Portal Berita Ekonomi Rabu, 22 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:59 WIB. AS - Usai blacklist Huawei, AS kini incar IDJ, perusahaan pembuat drone asal China.
  • 20:57 WIB. Telkomsel - Telkomsel kini seperti Softbank, mulai kucurkan dana ke startup.
  • 20:54 WIB. Huawei - Huawei punya Hongmeng, sistem operasi pengganti Android di ponsel buatannya.
  • 20:44 WIB. Samsung - Samsung hadirkan Galaxy Land pertama di Indonesia.
  • 20:43 WIB. Twitter - Jokowi dan Sandiaga Uno jadi tokoh terpopuler Pemilu 2019 di Twitter.
  • 20:42 WIB. Xiaomi - Xiaomi terus pantau sanksi AS ke Huawei.
  • 20:41 WIB. Vivo - Momen Lebaran, Vivo kasih promo berhadiah liburan ke Bali.
  • 20:38 WIB. Xiaomi - Xiaomi klaim jalur perakitan Redmi Note 7 terpanjang.
  • 20:37 WIB. Redmi - Redmi umumkan akan rilis K20 pada 28 Mei di China.

Siapa "Buto Ijo" di Lingkaran Jokowi dan SBY?

Siapa
WE Online, Jakarta -

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono meyakini Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri tidak akan menerima Partai Demokrat masuk ke dalam koalisinya. Arief pun menyinggung adanya "buto ijo".

Arief mulanya mengatakan Demokrat selalu menampilkan sikap cari selamat sendiri seperti undur-undur. Bila Demokrat "menyebrang" dari Koalisi Adil Makmur ke koalisi pemerintah, Arief yakin partai berlogo bintang mercy itu tidak akan diterima.

Musababnya, kata Arief, Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memiliki masalah di masa lalu dengan Megawati. Pasalnya, pada 2004, SBY disebut menelikung Megawati hingga menghancurkan PDIP.

 Baca Juga: Ogah Minta Maaf, Sekarang Arief Poyuono Serang Anak SBY

Dari kejadian masa lalu itu, Arief meyakini tak mudah bagi Megawati untuk menerima Demokrat bersama-sama dalam satu gerbong koalisi. Megawati dianggap Arief sebagai sosok yang teguh dengan pendirian politiknya. Apalagi, ketika SBY berkuasa dua periode, PDIP berada di barisan oposisi sekalipun sampai "gepeng."

Arief menuturkan, ketika rezim SBY berkuasa, PDIP dengan Gerindra akan menjadi koalisi nasional dalam membangun bangsa. Namun, itu semua dikacaukan oleh pihak yang disebut Arief sebagai "buto ijo." Buto ijo itu disebut ada di sekitaran Jokowi dan masih memiliki chemistry dengan kubu SBY atau Demokrat.

"Dan sebenarnya sejak rezim SBY, PDI Perjuangan dan Gerindra itu akan jadi koalisi nasional yang sangat kuat untuk membangun negara dan bangsa cuma gara-gara buto ijo-buto ijo yang bikin ngaco terus di sekitaran Kangmas Joko Widodo," ujar Arief kepada Okezone, Selasa (14/5/2019).

Baca Juga: Sebut Pemerintah Cuma Fokus Pemilu, Gerindra: Dolar Siap Meroket ke Rp15 ribu

Saat didesak soal "buto ijo" yang dimaksud, Arief hanya menjelaskan bahwa "buto ijo" itu ada di sekitar Jokowi dan masih satu chemistry dengan "buto ijo" yang ada di kubu SBY atau Demokrat. Ia hanya memberi sinyal kalau "buto ijo" itu tokoh yang tidak punya partai politik.

"Ya itulah "buto ijo" itu tokoh yang enggak punya lartai tapi ada di sekitaran Kangmas Joko Widodo dan masih satu chemistry sama "buto ijo" yang ada di Cikeas," katanya.

Megawati, sambung Arief, justru lebih bisa berkomunikasi dengan Ketua Umum Gerindra sekaligus capres 02 Prabowo Subianto, ketimbang dengan SBY. Apalagi, Megawati belum pernah menyatakan di depan umum bahwa SBY adalah sahabatnya. Namun, Megawati pernah mengatakan bersahabat dengan Prabowo.

Atas dasar itulah, Arief berkeyakinan bahwa Demokrat tak akan mulus diterima bergabung dengan koalisi pemerintah apabila angkat kaki dari Koalisi Adil Makmur.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Tag: Joko Widodo (Jokowi), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Megawati Soekarnoputri

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Biropers Setpres-Laily Rachev

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,876.15 3,836.82
British Pound GBP 1.00 18,500.33 18,315.59
China Yuan CNY 1.00 2,106.68 2,085.81
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,534.00 14,390.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,048.81 9,942.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,851.80 1,833.42
Dolar Singapura SGD 1.00 10,567.88 10,461.65
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,231.57 16,065.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,475.37 3,438.47
Yen Jepang JPY 100.00 13,193.54 13,060.45

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5951.372 44.251 633
2 Agriculture 1366.777 14.842 21
3 Mining 1624.810 15.212 47
4 Basic Industry and Chemicals 712.136 4.816 71
5 Miscellanous Industry 1221.444 17.621 46
6 Consumer Goods 2370.755 11.367 52
7 Cons., Property & Real Estate 441.498 6.423 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1080.867 1.302 74
9 Finance 1194.094 9.687 90
10 Trade & Service 790.186 6.735 156
No Code Prev Close Change %
1 CNTX 472 590 118 25.00
2 BSSR 1,280 1,600 320 25.00
3 MASA 454 565 111 24.45
4 INCF 214 266 52 24.30
5 SKBM 300 372 72 24.00
6 MCOR 121 150 29 23.97
7 RELI 202 250 48 23.76
8 MINA 1,240 1,530 290 23.39
9 POOL 1,885 2,280 395 20.95
10 MKPI 13,975 16,725 2,750 19.68
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 570 464 -106 -18.60
2 NIPS 260 218 -42 -16.15
3 KOIN 250 212 -38 -15.20
4 YPAS 525 452 -73 -13.90
5 POSA 460 398 -62 -13.48
6 BALI 1,780 1,550 -230 -12.92
7 IIKP 70 61 -9 -12.86
8 TRIS 238 210 -28 -11.76
9 CITY 344 308 -36 -10.47
10 BRAM 9,025 8,100 -925 -10.25
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,750 3,750 0 0.00
2 MNCN 925 945 20 2.16
3 APLI 81 75 -6 -7.41
4 TLKM 3,600 3,600 0 0.00
5 BBCA 26,900 27,300 400 1.49
6 ABBA 142 153 11 7.75
7 BMRI 7,225 7,250 25 0.35
8 UNTR 24,500 24,725 225 0.92
9 MTPS 1,140 1,165 25 2.19
10 BBNI 8,425 8,600 175 2.08