Portal Berita Ekonomi Senin, 01 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:56 WIB. IHSG - 4.626 (26/5), 4.716 (28/5), 4.753 (29/5).
  • 21:55 WIB. KOSPI - 1.994 (25/5), 2.029 (26/5), 2.031 (27/5), 2.028 (28/5), 2.029 (29/5).
  • 21:52 WIB. Hang Seng - 22.952 (25/5), 23.384 (26/5), 23.301 (27/5), 23.132 (28/5), 22.961 (29/5).
  • 21:45 WIB. Shanghai Composite - 2.817 (25/5), 2.846 (26/5), 2.836 (27/5), 2.846 (28/5), 2.852 (29/5).
  • 21:38 WIB. Nikkei 225 - 20.741 (25/5), 21.271 (26/5), 21.419 (27/5), 21.916 (28/5), 21.877 (29/5).
  • 21:28 WIB. FTSE 100 - 6.067 (26/5), 6.144 (27/5), 6.218 (28/5), 6.076 (29/5).
  • 21:26 WIB. Nasdaq - 9.389 (26/5), 9.442 (27/5), 9.416 (28/5), 9.555 (29/5).
  • 21:24 WIB. Dow Jones - 24.995 (26/5), 25.548 (27/5), 25.400 (28/5), 25.383 (29/5).
  • 21:22 WIB. S&P 500 - 2.991 (26/5), 3.036 (27/5), 3.029 (28/5), 3.044 (29/5).

Tenang, Startup Indonesia Tidak Pernah Kehabisan Investor

Tenang, Startup Indonesia Tidak Pernah Kehabisan Investor
WE Online, Jakarta -

Raditya Pramana selaku Partner dari Venturra Discovery, menyatakan bahwa startup di Indonesia tidak akan pernah kehabisan investor, asalkan startup bersangkutan memenuhi beberapa indikator dan kriteria founder yang dicari investor, serta timing penggalangan dana mereka tepat. 

Raditya menyebut bahwa beberapa tahun lalu ada banyak investor atau perusahaan modal ventura (VC), yang dulunya fokus pada pendanaan tahap awal, kemudian “naik kelas” menjadi Series Investor. Fenomena tersebut didorong oleh pengelolaan dana dan portofolio masing-masing yang terus menerus membesar.

Menurutnya, mau tidak mau, VC juga harus menaikkan kapabilitas pendanaan mereka ke ranah seri A ke atas.

Baca Juga: Punya Investor Baru, Gurita Bisnis Perusahaan John Riady Makin Kuat

“Dari tahun 2015 hingga 2018, angka pendanaan seed jumlahnya tidak sampai sepertiga dari tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Raditya seperti dikutip dari Techinasia.com. 

Hal tersebut membuktikan bahwa ekosistem investasi startup semakin matang. Namun di sisi lain berdampak juga kepada perspektif investor pendanaan tahap awal. Akibatnya, ketika siklus permintaan permodalan tahap awal meninggi, tidak sedikit “VC lama” lah yang kembali melirik tahapan tersebut, namun dengan ticket size yang terlalu besar untuk ukuran seed funding. 

“Meskipun seed investor tidak sebanyak dulu, namun saat ini adalah momen yang menarik untuk menanti kemunculan gelombang entrepreneur berikutnya di Indonesia, terlebih lagi dari mereka yang sudah menimba pengalaman dari keberhasilan startup unicorn sekarang," tambah Raditya, yang juga mantan Investment Manager di Venturra Capital, dan resmi diangkat menjadi Partner untuk Venturra Discovery yang mulai diperkenalkan sejak September 2018 silam. 

Baca Juga: 5 Startup Ini Kembangkan Teknologi untuk Tingkatkan Kesehatan Mental

Selain Raditya, Venturra Discovery juga diisi beberapa nama lain seperti CEO Lippo Group John Riady dan mantan CEO Google Indonesia Rudy Ramawy.

Untuk diketahui, Venturra Discovery hingga Mei 2019 telah melakukan empat investasi ke sejumlah startup tahap awal di Indonesia, dua di antaranya adalah Ekrut dan Medigo. Venturra Discovery sendiri menargetkan hendak melakukan sepuluh pendanaan dengan total ketersediaan modal mencapai US$15 juta (sekitar Rp214 miliar) pada 2019.

Baca Juga

Tag: Startup, investor

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Kumairoh

Foto: Unsplash/Venveo

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1 SINI 860 800 -60 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 MLPT 575 535 -40 -6.96
4 PTBA 2,090 1,945 -145 -6.94
5 CASS 202 188 -14 -6.93
6 SIPD 1,300 1,210 -90 -6.92
7 TBLA 535 498 -37 -6.92
8 DSSA 20,975 19,525 -1,450 -6.91
9 POLA 58 54 -4 -6.90
10 GGRP 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,730 2,950 220 8.06
2 PURA 75 75 0 0.00
3 TLKM 3,130 3,150 20 0.64
4 BBCA 26,475 25,950 -525 -1.98
5 ICBP 8,325 8,150 -175 -2.10
6 BBNI 3,660 3,830 170 4.64
7 BMRI 4,290 4,470 180 4.20
8 ASII 4,540 4,770 230 5.07
9 PWON 376 362 -14 -3.72
10 KLBF 1,355 1,415 60 4.43