Portal Berita Ekonomi Senin, 20 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:47 WIB. Pokemon - Gim resmi Pokemon akan rilis di China.
  • 20:46 WIB. Suzuki - Suzuki bantah DR150 meluncur di Jakarta Fair.
  • 20:45 WIB. Avanza - Avanza meluncur di Malaysia, tembus Rp300 juta.
  • 20:27 WIB. Google - Google akan batasi penggunaan Andorid untuk perangkat Huawei.
  • 20:43 WIB. Huawei - Susul AS, perusahaan asal Jerman, Infineon Tecchnologies setop pasok cip ke Huawei.
  • 20:38 WIB. NASA - NASA gandeng SpaceX untuk misi ke Bulan.
  • 20:37 WIB. Smartfren - Smartfren perluas jaringan ke Samarinda dan Balikpapan.
  • 20:36 WIB. Facebook - Penggugat Facebook soal kasus kebocoran data di PN Jaksel bertambah.
  • 20:35 WIB. Huawei - Intel, Qualcomm, dan Broadcom akan susul Google batasi layanannya ke Huawei.
  • 20:32 WIB. Go-Jek - Go-Jek kabarnya akan berekspansi ke Negeri Jiran, Malaysia.
  • 20:29 WIB. Huawei - Huawei sudah punya wacana bikin sistem operasi sendiri.
  • 20:25 WIB. ByteDance - Induk TikTok, ByteDance bikin aplikasi pesan instan penantang WeChat bernama Feiliao.
  • 20:22 WIB. WhatsApp - WhatsApp kini bisa buat krim bitcoin.

DPD Minta Kematian Ratusan Petugas KPPS Diusut Tuntas Demi Martabat Pemilu 2024

DPD Minta Kematian Ratusan Petugas KPPS Diusut Tuntas Demi Martabat Pemilu 2024 - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Desakan dari berbagai elemen masyarakat agar penyebab meninggalnya lebih dari 500 petugas pemilu, baik dari KPU (KPPS), Bawaslu (pengawas), dan personel kepolisian, diungkap melalui pembentukan tim pencari fakta semakin menguat.

Setelah berbagai komunitas dokter mendesak agar dilakukan autopsi jasad para petugas pemilu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) juga bakal menyelidiki fakta-fakta penyebab ratusan petugas pemilu yang meninggal. Pengungkapan meninggalnya petugas pemilu sangatlah penting agar bangsa ini ke depan mampu menggelar pemilu yang lebih baik dan bermartabat.

Wakil Ketua Komite I DPD RI Fahira Idris, yang membidangi persoalan politik, hukum, dan HAM, mengungkapkan, negara tidak punyai pilihan lain selain membentuk tim pencari fakta untuk menemukan penyebab banyaknya petugas pemilu meninggal dunia.

Selain agar isu ini tidak menjadi 'bola liar', pengusutan tuntas meninggalnya petugas pemilu harus dilandasi rasa kemanusian sehingga para pembuat kebijakan menjadikan analisis beban kerja petugas pemilu sebagai referensi utama dalam menyusun aturan dan manajemen pemilu ke depan.

Baca Juga: Menteri Kesehatan Beberkan Penyebab Kematian Puluhan Petugas KPPS

"Peristiwa ini kan musibah besar, jadi jangan diseret ke ranah politik. Mari kita bicarakan peristiwa ini dalam bingkai kemanusiaan dan sebagai itikad baik agar peristiwa serupa tidak terulang lagi pada pemilu selanjutnya," tutur Fahira melalui siaran pers, Jumat (10/5/2019).

Politikus Partai NasDem ini melanjutkan, "Bagaimana kita mau menjamin Pemilu 2024, musibah seperti ini tidak terjadi, kalau kita tidak membongkar apa sebenarnya yang menyebabkan 500 lebih petugas pemilu meninggal. Saya minta pemerintah lebih responsif."

Menurut Fahira, jika peristiwa meninggalnya petugas pemilu diendapkan tanpa diungkap sebabnya secara ilmiah dari berbagai sisi, misalnya dari kesehatan, dari manajemen pemilu atau sisi lainnya, justru akan menimbulkan banyak dampak buruk bagi bangsa ini. Selain akan terus menjadi isu liar, penyelenggaraan pemilu ke depan dipastikan terus dibayangi peristiwa memilukan ini.

"Jangan sampai di Pemilu 2024, orang enggan menjadi KPPS atau petugas pemilu karena takut. Kalau ini terjadi, bisa kacau masa depan demokrasi kita. Jangan juga niat untuk mengungkap musibah ini dipandang secara politis, apalagi dianggap sebagai upaya mendelegitimasi hasil pemilu."

Baca Juga: Ratusan Anggota KPPS Wafat, MK Tak Mau Disalahkan

"Pengungkapan meninggalnya petugas pemilu adalah untuk kepentingan bangsa ini yang lebih besar lagi, menyelamatkan demokrasi kita lewat gelaran pemilu yang lebih baik dan bermartabat," pungkasnya. 

Tag: Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Pemilu, Fahira Idris

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Kahfie Kamaru

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,880.41 3,841.09
British Pound GBP 1.00 18,536.70 18,346.04
China Yuan CNY 1.00 2,109.06 2,088.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,550.00 14,406.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,059.87 9,957.43
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,853.83 1,835.42
Dolar Singapura SGD 1.00 10,577.20 10,468.72
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,240.71 16,075.66
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,485.03 3,448.06
Yen Jepang JPY 100.00 13,203.27 13,069.04

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5907.121 80.253 633
2 Agriculture 1351.935 -9.947 21
3 Mining 1609.598 10.601 47
4 Basic Industry and Chemicals 707.320 17.072 71
5 Miscellanous Industry 1203.823 30.883 46
6 Consumer Goods 2359.388 12.835 52
7 Cons., Property & Real Estate 435.075 5.924 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1079.565 21.890 74
9 Finance 1184.407 20.731 90
10 Trade & Service 783.451 0.917 156
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 140 180 40 28.57
2 JAST 460 575 115 25.00
3 HRME 260 324 64 24.62
4 MTPS 915 1,140 225 24.59
5 DUTI 4,440 5,500 1,060 23.87
6 BELL 386 458 72 18.65
7 MKPI 12,000 13,975 1,975 16.46
8 JSKY 1,065 1,230 165 15.49
9 MYTX 65 74 9 13.85
10 SSTM 352 400 48 13.64
No Code Prev Close Change %
1 RELI 244 202 -42 -17.21
2 LPGI 4,100 3,400 -700 -17.07
3 INPP 840 710 -130 -15.48
4 BIPP 88 75 -13 -14.77
5 PEHA 1,800 1,550 -250 -13.89
6 MTSM 202 176 -26 -12.87
7 IBFN 228 200 -28 -12.28
8 NICK 322 286 -36 -11.18
9 TRIS 266 238 -28 -10.53
10 NIPS 288 260 -28 -9.72
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,790 3,750 -40 -1.06
2 SRIL 328 342 14 4.27
3 MNCN 920 925 5 0.54
4 CPRI 67 73 6 8.96
5 TLKM 3,510 3,600 90 2.56
6 BBCA 25,900 26,900 1,000 3.86
7 ESTI 96 95 -1 -1.04
8 BMRI 7,075 7,225 150 2.12
9 SMGR 10,550 11,250 700 6.64
10 UNTR 24,825 24,500 -325 -1.31