Portal Berita Ekonomi Rabu, 27 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Kredit Motor Lebih Murah daripada Naik Ojol, Masa Iya?

Kredit Motor Lebih Murah daripada Naik Ojol, Masa Iya?
WE Online, Jakarta -

Masyarakat di Indonesia saat ini dimanjakan dengan berbagai macam tawaran moda transportasi umum. Namun, kenaikan tarif yang ditetapkan pemerintah untuk ojek online banyak disayangkan penikmat jasa dan juga para driver. Benarkah, ongkos ojek online saat ini jatuhnya lebih mahal daripada kredit motor?

Tidak semua pengguna ojek online ini merasa nyaman dengan ketetapan tarif tersebut. Seperti yang diketahui, pemerintah baru saja menetapkan tarif baru untuk ojek online (Ojol) hingga Rp2.500 per kilometer.

Pasalnya, mereka merasa tarif yang ditetapkan sidikit lebih mahal sehingga pengeluaran pun makin besar. Apalagi di kondisi tertentu, tarif Ojol lebih mahal dibandingkan dengan yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga: Harusnya Pemerintah Buat Aturan Promo Ojol

“Selalu ada kelebihan dan keuntungan jika kita memilih untuk menggunakan moda transportasi publik. Keuntungannya, lebih hemat tenaga dan tidak perlu repot menentukan rute perjalanan agar tidak terkena macet, tapi kekurangannya kita harus menyediakan dana lebih untuk biaya perjalanan,” ungkap Perencana keuangan, Endy Kurniawan.

Untuk mengetahui perbandingan mana yang lebih hemat antara menggunakan ojek online dan membawa kendaraan sendiri, Endy pun memberikan gambaran jelas untuk Anda.

“Bila kita membeli motor baru dengan harga berkisar antara Rp14 juta sampai Rp20 juta, tentunya kita sudah bisa memperkiran berapa biaya cicilan yang harus di simpan setiap bulannya. Misalkan saja, untuk jangka waktu 35 kali bayar, berarti biaya yang harus di keluarkan untuk membayar cicilan sebesar Rp900.000,” ungkapnya.

Baca Juga: 75% Pelanggan Tidak Puas atas Tarif Baru, Permintaan Jasa Ojol Amblas

Harga total kendaraan akan lebih murah lagi jika tenor cicilan lebih pendek. Meskipun dari sisi cicilan terlihat lebih mahal. Biaya tambahan yang perlu dikeluarkan hanya biaya perawatan yang rata-rata dua kali setahun. Juga biaya bahan bakar (BBM) sesuai dengan kebutuhan perjalanan.

“Sebagai contoh, motor yang di gunakan berjenis matic, untuk menempuh jarak dari rumah ke kantor Sejauh 51,7 km paling tidak membutuhkan bensin sebanyak 1 liter perhitungan kasarnya adalah 50 km/liter. Berarti untuk per 10 km nya motor yang digunakan mengkonsumsi 0,2 liter,” jelas perencana keuangan dari Salama Mitra Investasi itu.

Sementara itu, jika melihat harga BBM saat ini ‎untuk jenis pertalite Rp7. 650 dan pertamax Rp9.850 per liter.

Bila melihat hal ini maka, biaya yang harus dikeluarkan untuk jarak 10 km sebesar Rp1.530 jika menggunakan pertalite, sedangkan jika menggunakan pertamax biaya yang dikeluarkan sebesar Rp1.970.

Jika dikalikan dalam waktu satu bulan biaya yang harus dikeluarkan untuk bensin sebesar Rp45.900 sampai Rp59.100. Artinya, biaya yang harus dikeluarkan per bulan hanya Rp1 juta hingga Rp1,2 juta termasuk biaya perawatan.

Bandingkan dengan biaya untuk membayar Ojol. Jika suami istri bepergian setiap hari menggunakan Ojol, biaya yang dikeluarkan tentu sangat besar.

Baca Juga: Wajib Lindungi Pengguna, Begini Langkah Go-Jek dan Grab Patuhi Aturan Ojek Online

“Jika dalam satu bulan butuh hampir Rp59.100 untuk bensin jika menggunakan pertamax dan ditambah dengan biaya cicilan serta perwatan. Total pasti yang harus dikeluarkan se tiap bulannya bisa mencapai Rp1.159.100,” katanya.

