Portal Berita Ekonomi Minggu, 26 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:23 WIB. Asuransi - Traveloka meluncurkan produk asuransi perlindungan rumah selama momen Lebaran 2019.
  • 23:20 WIB. Hoax - Kemenkominfo mencatat ada sebanyak 30 berita hoax selama momen ricuh 22 Mei.

Indonesia Bidik Jadi Pemain Utama di Industri Halal Global

Indonesia Bidik Jadi Pemain Utama di Industri Halal Global - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Indonesia harus mengembangkan ekonomi syariah karena besarnya pangsa pasar global. Berdasarkan the State of Global Islamic Economy Report 2018-2019, total belanja masyarakat muslim dunia pada 2017 di berbagai sektor halal mencapai US$ 2,1 triliun atau setara 0,27% dari total PDB dunia.

Diperkirakan angka di atas akan terus meningkat di tahun-tahun berikutnya hingga mencapai US$3 triliun di 2023 linier dengan pertumbuhan penduduk muslim dunia. Namun sayangnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan, Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia hanya dapat bertengger di peringkat 10 sebagai negara produsen produk halal dunia.

"Sayangnya besaran populasi muslim tersebut masih mendominasi peran sebagai konsumen dan pasar potensial dunia yang seharusnya Indonesia dapat memiliki peran lebih sebagai produsen dan eksportir terbesar dari produk dan jasa halal dunia," kata Bambang di peluncuran rencana induk atau Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (Meksi) 2019-2024 di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (14/5/2019). Peluncuran ini dihadiri Presiden Joko Widodo.

Menurut Bambang, kondisi tersebut dipicu oleh beberapa faktor. Di antaranya masih lemahnya regulasi yang memfasilitasi pengembangan ekonomi syariah di Tanah Air, bahkan cenderung tumpang tindih.

Baca Juga: Pengembangan Industri Halal Dukung Perekonomian Nasional

Selain itu, tingkat kesadaran dan pemahaman masyarakat akan produk dan jasa halal  masih rendah, serta level produksi belum mampu mengimbangi peningkatan cepat konsumsi dalam negeri akan produk halal.

Di sisi lain, belum optimalnya pemanfaatan teknologi dan standar halal yang belum dapat menyesuaikan kebutuhan, baik di level nasional maupun global, juga turut berperan dalam menghambat pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

"Atas tantangan dan urgensi di atas, pemerintah menyusun pedoman dengan cakupan yang lebih luas. Pedoman itu disusun dalam sebuah Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) meluncurkan Meksi 2019-2024. Rencana induk tersebut akan menjadi acuan pengembangan sektor rill dan keuangan syariah di dalam negeri.

Presiden Joko Widodo mengatakan, pemerintah membagi fokus pengembangan ekonomi syariah Tanah Air dalam lima sektor, yakni industri makanan dan minuman, tata busana, pariwisata, media dan elektronik, serta farmasi dan kosmetik. Jokowi meyakini ekonomi syariah bisa menjadi penggerak ekonomi nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Upaya Indonesia Pertahankan Gelar Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia

Tag: Industri Halal, Komite Nasional Keuangan Syariah, Ekonomi Syariah

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,873.11 3,833.79
British Pound GBP 1.00 18,390.47 18,203.81
China Yuan CNY 1.00 2,105.00 2,084.12
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,523.00 14,379.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,001.99 9,895.63
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,850.58 1,832.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,523.91 10,415.79
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,239.62 16,077.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,466.11 3,429.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,250.91 13,115.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6057.353 24.657 633
2 Agriculture 1373.110 2.580 21
3 Mining 1637.715 -11.489 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.150 -0.477 71
5 Miscellanous Industry 1249.820 10.190 46
6 Consumer Goods 2391.895 9.088 52
7 Cons., Property & Real Estate 446.447 1.873 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1120.346 19.080 74
9 Finance 1223.772 6.088 90
10 Trade & Service 792.573 -3.999 156
No Code Prev Close Change %
1 BMSR 86 116 30 34.88
2 PTSN 835 1,040 205 24.55
3 KONI 214 264 50 23.36
4 KOIN 204 242 38 18.63
5 AKPI 450 530 80 17.78
6 HDFA 112 131 19 16.96
7 TRIM 147 170 23 15.65
8 KOBX 161 180 19 11.80
9 POLY 89 98 9 10.11
10 ANDI 1,670 1,820 150 8.98
No Code Prev Close Change %
1 TAXI 90 59 -31 -34.44
2 CNTX 590 458 -132 -22.37
3 GOLD 530 420 -110 -20.75
4 BRAM 8,225 6,600 -1,625 -19.76
5 DUTI 4,600 3,750 -850 -18.48
6 CANI 193 160 -33 -17.10
7 SKBM 450 376 -74 -16.44
8 MKNT 116 97 -19 -16.38
9 FIRE 10,375 8,925 -1,450 -13.98
10 MBTO 139 122 -17 -12.23
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,030 1,055 25 2.43
2 BBRI 3,850 3,850 0 0.00
3 TLKM 3,660 3,750 90 2.46
4 SOCI 196 210 14 7.14
5 BMRI 7,575 7,700 125 1.65
6 JPFA 1,400 1,425 25 1.79
7 FREN 266 284 18 6.77
8 TARA 765 785 20 2.61
9 BBCA 28,025 28,050 25 0.09
10 ERAA 1,105 1,145 40 3.62