Portal Berita Ekonomi Kamis, 23 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:10 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.555 USD/troy ounce.
  • 16:09 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 62,45 USD/barel.
  • 16:09 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 55,92 USD/barel.
  • 16:08 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,12% terhadap Poundsterling pada level 1,3126 USD/GBP.
  • 16:07 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,09% terhadap Euro pada level 1,1083 USD/EUR.
  • 16:06 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,41% terhadap Dollar AS pada level 6,93 CNY/USD.
  • 16:05 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,05% terhadap Dollar AS pada level 13.639 IDR/USD.
  • 16:02 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,27% terhadap Yen pada level 109,54 JPY/USD.
  • 16:01 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,62% pada level 3.233.
  • 16:01 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,25% di akhir sesi II.
  • 16:01 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 2,75% pada level 2.976.
  • 16:00 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 1,52% pada level 27.909.
  • 15:32 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,47% pada level 7.536.
  • 15:31 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,98% pada level 23.795.
  • 15:31 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,93% pada level 2.246.

Produktivitas dan Daya Saing RI Masih Rendah, Ini Solusinya

Produktivitas dan Daya Saing RI Masih Rendah, Ini Solusinya - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Lembaga Produktivitas Nasional (LPN) mendorong pemerintah mempercepat peningkatkan produktivitas dan daya saing melalui Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing (GNP2DS) di seluruh Indonesia.

Wakil Ketua LPN, Iskandar Simorangkir mengatakan peningkatan produktivitas menjadi kunci untuk bisa menjadi negara maju dan bisa keluar dari jebakan kelas menengah.

"Untuk itu, LPN akan menjadikan program atau gerakan tersebut menjadi budaya bagi pekerja untuk meningkatkan produktiitas dan daya saing," Kata Iskandar di Jakarta, Jumat (3/5/2018).

Baca Juga: Optimisme Pelaku Bisnis Bakal Menguat di Kuartal II

Tidak hanya program tersebut, kata Iskandar, LPN juga mendorong terciptanya sistem pengupahan yang adil dengan tidak merugikan pekerja dan pemberi kerja (pengusaha). Program ini nanti akan diusulkan kepada pemerintah. 

"Untuk menjadi negara maju, konflik antara pekerja dengan pemberi kerja harus diselesaikan. Makanya kami memberi usulan ke pemerintah sistem pengupahan yang tidak merugikan pekerja dan pemberi kerja," katanya.

Adapun program ketiga, kata Iskandar, yakni peningkatan sumber daya manusia (SDM) sebagai kunci sukses sebuah negara. Untuk itu,  LPN  memberikan masukan kepada presiden bagaimana meningkatkan kualitas SDM sehingga produktivitasnya meningkat.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan SDM Masuki Industri Digital

"Kalau tidak bisa tingkatkan produktivitas, kita akan terjebak ke dalam kelas menengah," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Bina Produktivitas Ditjen Binalattas Kemnaker, M Zuhri menyepakati untuk merevitalisasi atau memberdayakan LPN. Langkah tersebut diambil agar LPN sebagai lembaga bisa memberikan efek terhadap peningkatan produktivitas sebuah bangsa.

Menurut Zuhri, ke depan produktivitas merupakan tolok ukur sebuah bangsa maju yakni bangsa yang produktif.

"Karena itu pilihannya bangsa kita harus produktif agar bisa maju dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain," katanya.

Revolusi 4.0 memberikan keuntungan dan tantangan bagi peningkatan produktivitas tenaga kerja. Tantangan itu, kata dia, khususnya dirasakan benar di bidang pengelolaan human resources dan peningkatan daya saing dalam era globalisasi ini.

"Untuk itu, Kemnaker telah membuat program Triple Skilling, yaitu Skilling, Reskilling dan Upskilling, untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja," ujarnya.

Perlu diketahui, dibandingkan negara-negara lain di Asean, produktivitas Indonesia masih di bawah negara Thailand, Malaysia, terutama Singapura. Penegaskan kinerja yang telah dilakukan dan yang akan dilakukan oleh LPN yakni meningkatkan peran LPN melalui revisi Peraturan Presiden Nomor: Perpres No. 50 Tahun 2005, dan melakukan sinkronisasi lembaga tersebut dengan kegiatan-kegiatan Association Productivity Organization (APO).  

"Implementasi GNP2DS, merupakan salah satu target prioritaskan Kemnaker, "pungkas Zuhri.

Baca Juga

Tag: Sumber Daya Manusia (SDM), Industri 4.0

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Kumairoh

Foto: Medium

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,650.70 3,613.99
British Pound GBP 1.00 17,989.98 17,805.55
China Yuan CNY 1.00 1,977.43 1,957.59
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,694.13 13,557.87
Dolar Australia AUD 1.00 9,414.71 9,318.32
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,761.85 1,744.20
Dolar Singapura SGD 1.00 10,155.08 10,053.29
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,186.79 15,034.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,366.31 3,330.35
Yen Jepang JPY 100.00 12,488.95 12,361.30
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6249.210 15.757 675
2 Agriculture 1389.817 -4.000 21
3 Mining 1481.192 -1.004 49
4 Basic Industry and Chemicals 965.949 11.937 77
5 Miscellanous Industry 1228.455 7.753 51
6 Consumer Goods 2078.820 6.780 57
7 Cons., Property & Real Estate 472.686 0.757 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1096.781 5.772 76
9 Finance 1375.393 1.438 92
10 Trade & Service 745.215 -4.996 167
No Code Prev Close Change %
1 POLA 130 171 41 31.54
2 OMRE 750 930 180 24.00
3 PORT 500 600 100 20.00
4 GMTD 16,000 19,000 3,000 18.75
5 INAF 690 810 120 17.39
6 TIRA 256 300 44 17.19
7 LMAS 113 130 17 15.04
8 NIKL 610 695 85 13.93
9 ALKA 350 398 48 13.71
10 UNIT 161 181 20 12.42
No Code Prev Close Change %
1 PADI 75 50 -25 -33.33
2 GHON 1,580 1,210 -370 -23.42
3 PEGE 152 120 -32 -21.05
4 MTSM 236 190 -46 -19.49
5 PRIM 378 318 -60 -15.87
6 NZIA 690 585 -105 -15.22
7 ALMI 350 308 -42 -12.00
8 OCAP 176 155 -21 -11.93
9 PICO 895 800 -95 -10.61
10 ENVY 492 440 -52 -10.57
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 830 830 0 0.00
2 KPIG 127 129 2 1.57
3 LUCK 630 600 -30 -4.76
4 MNCN 1,720 1,700 -20 -1.16
5 TCPI 6,700 6,875 175 2.61
6 DMND 1,370 1,530 160 11.68
7 GMFI 114 126 12 10.53
8 BBRI 4,710 4,740 30 0.64
9 ABBA 92 92 0 0.00
10 NIKL 610 695 85 13.93