Portal Berita Ekonomi Senin, 01 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:32 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,50% terhadap Poundsterling pada level 1,2405 USD/GBP.
  • 13:31 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,41% terhadap Euro pada level 1,1147 USD/EUR.
  • 13:30 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,25% terhadap Yen pada level 107,56 JPY/USD.
  • 13:29 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.743 USD/troy ounce.
  • 13:27 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 37,61 USD/barel.
  • 13:26 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 35,27 USD/barel.

Indonesia Butuh Aturan Sanitasi yang Lebih Kuat

Indonesia Butuh Aturan Sanitasi yang Lebih Kuat
WE Online, Jakarta -

Tingkat kesadaran masyarakat Asia terhadap pentingnya permasalahan sanitasi sejauh ini masih cukup tertinggal dibanding masyarakat di Kawasan Amerika dan Eropa. Misalnya saja terkait penggunaan sarung tangan kesehatan untuk berbagai kegiatan guna menjaga tingkat higienis dan kebersihan.

Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk, Ridwan Goh, mengatakan, di negara-negara di Amerika Utara dan juga Eropa, misalnya, mereka sudah benar-benar menyadari fungsi sarung tangan kesehatan karena di antaranya didukung oleh adanya aturan penggunaan yang ketat.

"Kalau di Asia belum (punya aturan itu). Bahkan di tiga negara berpenduduk terbesar di Asia saja juga belum memiliki ketentuan semacam itu,” ujar Ridwan Goh, dalam keterangan resminya, yang diterima Warta Ekonomi, Selasa (7/5/2019).

Baca Juga: Water.org dan Danone-AQUA Tingkatkan Akses Air dan Sanitasi Lewat Kredit Mikro

Karena belum memiliki aturan yang cukup mengikat terkait hal itu, menurut Ridwan, pola penggunaan sarung tangan kesehatan di Indonesia masih berdasarkan kesadaran pribadi yang tentunya sangat terbatas. Selain itu, pertumbuhan penggunaan sarung tangan kesehatan juga lebih karena adanya peningkatan konsumsi dari kelas menengah yang meningkat, sehingga belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

“Kalau kita mengacu pada data Malaysian Rubber Glove Manufacturers Association (MARGMA), pada dasarnya ada tiga penggerak meningkatnya konsumsi sarung tangan kesehatan, yaitu adanya aturan pemerintah, tingkat kemakmuran di negara itu dan terakhir soal kesadaran akan kesehatan,” tutur Ridwan.

Dalam kondisi yang ada di Indonesia, penggerak utama masih berdasarkan kesadaran personal dan didukung oleh membaiknya perekonomian di masyarakat kelas menengah. Sementara untuk dorongan dari aturan pemerintah sejauh ini belum tersedia.

Baca Juga: Ekspor Meningkat, Dorong Peningkatan Laba Mark Dynamics

“Ini yang kita harapkan bahwa agar upaya meningkatkan standar kesehatan ini tidak hanya terbatas soal kesadaran tapi juga dari adanya aturan yang lebih kuat, yang mengikat, sehingga dampaknya bisa lebih menyeluruh ke semua lapisan masyarakat,” tegas Ridwan.

Sebagaimana diketahui, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk merupakan produsen utama cetakan sarung tangan kesehatan yang memasok ke para pelaku utama industri sarung tangan kesehatan di Kawasan Asia. Perusahaan memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia akan cenderung menurun dari tiga persen pada tahun 2018 menjadi 2,9 persen pada tahun 2019 dan diperkirakan bakal stabil pada 2,8 persen di tahun 2020 dan 2021.

Pertumbuhan dengan tren serupa terjadi di Asia Timur dan Pasifik serta Asia Selatan. Indonesia sendiri diyakini memiliki potensi pertumbuhan produksi sarung tangan kesehatan yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan global.

Baca Juga

Tag: PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), sanitasi

Penulis: Taufan Sukma

Editor: Kumairoh

Foto: Annisa Nurfitriyani

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1 SINI 860 800 -60 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 MLPT 575 535 -40 -6.96
4 PTBA 2,090 1,945 -145 -6.94
5 CASS 202 188 -14 -6.93
6 SIPD 1,300 1,210 -90 -6.92
7 TBLA 535 498 -37 -6.92
8 DSSA 20,975 19,525 -1,450 -6.91
9 POLA 58 54 -4 -6.90
10 GGRP 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,730 2,950 220 8.06
2 PURA 75 75 0 0.00
3 TLKM 3,130 3,150 20 0.64
4 BBCA 26,475 25,950 -525 -1.98
5 ICBP 8,325 8,150 -175 -2.10
6 BBNI 3,660 3,830 170 4.64
7 BMRI 4,290 4,470 180 4.20
8 ASII 4,540 4,770 230 5.07
9 PWON 376 362 -14 -3.72
10 KLBF 1,355 1,415 60 4.43