Portal Berita Ekonomi Minggu, 05 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

People Power, People Power, Kapan Dewasanya?

People Power, People Power, Kapan Dewasanya?
WE Online, Jakarta -

Calon wakil presiden nomor urut  01, Ma'ruf Amin angkat suara terkait permyataan beberapa tokoh yang menyerukan people power, sebagai upaya mengecam dugaan kecurangan selama Pemilu 2019.

Menurutnya, hal tersebut tidak pantas dilakukan oleh para tokoh nasional, seharusnya para tokoh ini lebih mengutamakan keutuhan bangsa dan negara ketimbang menggelar aksi people power.

"Ya saya kira kita lebih baik melihat bahwa keutuhan negara harus diutamakan," katanya kepada wartawan, di Jakarta, Minggu (12/5/2019).

Baca Juga: Soal People Power, DPR Minta Masyarakat Jangan Terpancing

Lanjutnya, ia mengatakan terkait kalah dan menang dalam pemilu adalah hal lumrah. Sambungnya, ia mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk lebih dewasa dalam berdemokrasi.

"Kalah menang itu kan artinya kita anggap biasa, jangan anggap kita kalah kemudian people power. Kapan kita bisa dewasa berdemokrasi?" katanya lagi.

Baca Juga: Katanya Teman, Ditanya Soal Eggi Sudjana, Mardani Ogah Jawab

Lebih tegas, Ma'ruf meminta agar semua pihak tak menodai pesta demokrasi itu dengan cara-cara inkonstitusional pada karena Indonesia menggelar pemilu selama lima tahun sekali. Ia pun meminta kepada pihak-pihak yang menemukan kecurangan untuk menempuh jalur hukum ketimbang menggelar people power.

"Ya sesuai aturan, kita ada mekanisme yang kita tempuh, melalui jalur hukum, Bawaslu, MK, jangan diluar aturan konstitusi," jelasnya.

Baca Juga

Tag: Eggi Sudjana, Kivlan Zen, Maruf Amin, Komisi Pemilihan Umum (KPU)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Septianda Perdana

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,903.38 3,863.51
British Pound GBP 1.00 18,244.37 18,061.39
China Yuan CNY 1.00 2,071.79 2,050.85
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,638.83 14,493.17
Dolar Australia AUD 1.00 10,143.25 10,033.62
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,888.83 1,870.01
Dolar Singapura SGD 1.00 10,496.79 10,388.62
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,462.83 16,294.67
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,416.30 3,379.15
Yen Jepang JPY 100.00 13,614.98 13,478.26
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4973.794 7.014 694
2 Agriculture 1035.202 -3.361 22
3 Mining 1268.499 25.710 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.463 13.240 80
5 Miscellanous Industry 874.938 -3.179 52
6 Consumer Goods 1815.479 0.475 57
7 Cons., Property & Real Estate 321.161 -5.097 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 897.578 2.421 78
9 Finance 1073.299 -2.447 93
10 Trade & Service 605.597 0.226 172
No Code Prev Close Change %
1 BBHI 103 139 36 34.95
2 EPAC 199 268 69 34.67
3 INDS 1,940 2,420 480 24.74
4 AMAR 308 384 76 24.68
5 PDES 390 470 80 20.51
6 MARK 540 650 110 20.37
7 DNAR 226 270 44 19.47
8 DAYA 600 700 100 16.67
9 DSSA 19,500 22,400 2,900 14.87
10 GLOB 168 190 22 13.10
No Code Prev Close Change %
1 ARKA 372 346 -26 -6.99
2 MSIN 316 294 -22 -6.96
3 SMMA 17,700 16,475 -1,225 -6.92
4 BIKA 188 175 -13 -6.91
5 FOOD 145 135 -10 -6.90
6 INPS 1,960 1,825 -135 -6.89
7 HDFA 160 149 -11 -6.88
8 PRAS 146 136 -10 -6.85
9 AMFG 3,070 2,860 -210 -6.84
10 PLIN 2,640 2,460 -180 -6.82
No Code Prev Close Change %
1 PURA 97 92 -5 -5.15
2 TOWR 1,040 1,090 50 4.81
3 PTPP 980 955 -25 -2.55
4 BCAP 158 158 0 0.00
5 TKIM 6,500 6,250 -250 -3.85
6 TCPI 4,340 4,150 -190 -4.38
7 TLKM 3,140 3,120 -20 -0.64
8 MNCN 890 915 25 2.81
9 JPFA 1,150 1,175 25 2.17
10 MAIN 570 615 45 7.89