Bila dibandingkan dengan biaya menggunakan ojek online tentunya akan jauh berbeda, karena untuk ojek online menetapkan tarifnya sesuai dengan berapa kilometer tempat yang akan dituju.

Hal senada pun juga dijelaskan oleh perencana keuangan dari Independent Financial Planner,Tatadana Consulting, Aprida, seperti yang di ketahui saat ini ketetapan tarif ojek online sudah naik disesuaikan dengan jarak per kilometer.

Aprida menambahkan, kita harus mempersiapkan dana lebih jika ingin menggunakan transportasi umum seperti ride sharing yang bisa memerlukan biaya anatara Rp20 ribu hingga Rp50 ribu untuk perjalanan yang membutuhkan jarak lebih panjang.

“Saya pun pernah mencoba menggunakan ojek online untuk berangkat kekantor. Dari Kebayoran Baru ke Depok, saya dikenakan tarif sebesar Rp59.000. Artinya jika saya melakukan perjalanan pulang-pergi selama sebulan bekerja (22 hari) dengan menggunakan ojek online bisa mencapai Rp1,2juta. Jika dikalikan dalam setahun bisa mencapai Rp15,7 jutaan,” ungkap Aprida.

Baca Juga: Waduh! Tarif Ojol Bakal Dievaluasi Ulang

Aprida menambahkan hal ini akan lebih menguntungkan bila kita memilih untuk pindah ke moda transportasi lain yang lebih terjangkau atau menggunakan kendaraan pribadi.

Pastinya kita akan bisa menyimpan anggaran dana untuk kebutuhan yang lain. Dengan menggunakan kendaraan pribadi biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih hemat.

“Selalu ada keuntungan dan kelebihan dari setiap pilihan. Hanya saja dengan membawa kendaraan sendiri kita bisa menyisihkan sebagian dana dari penghasilan bulanan,” jelas Aprida.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Ojek Online, Kementerian Perhubungan (Kemenhub)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,951.00 3,910.65
British Pound GBP 1.00 18,129.25 17,941.51
China Yuan CNY 1.00 2,082.33 2,061.41
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,847.87 14,700.13
Dolar Australia AUD 1.00 9,743.17 9,643.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,915.16 1,896.03
Dolar Singapura SGD 1.00 10,437.87 10,332.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,200.51 16,037.84
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,404.69 3,366.96
Yen Jepang JPY 100.00 13,767.15 13,627.64
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4626.799 80.847 692
2 Agriculture 962.303 -5.448 22
3 Mining 1255.099 16.003 49
4 Basic Industry and Chemicals 700.086 19.036 78
5 Miscellanous Industry 801.515 49.211 52
6 Consumer Goods 1833.764 11.999 58
7 Cons., Property & Real Estate 319.343 -0.308 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 879.965 19.595 78
9 Finance 905.095 18.290 93
10 Trade & Service 593.053 5.938 172
No Code Prev Close Change %
1 MDLN 50 67 17 34.00
2 LPLI 57 70 13 22.81
3 ETWA 50 60 10 20.00
4 LAND 260 300 40 15.38
5 KOBX 85 95 10 11.76
6 WEHA 78 87 9 11.54
7 TRIS 234 260 26 11.11
8 TKIM 4,030 4,470 440 10.92
9 BUVA 55 61 6 10.91
10 ADMG 83 92 9 10.84
No Code Prev Close Change %
1 HRME 200 186 -14 -7.00
2 PSDN 129 120 -9 -6.98
3 PEGE 172 160 -12 -6.98
4 STTP 10,100 9,400 -700 -6.93
5 REAL 58 54 -4 -6.90
6 POLL 8,725 8,125 -600 -6.88
7 INOV 320 298 -22 -6.88
8 AKPI 408 380 -28 -6.86
9 MYOH 1,025 955 -70 -6.83
10 JAST 132 123 -9 -6.82
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,480 2,520 40 1.61
2 BBCA 23,825 24,850 1,025 4.30
3 PURA 83 79 -4 -4.82
4 ASII 3,970 4,330 360 9.07
5 TOWR 920 930 10 1.09
6 TLKM 3,180 3,250 70 2.20
7 IPTV 386 382 -4 -1.04
8 BMRI 4,070 4,100 30 0.74
9 MDLN 50 67 17 34.00
10 PGAS 830 890 60 7.23