Portal Berita Ekonomi Sabtu, 04 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:36 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,08% terhadap Euro pada level 1,1248 USD/EUR.
  • 09:35 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,12% terhadap Poundsterling pada level 1,2438 USD/GBP.
  • 09:34 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,32 USD/barel.
  • 09:32 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 ditutup melemah 1,33% pada level 6.157.
  • 09:31 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Yen pada level 107,51 JPY/USD.
  • 09:30 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.772 USD/troy ounce.

Apa Itu Window Dressing?

Apa Itu Window Dressing?
WE Online, Jakarta -

Kesehatan finansial dan portofolio bisnis menjadi pertimbangan utama bagi investor sebelum menjatuhkan pilihan investasinya. Oleh sebab itu, suatu perusahaan saling berlomba untuk menunjukkan yang terbaik di mata investor melalui strategi window dressing.

Baca Juga: Apa Itu Prospektus?

Window dressing adalah strategi yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk menarik hati investor dengan cara mempercantik laporan atau kinerja keuangan dan portofolio bisnis yang dimilikinya. Tujuannya tentu saja untuk meyakinkan investor dalam menanamkan modal investasi yang menguntungkan bagi perusahaan tersebut.

Window Dressing = Manipulasi Perusahaan?

Window dressing secara sederhana mengacu pada upaya membuat laporan keuangan perusahaan terlihat lebih baik daripada realitas yang ada. Oleh karena itu, window dressing acap kali dikonotasikan negatif karena ada potensi untuk tindakan memanipulasi angka, data, dan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut.

Baca Juga: Apa Itu Blue Chip?

Melalui proses manipulasi tersebut, perusahaan menampilkan hasil atau kinerja yang baik sehingga investor semakin yakin bahwa dengan berinvestasi dalam perusahaan tersebut, ia akan menuai keuntungan yang besar.

Jika saja sang investor tidak cermat dan tidak kritis, sudah dapat dipastikan bahwa ia akan masuk ke dalam perangkap yang dipasang oleh perusahaan.

Cara yang paling umum dilakukan perusahaan untuk menutupi manipulasi data, yaitu dalam laporan keuangan perusahaan akan menyajikan informasi penjualan aset. Namun, di saat bersamaan, perusahaan juga menyajikan informasi bahwa mereka baru saja membeli aset baru atau melakukan operasional lainnya menggunakan dana dari penjualan aset tersebut.

Baca Juga: Apa Itu Cut Loss?

Hal itu dilakukan untuk memengaruhi psikologis investor bahwa perusahaan yang bersangkutan memutar keuangannya dengan baik.

Kabar baiknya, manipulasi yang demikian tidak akan berhasil diterapkan pada investor yang sudah andal. Oleh sebab itu, investor harus mempunyai ketajaman dan pengalaman dalam menganalisis laporan arus kas dan aset jangka panjang dari perusahaan suatu perusahaan.

Window Dressing dalam Reksa Dana

Aksi window dressing sangat umum ditemukan pada model investasi reksa dana. Strategi yang dilakukan oleh pengelola reksa dana, yaitu ketika masuk pada akhir periode publikasi laporan keuangan, mereka dengan cepat menjual saham dalam portofolio mereka yang kinerjanya kurang baik.

Baca Juga: Apa Itu Reksa Dana?

Adapun dana hasil penjualan tersebut akan segera dibelanjakan kembali untuk membeli saham yang berada dalam kisaran kinerja tinggi. Hanya saham-saham dengan kinerja yang tinggi itulah yang akan ditampilkan kepada investor melalui portofolio reksa dana.

Melalui strategi tersebut, investor pemula yang masih lugu akan menilai bahwa portofolio saham dari pengelola reksa dana tersebut sangat baik sehingga menarik minat mereka untuk berinvestasi. 

Baca Juga

Tag: Window Dressing, Fund Manager, Financial Planner, Analisis Teknikal, Analisis Fundamental, Istilah Investasi, Istilah Bisnis

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Freepik

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,903.38 3,863.51
British Pound GBP 1.00 18,244.37 18,061.39
China Yuan CNY 1.00 2,071.79 2,050.85
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,638.83 14,493.17
Dolar Australia AUD 1.00 10,143.25 10,033.62
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,888.83 1,870.01
Dolar Singapura SGD 1.00 10,496.79 10,388.62
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,462.83 16,294.67
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,416.30 3,379.15
Yen Jepang JPY 100.00 13,614.98 13,478.26
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4973.794 7.014 694
2 Agriculture 1035.202 -3.361 22
3 Mining 1268.499 25.710 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.463 13.240 80
5 Miscellanous Industry 874.938 -3.179 52
6 Consumer Goods 1815.479 0.475 57
7 Cons., Property & Real Estate 321.161 -5.097 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 897.578 2.421 78
9 Finance 1073.299 -2.447 93
10 Trade & Service 605.597 0.226 172
No Code Prev Close Change %
1 BBHI 103 139 36 34.95
2 EPAC 199 268 69 34.67
3 INDS 1,940 2,420 480 24.74
4 AMAR 308 384 76 24.68
5 PDES 390 470 80 20.51
6 MARK 540 650 110 20.37
7 DNAR 226 270 44 19.47
8 DAYA 600 700 100 16.67
9 DSSA 19,500 22,400 2,900 14.87
10 GLOB 168 190 22 13.10
No Code Prev Close Change %
1 ARKA 372 346 -26 -6.99
2 MSIN 316 294 -22 -6.96
3 SMMA 17,700 16,475 -1,225 -6.92
4 BIKA 188 175 -13 -6.91
5 FOOD 145 135 -10 -6.90
6 INPS 1,960 1,825 -135 -6.89
7 HDFA 160 149 -11 -6.88
8 PRAS 146 136 -10 -6.85
9 AMFG 3,070 2,860 -210 -6.84
10 PLIN 2,640 2,460 -180 -6.82
No Code Prev Close Change %
1 PURA 97 92 -5 -5.15
2 TOWR 1,040 1,090 50 4.81
3 PTPP 980 955 -25 -2.55
4 BCAP 158 158 0 0.00
5 TKIM 6,500 6,250 -250 -3.85
6 TCPI 4,340 4,150 -190 -4.38
7 TLKM 3,140 3,120 -20 -0.64
8 MNCN 890 915 25 2.81
9 JPFA 1,150 1,175 25 2.17
10 MAIN 570 615 45 7.89