic gaming global naik 9,6% menjadi US$152,1 miliar di tahun 2019.
  • 11:08 WIB. Samsung - Samsung kenalkan Galaxy Note 10 pada 7 Agustus.
  • 11:08 WIB. Berlin - Jerman akam membeli 3 jet bombardier senilai US$268,51 juta.
  • 09:38 WIB. Rupiah - Rupiah menguat 0,37% ke level Rp14.270 per dolar AS. 
  • 09:00 WIB. Washington - DPR AS minta Facebook menunda uang kriptonya.
  • 07:23 WIB. Paris - Boeing akhirnya berhasil menjual 200 unit 737 Max lagi, pertama kali sejak kecelakaan.
  • 06:30 WIB. Karsinogen - Ditemukan karsinogen pada obat valsartan, pil blood-pressure.
  • 23:23 WIB. Libra - Visa, Mastercard, PayPal akan bergabung Facebook membangun uang kripto.

13 Kapal Vietnam Ditenggelamkan, Bu Susi: Ini Amanah, Harus Dilakukan

13 Kapal Vietnam Ditenggelamkan, Bu Susi: Ini Amanah, Harus Dilakukan - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan pemusnahan barang bukti tindak pidana perikanan di Kalimantan Barat, Sabtu (4/5/2019). Barang bukti yang dimusnahkan berupa 13 kapal ikan asing (KIA) berbendera Vietnam.

Tak lagi diledakkan, penenggelaman kapal ini dinilai lebih baik. Kapal-kapal kayu ini dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan di perairan Tanjung Datu, Kabupaten Mempawah. Sebelum ditenggelamkan, badan kapal ini terlebih dahulu dilubangi. Kemudian bagian dalam kapal diisi dengan air laut, untuk mempercepat penenggelaman kapal.

Seperti diketahui, ada 26 KIA yang sebenarnya akan ditenggelamkan di Kalbar. Namun, karena baru 13 kapal yang sudah inkrah atau memiliki ketetapan hukum, maka penenggelaman dilakukan secara bertahap. Rencananya, pekan depan akan dilakukan penenggelaman 13 KIA lainnya.

Baca Juga: Kapal Pencuri Ikan Nggak Boleh Dilelang, Susi Perintahkan Ditenggelamkan!

Pemusnahan barang bukti ini berbeda dari sebelum-sebelumnya. Dimana, sebelumnya setiap kapal asing yang terbukti mencuri ikan di perairan Indonesia, maka akan ditenggelamkan dengan cara diledakkan.

Dalam sambutannya di hadapan stakeholder di Kantor Stasiun PSDKP Pontianak, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan, penenggelaman kapal adalah amanah undang-undang yang harus dilakukan.

"Dan, melihat dari apa yang terjadi dari negeri kita setelah beberapa tahun, penenggelaman kapal ini menjadi satu way out exit dari problem illegal fishing, yang telah menghabiskan sumber daya perikanan kita," ujar dia.

Baca Juga: Kapal Illegal Fishing Pantas Ditenggelamkan, Tegas Menteri Susi

Ia mengatakan, terkadang terlalu mudah melupakan hal-hal yang sebetulnya belum lama terjadi. Seperti stok ikan yang dulunya puluhan ton, turun menjadi 7,1 ton di tahun 2014; rumah tangga nelayan kita berkurang hampir separuhnya; 115 eksportir tutup karena kekurangan bahan baku; Dan lebih dari 10 ribu kapal asing asing beroperasi di Indonesia.

"Seolah itu hal yang biasa. Setelah dibukanya izin kapal asing berbendera Indonesia, stok ikan kita berkurang, nelayan kita berkurang. Maka saya berbicara kepada Pak Presiden. Tak ada cara lain selain different effect," terang dia.

Menurut Menteri Susi, penenggelaman KIA juga memudahkan Indonesia keluar dari persoalan lama. "Kalau kita mau kulitin satu per satu persoalan kita, tangkapin oknum-oknum yang membantu kegiatan ilegal ini, tentunya nggak akan selesai. Sebetulnya ini way out yang sangat cantik untuk bangsa kita dan menakutkan untuk bangsa lain. Semestinya penyelesaian dengan cara ini harus menjadi sebuah pola," harapnya.

