Portal Berita Ekonomi Rabu, 16 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:30 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.478 USD/troy ounce
  • 13:29 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 59,03 USD/barel
  • 13:28 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 53,09 USD/barel
  • 13:27 WIB. Valas - Dollar melemah 0,12% terhadap Yen pada level 108,73 Yen/USD
  • 13:25 WIB. Valas - Dollar menguat 0,11% terhadap Poundsterling pada level 1,2773 USD/Pound
  • 13:23 WIB. Valas - Dollar melemah 0,16% terhadap Euro pada level 1,1051 USD/Euro
  • 12:05 WIB. IHSG - IHSG ditutup melemah 0,15% di akhir sesi I.

H-5 Idulfitri Jadi Puncak Konsumsi BBM, Gasoline Capai 137 Ribu KL

H-5 Idulfitri Jadi Puncak Konsumsi BBM, Gasoline Capai 137 Ribu KL - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Puncak konsumsi bahan bakar minyak (BBM) pada Idulfitri 1440 H diperkirakan terjadi pada H-5 untuk jenis gasoline (bensin). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Koordinator Posko Nasional, Rida Mulyana mengatakan, hal tersebut akan jatuh tepat pada 31 Mei 2019.

Pada tanggal tersebut, menurutnya, konsumsi gasoline diperkirakan akan meningkat hingga 137 ribu kiloliter (kl). Sebaliknya, pada periode yang sama suplai gasoil (solar) akan mengalami penurunan lantaran pembatasan angkutan barang mulai berlaku.

"Berdasarkan data empiris sepertinya konsumsi gasoline di H-5 Lebaran, yaitu 31 Mei 2019," jelas Rida dalam keterangannya di Jakarta, Senin (13/5/2019).

Baca Juga: 112 SPBU Siap Jaga Pasokan BBM Jalur Tol Trans Jawa

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Djoko Siswanto membeberkan proyeksi jumlah konsumsi BBM. Premium naik 10,1% atau 35.093 dari kondisi normal, yaitu 31.870 kl. Pertalite naik 16% atau 57.933 kl dari 49.943 kl, pertamax atau AKR 92 naik 32,5% atau 13.578 kl dari 10.248 kl, avtur naik 8,3% atau 13.414 kl dari 14.542 kl, dan turbo naik 14,2% atau 602 kl dari 532 kl.

"Sementara untuk jenis gasoil, seperti solar, turun 11% atau 34.552 kl dari konsumsi normal 38.824 kl," jelas Djoko.

Secara umum, rata-rata kenaikan gasoline sebesar  15,8% menjadi 107.206 kl dan gasoil turun 10,4% menjadi 36.226. Meski ada kenaikan konsumsi, stok BBM dipastikan berada dalam kondisi aman.

Mengatisipasi hal tersebut, pemerintah telah berupaya mengamankan pasokan BBM untuk masyarakat dan siap memberikan pelayanan terbaik dengan terus menjaga ketersediaan stok dan mempersiapkan pengelolaan distribusi dengan baik.

Pemerintah juga membentuk posko satuan tugas (satgas) khusus BBM di kantor pusat dan daerah. Langkah ini diambil guna mempertahankan ketahanan stok BBM selama periode Idulfitri 2019.

Dalam mengamankan pasokan BBM, Kementerian ESDM juga meningkatkan distribusi BBM melalui penambahan armada mobil tangki, penyiapan kantong BBM, penyiapan produk BBM dalam kemasan, serta keandalan fasilitas pelayanan selama 24 jam.

Baca Juga: Pertamina Jamin Pasokan BBM Aman di Tol Trans Jawa

"Sesuai pesan Pak Menteri Jonan setelah melakukan kunjungan lapangan di tol TransJawa kemarin, dispanser yang ada di SPBU di tol-tol baru harap juga segera dipasang nozzle," pungkas Djoko.

Baca Juga

Tag: Bahan Bakar Minyak (BBM), Arus Mudik Lebaran, PT Pertamina (Persero)

Penulis: Bambang Ismoyo

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,801.71 3,763.08
British Pound GBP 1.00 18,180.29 17,996.58
China Yuan CNY 1.00 2,009.72 1,989.64
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,257.93 14,116.07
Dolar Australia AUD 1.00 9,604.14 9,505.76
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,817.73 1,799.53
Dolar Singapura SGD 1.00 10,394.35 10,289.43
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,722.22 15,564.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,402.04 3,365.78
Yen Jepang JPY 100.00 13,120.39 12,988.65

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6158.166 31.289 658
2 Agriculture 1344.671 -3.608 20
3 Mining 1608.393 -3.471 48
4 Basic Industry and Chemicals 887.968 24.249 74
5 Miscellanous Industry 1145.695 -2.323 50
6 Consumer Goods 2174.111 9.963 54
7 Cons., Property & Real Estate 501.457 1.148 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1212.948 2.953 75
9 Finance 1237.732 3.756 90
10 Trade & Service 801.990 3.006 165
No Code Prev Close Change %
1 IRRA 374 560 186 49.73
2 SLIS 630 785 155 24.60
3 PYFA 160 198 38 23.75
4 HDFA 125 147 22 17.60
5 ISSP 179 210 31 17.32
6 INTD 150 175 25 16.67
7 RODA 204 230 26 12.75
8 PNLF 268 300 32 11.94
9 INKP 6,275 7,000 725 11.55
10 FILM 216 238 22 10.19
No Code Prev Close Change %
1 PDES 1,340 1,105 -235 -17.54
2 ALKA 482 404 -78 -16.18
3 INAF 1,335 1,210 -125 -9.36
4 BOSS 750 680 -70 -9.33
5 LMAS 60 55 -5 -8.33
6 LPLI 125 117 -8 -6.40
7 ITMA 725 680 -45 -6.21
8 MFMI 488 458 -30 -6.15
9 CANI 165 155 -10 -6.06
10 WICO 540 510 -30 -5.56
No Code Prev Close Change %
1 FREN 168 180 12 7.14
2 MAMI 220 216 -4 -1.82
3 KPIG 133 138 5 3.76
4 LMAS 60 55 -5 -8.33
5 ISAT 3,040 3,260 220 7.24
6 BMTR 340 356 16 4.71
7 MSIN 454 450 -4 -0.88
8 INKP 6,275 7,000 725 11.55
9 SMBR 605 655 50 8.26
10 TCPI 6,700 6,400 -300 -4.48