Portal Berita Ekonomi Sabtu, 30 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:39 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.734 USD/barel.
  • 22:39 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 35,00 USD/barel.
  • 22:38 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 33,71 USD/barel.

Diet Plastik di Kantor Sri Mulyani, Kebijakannya Keren!

Diet Plastik di Kantor Sri Mulyani, Kebijakannya Keren!
WE Online, Jakarta -

Dalam rangka mencintai bumi, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mulai ikut menerapkan larangan penggunaan botol plastik di lingkungan kerjanya. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari botol plastik.

Berikut fakta menarik terkait kebijakan Sri Mulyani yang mulai melarang penggunaan botol plastik di kantornya:

1. Sri Mulyani Diet Plastik

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mulai menggalakkan program diet plastik di lingkuangan Kementerian Keuangan (Kemeneku). Hal itu dilakukan dengan tidak menggunakan botol minuman plastik di kantornya.

Baca Juga: Sri Mulyani Dukung Pembiayaan Ultra Mikro Wisata Daerah Garut

"Di kantor saya, di gedung kita, itu sudah tidak ada lagi minuman botol plastik," katanya.

2. Diet Plastik Menjadi Kewajiban Seluruh Pegawai

Sri Mulyani menegaskan, langkah ini pun harus diikuti oleh seluruh kantor pejabat Eselon I Kemenkeu. Hal ini sebagai kepedulian pada laut Indonesia, yang sudah menjadi terkotor kedua di dunia karena sampah plastik.

"Saya harap di semua Eselon I enggak ada yang menggunakan botol plastik lagi, kalau masih ada tolong laporkan ke saya," kata dia.

3. Cukai Plastik Masih Belum Diputuskan

Sri Mulyani menyatakan pembahasan cukai plastik masih terus dilakukan di internal Kemenkeu."Kita akan usahakan nanti sesuai dengan UU APBN yang sudah mengamanatkan," ujarnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Sampaikan Pesan ke Para Kartini di Kemenkeu, Apa Isinya?

Menurutnya, Direktorat Jenderal Bea Cukai akan menyusun formulasinya dengan ketentuan yang berlaku. "Formulasinya akan dilakukan dengan peraturan perundang-undangan di bawahnya. Jadi kita akan lihat apakah itu membutuhkan PMK (Peraturan Menteri Keuangan) untuk melaksanakan itu," jelas dia.

4. Tujuan dari Diet Plastik

Pemerintah sudah mewacanakan pengenaan cukai pada plastik. Hal itu bertujuan untuk mengurangi konsumsi plastik juga sampah plastik di Indonesia.

Kendati demikian, Sri Mulyani tak bisa memastikan apakah kebijakan cukai plastik bisa diterpakan pada tahun ini. "Nanti akan kita coba lihat bagaimana kecepatan dalam penyelesaian peraturannya," tutup Sri Mulyani.

5. Kantong Plastik akan Dilarang di Pasar Tradisional

Kebijakan melarang penggunaan kantong plastik ke depannya secara bertahap juga akan menyasar hingga ke pasar-pasar tradisional, tetapi untuk saat ini masih dimulai penerapannya di sejumlah pusat perbelanjaan ritel modern.

"(Kebijakan larangan penggunaan plastik) akan secara bertahap, pasti masuk ke pasar-pasar tradisional," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rosa Vivien Ratnawati.

Baca Juga: Soal Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Sri Mulyani Bilang Gini

Menurut dia, pihaknya juga telah membuat road map atau peta jalan untuk produsen antara lain bagaimana untuk tidak merancang kantong plastik yang hanya digunakan sekali pakai. Dia mengungkapkan, tiga pihak yang disasar untuk ditargetkan adalah industri manufaktur, ritel, serta beragam industri jasa makanan seperti katering dan restoran.

6. Tanggapan Pengusaha dengan Pelarangan Kantong Plastik

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengklaim larangan penggunaan kantong plastik yang telah diterapkan oleh sejumlah daerah sebenarnya menguntungkan bagi ritel. Namun, meski mengurangi biaya operasional bagi peritel, kebijakan itu menjadi dilema lantaran konsumen memiliki hak untuk membawa barang belanjaan mereka bukan dengan tangan kosong.

Di sisi lain, jika konsumen ditawari untuk membeli kantong sekali pakai untuk membawa barang belanjaan, konsumen masih banyak yang menolak.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Baca Juga

Tag: Sri Mulyani Indrawati, Kementerian Keuangan (Kemenkeu)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Antara/Wahyu Putro A

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1 SINI 860 800 -60 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 MLPT 575 535 -40 -6.96
4 PTBA 2,090 1,945 -145 -6.94
5 CASS 202 188 -14 -6.93
6 SIPD 1,300 1,210 -90 -6.92
7 TBLA 535 498 -37 -6.92
8 DSSA 20,975 19,525 -1,450 -6.91
9 POLA 58 54 -4 -6.90
10 GGRP 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,730 2,950 220 8.06
2 PURA 75 75 0 0.00
3 TLKM 3,130 3,150 20 0.64
4 BBCA 26,475 25,950 -525 -1.98
5 ICBP 8,325 8,150 -175 -2.10
6 BBNI 3,660 3,830 170 4.64
7 BMRI 4,290 4,470 180 4.20
8 ASII 4,540 4,770 230 5.07
9 PWON 376 362 -14 -3.72
10 KLBF 1,355 1,415 60 4.43