Portal Berita Ekonomi Sabtu, 06 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:58 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 2,06% pada level 9.814.
  • 10:57 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 3,15% pada level 27.110.
  • 10:56 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup positif 2,64% pada level 3.193.
  • 10:55 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.685 USD/troy ounce.
  • 10:54 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 42,30 USD/barel.
  • 10:53 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 39,55 USD/barel.

Jika Tak Diungkap, Kematian Petugas KPPS Selalu Bayangi Pemilu

Jika Tak Diungkap, Kematian Petugas KPPS Selalu Bayangi Pemilu
WE Online, Jakarta -

Desakan berbagai elemen masyarakat meminta pembentukan tim pencari fakta (TPF) untuk mengungkap penyebab meninggalnya lebih dari 500 petugas pemilu semakin menguat. 

Setelah berbagai komunitas dokter mendesak agar dilakukan autopsi jasad para petugas pemilu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) juga akan menyelidiki fakta-fakta penyebab ratusan petugas pemilu yang meninggal. 

Pengungkapan banyaknya petugas pemilu yang meninggal dinilai sangat penting agar bangsa ini ke depan mampu menggelar pemilu yang lebih bermartabat.

Wakil Ketua Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Fahira Idris mengungkapkan, negara tidak mempunyai pilihan lain selain membentuk TPF untuk mengungkap penyebab banyaknya petugas pemilu yang meninggal.

Baca Juga: Fahira Idris Dukung Terobosan Anies Perluas Cakupan Bebas PBB

Selain agar isu ini tidak simpang siur, kata Fahira, pengusutan penyebab meninggalnya petugas pemilu harus dilandasi rasa kemanusian. Hasilnya harus menjadi referensi pembuat kebijakan agar menjadikan analisis beban kerja petugas pemilu sebagai referensi utama dalam menyusun aturan dan manajemen pemilu ke depan. 

“Peristiwa ini kan musibah besar bagi bangsa ini, jadi jangan diseret ke ranah politik. Mari kita bicarakan peristiwa ini dalam bingkai kemanusiaan dan sebagai iktikad baik agar peristiwa serupa tidak terulang lagi pada pemilu-pemilu selanjutnya. Bagaimana kita mau menjamin (berjalan baik-red) Pemilu pada 2024 musibah seperti tidak terjadi, kalau kita tidak membongkar apa sebenarnya yang menyebabkan 500 orang lebih petugas pemilu meninggal. Saya minta pemerintah lebih responsif,” tutur Fahira Idris dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Senin (13/5/2019). 

Baca Juga: Ratusan Petugas KPPS Meninggal, Kemenkes Bakal Digarap DPR

Menurut Fahira, jika peristiwa meninggalnya lebih dari 500 petugas pemilu diendapkan saja tanpa diungkap sebabnya secara ilmiah, justru akan melahirkan banyak dampak buruk bagi bangsa ini. 

Selain akan terus menjadi isu liar, penyelenggaraan pemilu ke depan dipastikan akan terus dibayangi peristiwa memilukan ini.

“Jangan sampai Pemilu 2024, orang pada enggan menjadi KPPS atau petugas pemilu karena takut. Kalau ini terjadi, bisa kacau masa depan demokrasi kita. Jangan juga niat untuk mengungkap musibah ini dipandang secara politis apalagi dianggap sebagai upaya mendelegitimasi hasil pemilu," tuturnya.

Fahira menilai pengungkapan meninggalnya petugas pemilu untuk kepentingan bangsa yang lebih besar lagi.

Baca Juga: Ratusan Petugas KPPS Meninggal, Perludem Salahkan DPR

"Menyelamatkan demokrasi kita lewat gelaran pemilu yang lebih baik dan bermartabat,” tutur Senator dari Jakarta ini. 

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Pemilu, Pemilu Presiden (Pilpres), Komisi Pemilihan Umum (KPU), Fahira Fahmi Idris

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,774.27 3,735.72
British Pound GBP 1.00 17,840.66 17,661.74
China Yuan CNY 1.00 1,992.25 1,972.18
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,170.50 14,029.50
Dolar Australia AUD 1.00 9,848.50 9,749.10
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,828.43 1,810.21
Dolar Singapura SGD 1.00 10,141.34 10,035.41
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,050.93 15,889.81
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,317.06 3,277.92
Yen Jepang JPY 100.00 12,990.92 12,860.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4947.782 31.078 693
2 Agriculture 1005.979 2.246 22
3 Mining 1279.030 9.869 49
4 Basic Industry and Chemicals 756.813 -4.797 78
5 Miscellanous Industry 899.382 35.666 52
6 Consumer Goods 1816.718 -5.780 58
7 Cons., Property & Real Estate 342.717 5.540 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 906.783 3.973 78
9 Finance 1031.378 8.454 93
10 Trade & Service 615.344 6.666 173
No Code Prev Close Change %
1 JAST 102 137 35 34.31
2 FOOD 85 114 29 34.12
3 MTSM 138 185 47 34.06
4 CMNP 1,500 1,875 375 25.00
5 SAPX 1,460 1,825 365 25.00
6 TECH 216 270 54 25.00
7 IMAS 520 645 125 24.04
8 TPMA 226 276 50 22.12
9 OASA 318 386 68 21.38
10 INPP 705 855 150 21.28
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 100 93 -7 -7.00
2 NATO 432 402 -30 -6.94
3 JAWA 73 68 -5 -6.85
4 INPS 2,920 2,720 -200 -6.85
5 KBLV 470 438 -32 -6.81
6 MPRO 890 830 -60 -6.74
7 TMPO 149 139 -10 -6.71
8 NIRO 150 140 -10 -6.67
9 MARI 135 126 -9 -6.67
10 INCI 394 368 -26 -6.60
No Code Prev Close Change %
1 PURA 77 74 -3 -3.90
2 BBRI 3,060 3,110 50 1.63
3 TLKM 3,300 3,230 -70 -2.12
4 PWON 414 462 48 11.59
5 BBCA 28,950 28,625 -325 -1.12
6 BBTN 975 1,055 80 8.21
7 BMRI 4,730 4,850 120 2.54
8 TOWR 1,015 1,065 50 4.93
9 PGAS 955 1,030 75 7.85
10 BBNI 4,140 4,250 110 2.66