Sebelum penenggelaman kapal Vietnam ini, Menteri Susi sudah memberitahukan ke Dubes Vietnam di Indonesia, dan pihak terkait lainnya.

Baca Juga: KKP Bekukan Kapal Berbendara Vietnam di Perairan Indonesia

"Saya panggil dubesnya, pengusahanya, yang menjadi bekingnya. Dengan baik-baik. Dengan makan siang. Saya jamu. Saya hanya cerita saya akan eksekusi. Dan ternyata mereka mau. Kalau ada yang bandel, itu sudah kelewatan. Kan sudah diajak baik-baik," ceritanya.

Tapi persoalannya, lanjut dia terkadang ada oknum dari Indonesia sendiri yang ragu dan tidak konfiden. "Baru dua tahun tenggelamin kapal, kita ketakutan sendiri. Bagaimana kalau dilelang. Alat tidak sayang itu barang ditenggelamkan. Saya bilang kapal itu harganya Rp1 miliar. Kalau kita lelang hanya Rp1 miliar, ikan yang dicuri saja itu satu tripnya mereka bisa dapat Rp2-3 miliar. Kamu sayang enggak sama ikan dan sumberdaya ekonomi," tegasnya.

Menteri Susi menegaskan, kalau kapal asing pencuri ikan dilelang, maka tak ada jera dan mereka tambah berani.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Tag: Susi Pudjiastuti, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Antara/M Agung Rajasa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,824.23 3,785.66
British Pound GBP 1.00 18,022.16 17,842.30
China Yuan CNY 1.00 2,081.78 2,061.17
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,342.00 14,200.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,864.43 9,763.92
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,832.47 1,814.21
Dolar Singapura SGD 1.00 10,487.75 10,382.39
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,060.17 15,898.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,435.21 3,398.76
Yen Jepang JPY 1.00 13,219.65 13,085.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6257.330 66.805 635
2 Agriculture 1388.988 1.248 21
3 Mining 1588.662 -10.722 46
4 Basic Industry and Chemicals 739.579 -1.105 71
5 Miscellanous Industry 1295.411 16.430 47
6 Consumer Goods 2445.115 29.514 52
7 Cons., Property & Real Estate 483.431 15.801 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1172.946 11.538 74
9 Finance 1278.843 17.757 90
10 Trade & Service 802.333 2.985 158
No Code Prev Close Change %
1 BOLA 296 370 74 25.00
2 SMBR 785 980 195 24.84
3 DUTI 3,820 4,750 930 24.35
4 KONI 372 436 64 17.20
5 MKPI 13,600 15,925 2,325 17.10
6 HELI 167 195 28 16.77
7 MIDI 1,020 1,190 170 16.67
8 MNCN 975 1,130 155 15.90
9 BMTR 360 406 46 12.78
10 PICO 268 300 32 11.94
No Code Prev Close Change %
1 BLTZ 4,950 3,800 -1,150 -23.23
2 INPP 995 800 -195 -19.60
3 ARMY 268 220 -48 -17.91
4 FITT 173 143 -30 -17.34
5 NICK 278 236 -42 -15.11
6 SDMU 72 62 -10 -13.89
7 SOSS 430 378 -52 -12.09
8 SMRU 176 156 -20 -11.36
9 KBLV 410 364 -46 -11.22
10 BUVA 112 100 -12 -10.71
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 975 1,130 155 15.90
2 CCSI 250 246 -4 -1.60
3 BMTR 360 406 46 12.78
4 CENT 90 95 5 5.56
5 BBRI 4,200 4,260 60 1.43
6 TLKM 3,900 3,980 80 2.05
7 WEGE 314 332 18 5.73
8 BDMN 4,250 4,110 -140 -3.29
9 POLY 100 99 -1 -1.00
10 SMRU 176 156 -20 -11.36