Portal Berita Ekonomi Jum'at, 29 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,33% pada level 2.846.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,12% pada level 2.516.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,66% pada level 6.184.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 2,32% pada level 21.916.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,13% pada level 2.028.

DPD Minta Kematian Ratusan Petugas KPPS Diusut Tuntas Demi Martabat Pemilu 2024

DPD Minta Kematian Ratusan Petugas KPPS Diusut Tuntas Demi Martabat Pemilu 2024
WE Online, Jakarta -

Desakan dari berbagai elemen masyarakat agar penyebab meninggalnya lebih dari 500 petugas pemilu, baik dari KPU (KPPS), Bawaslu (pengawas), dan personel kepolisian, diungkap melalui pembentukan tim pencari fakta semakin menguat.

Setelah berbagai komunitas dokter mendesak agar dilakukan autopsi jasad para petugas pemilu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) juga bakal menyelidiki fakta-fakta penyebab ratusan petugas pemilu yang meninggal. Pengungkapan meninggalnya petugas pemilu sangatlah penting agar bangsa ini ke depan mampu menggelar pemilu yang lebih baik dan bermartabat.

Wakil Ketua Komite I DPD RI Fahira Idris, yang membidangi persoalan politik, hukum, dan HAM, mengungkapkan, negara tidak punyai pilihan lain selain membentuk tim pencari fakta untuk menemukan penyebab banyaknya petugas pemilu meninggal dunia.

Selain agar isu ini tidak menjadi 'bola liar', pengusutan tuntas meninggalnya petugas pemilu harus dilandasi rasa kemanusian sehingga para pembuat kebijakan menjadikan analisis beban kerja petugas pemilu sebagai referensi utama dalam menyusun aturan dan manajemen pemilu ke depan.

Baca Juga: Menteri Kesehatan Beberkan Penyebab Kematian Puluhan Petugas KPPS

"Peristiwa ini kan musibah besar, jadi jangan diseret ke ranah politik. Mari kita bicarakan peristiwa ini dalam bingkai kemanusiaan dan sebagai itikad baik agar peristiwa serupa tidak terulang lagi pada pemilu selanjutnya," tutur Fahira melalui siaran pers, Jumat (10/5/2019).

Politikus Partai NasDem ini melanjutkan, "Bagaimana kita mau menjamin Pemilu 2024, musibah seperti ini tidak terjadi, kalau kita tidak membongkar apa sebenarnya yang menyebabkan 500 lebih petugas pemilu meninggal. Saya minta pemerintah lebih responsif."

Menurut Fahira, jika peristiwa meninggalnya petugas pemilu diendapkan tanpa diungkap sebabnya secara ilmiah dari berbagai sisi, misalnya dari kesehatan, dari manajemen pemilu atau sisi lainnya, justru akan menimbulkan banyak dampak buruk bagi bangsa ini. Selain akan terus menjadi isu liar, penyelenggaraan pemilu ke depan dipastikan terus dibayangi peristiwa memilukan ini.

"Jangan sampai di Pemilu 2024, orang enggan menjadi KPPS atau petugas pemilu karena takut. Kalau ini terjadi, bisa kacau masa depan demokrasi kita. Jangan juga niat untuk mengungkap musibah ini dipandang secara politis, apalagi dianggap sebagai upaya mendelegitimasi hasil pemilu."

Baca Juga: Ratusan Anggota KPPS Wafat, MK Tak Mau Disalahkan

"Pengungkapan meninggalnya petugas pemilu adalah untuk kepentingan bangsa ini yang lebih besar lagi, menyelamatkan demokrasi kita lewat gelaran pemilu yang lebih baik dan bermartabat," pungkasnya. 

Baca Juga

Tag: Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Pemilu, Fahira Idris

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Kahfie Kamaru

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,951.77 3,911.41
British Pound GBP 1.00 18,207.72 18,022.14
China Yuan CNY 1.00 2,071.84 2,051.05
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,842.85 14,695.16
Dolar Australia AUD 1.00 9,831.90 9,732.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,914.56 1,895.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,465.24 10,357.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,359.79 16,191.13
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,411.37 3,372.77
Yen Jepang JPY 100.00 13,763.77 13,625.55
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4716.185 74.630 692
2 Agriculture 971.797 8.596 22
3 Mining 1243.286 -3.438 49
4 Basic Industry and Chemicals 724.798 14.451 78
5 Miscellanous Industry 829.469 25.291 52
6 Consumer Goods 1817.766 -5.862 58
7 Cons., Property & Real Estate 327.509 7.548 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 861.001 -11.328 78
9 Finance 949.013 35.801 93
10 Trade & Service 603.876 4.899 172
No Code Prev Close Change %
1 MCAS 760 950 190 25.00
2 DIVA 655 815 160 24.43
3 VICO 100 124 24 24.00
4 WIIM 115 139 24 20.87
5 NELY 124 146 22 17.74
6 PALM 171 199 28 16.37
7 HDIT 450 520 70 15.56
8 KBLM 284 320 36 12.68
9 DMMX 71 80 9 12.68
10 LPKR 150 169 19 12.67
No Code Prev Close Change %
1 NIRO 143 133 -10 -6.99
2 GLVA 258 240 -18 -6.98
3 HRME 173 161 -12 -6.94
4 TRIS 260 242 -18 -6.92
5 NFCX 1,300 1,210 -90 -6.92
6 IFSH 290 270 -20 -6.90
7 MAPB 1,680 1,565 -115 -6.85
8 ALKA 440 410 -30 -6.82
9 EMTK 4,990 4,650 -340 -6.81
10 KRAH 446 416 -30 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 ICBP 8,325 8,325 0 0.00
2 BBRI 2,630 2,730 100 3.80
3 INDF 5,600 5,675 75 1.34
4 PURA 74 75 1 1.35
5 BBCA 24,825 26,475 1,650 6.65
6 TLKM 3,170 3,130 -40 -1.26
7 BMRI 4,110 4,290 180 4.38
8 BBNI 3,630 3,660 30 0.83
9 ASII 4,350 4,540 190 4.37
10 UNVR 8,200 8,025 -175 -2.13