Portal Berita Ekonomi Rabu, 19 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:28 WIB. Gaming - Pasar electronic gaming global naik 9,6% menjadi US$152,1 miliar di tahun 2019.
  • 11:08 WIB. Samsung - Samsung kenalkan Galaxy Note 10 pada 7 Agustus.
  • 11:08 WIB. Berlin - Jerman akam membeli 3 jet bombardier senilai US$268,51 juta.
  • 09:38 WIB. Rupiah - Rupiah menguat 0,37% ke level Rp14.270 per dolar AS. 
  • 09:01 WIB. IHSG - IHSG dibuka menguat 0,51% ke level 6.289,45 di awal sesi I 
  • 09:00 WIB. Washington - DPR AS minta Facebook menunda uang kriptonya.
  • 07:23 WIB. Paris - Boeing akhirnya berhasil menjual 200 unit 737 Max lagi, pertama kali sejak kecelakaan.
  • 06:30 WIB. Karsinogen - Ditemukan karsinogen pada obat valsartan, pil blood-pressure.
  • 23:23 WIB. Libra - Visa, Mastercard, PayPal akan bergabung Facebook membangun uang kripto.
  • 23:13 WIB. Maskapai - Vietnam Airlines minta dukungan Pemerintah untuk membeli 100 pesawat baru.
  • 23:02 WIB. Uang Kripto - Menkeu Prancis mengajak bank sentral Eropa untuk me-review token Facebook.

Ini Dampak Perang Dagang Cina VS Amerika Terhadap Indonesia

Ini Dampak Perang Dagang Cina VS Amerika Terhadap Indonesia - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, menjelaskan kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk memberlakukan bea impor 25 persen kepada produk Cina akan berpengaruh pada Indonesia.

Menurut Darmin, apabila perang dagang berkelanjutan, dampak paling besar akan dirasakan pada perlambatan pertumbuhan ekonomi Cina. Hal tersebut berarti, impor mereka akan turun. "Artinya, ekspor kita ke sana dapat turun," ujarnya di Jakarta, Jumat (10/5/2019).

Nilai perdagangan antara Indonesia dengan Cina, kata Darmin, memang belum dipastikan semakin mengalami defisit. Tapi, yang pasti adalah, nilai ekspor dan impor kedua negara akan menurun.

Darmin menilai, perang dagang antara dua negara ekonomi terbesar dunia ini akan terus berlanjut. Setelah ini, Cina biasanya akan membalas yang kemudian kembali menimbulkan dampak. Selain kedua negara, negara lain pun akan ikut merugi.

Baca Juga: Harga Tiket Bakal Turun, Menteri Darmin Malah Belum Tau Nilainya

"Walaupun kita tidak ikut perang dagang, dampaknya pasti kena," katanya.

Dengan adanya kondisi tersebut, Darmin optimistis, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak akan terganggu signifikan. Bahkan meyakini, target pertumbuhan 5,3 persen sampai akhir tahun masih dapat terwujud.

Keyakinan tersebut berdasarkan indikasi pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2019 yang mengalami pertumbuhan dibanding dengan periode sama pada tahun lalu. Meski hanya tumbuh 0,01 persen, yaitu dari 5,06 persen ke 5,07 persen, Darmin melihat angka tersebut menunjukkan kondisi ekonomi Indonesia masih baik.

Namun demikian, Darmin memastikan, pemerintah kini terus mengkaji untuk mendorong ekspor. Khususnya di sektor-sektor prioritas yang ditetapkan Kementerian Perindustrian dalam roadmap Making Industry 4.0, seperti makanan dan minuman.

"Prioritas tersebut bukan muluk, tapi kapasitasnya sudah ada untuk produksi dan ekspor, kini tinggal tingkatkan," imbuhnya.

Di sisi lain, pemerintah juga akan terus mendorong pengolahan sumber daya alam yang kini menjadi dorongan utama terhadap ekspor Indonesia. Termasuk di antaranya kelapa sawit dan karet.

Pertumbuhan ekspor akan semakin mudah dilakukan mengingat pembangunan infrastruktur strategis yang sudah masif. Selama lima tahun terakhir, pemerintah berupaya menambah dan memaksimalkan infrastruktur guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Dengan itu, kita berharap, tahun ini bisa 5,3 persen dan lebih tinggi lagi di tahun depan," tutupnya.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Tag: Perang Dagang, Darmin Nasution, Ekonomi Indonesia, Ekonomi Global

Penulis/Editor: Irfan Mualim

Foto: Antara/Nova Wahyudi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,824.23 3,785.66
British Pound GBP 1.00 18,022.16 17,842.30
China Yuan CNY 1.00 2,081.78 2,061.17
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,342.00 14,200.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,864.43 9,763.92
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,832.47 1,814.21
Dolar Singapura SGD 1.00 10,487.75 10,382.39
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,060.17 15,898.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,435.21 3,398.76
Yen Jepang JPY 100.00 13,219.65 13,085.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6257.330 66.805 635
2 Agriculture 1388.988 1.248 21
3 Mining 1588.662 -10.722 46
4 Basic Industry and Chemicals 739.579 -1.105 71
5 Miscellanous Industry 1295.411 16.430 47
6 Consumer Goods 2445.115 29.514 52
7 Cons., Property & Real Estate 483.431 15.801 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1172.946 11.538 74
9 Finance 1278.843 17.757 90
10 Trade & Service 802.333 2.985 158
No Code Prev Close Change %
1 BOLA 296 370 74 25.00
2 SMBR 785 980 195 24.84
3 DUTI 3,820 4,750 930 24.35
4 KONI 372 436 64 17.20
5 MKPI 13,600 15,925 2,325 17.10
6 HELI 167 195 28 16.77
7 MIDI 1,020 1,190 170 16.67
8 MNCN 975 1,130 155 15.90
9 BMTR 360 406 46 12.78
10 PICO 268 300 32 11.94
No Code Prev Close Change %
1 BLTZ 4,950 3,800 -1,150 -23.23
2 INPP 995 800 -195 -19.60
3 ARMY 268 220 -48 -17.91
4 FITT 173 143 -30 -17.34
5 NICK 278 236 -42 -15.11
6 SDMU 72 62 -10 -13.89
7 SOSS 430 378 -52 -12.09
8 SMRU 176 156 -20 -11.36
9 KBLV 410 364 -46 -11.22
10 BUVA 112 100 -12 -10.71
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 975 1,130 155 15.90
2 CCSI 250 246 -4 -1.60
3 BMTR 360 406 46 12.78
4 CENT 90 95 5 5.56
5 BBRI 4,200 4,260 60 1.43
6 TLKM 3,900 3,980 80 2.05
7 WEGE 314 332 18 5.73
8 BDMN 4,250 4,110 -140 -3.29
9 POLY 100 99 -1 -1.00
10 SMRU 176 156 -20 -11.36