Portal Berita Ekonomi Rabu, 15 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 1,14% pada level 25.477.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,11% pada level 2.183.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,87% pada level 22.587.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,83% pada level 3.414.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,16% pada level 2.626.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,46% pada level 6.147.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,29% terhadap Yuan pada level 7,01 CNY/USD.
  • 16:04 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,17% terhadap Dollar AS pada level 14.450 IDR/USD.

Neraca Perdagangan Akan Terdongkrak Karena Peningkatan Kerjasama dengan Argentina

Neraca Perdagangan Akan Terdongkrak Karena Peningkatan Kerjasama dengan Argentina
WE Online, Jakarta -

Langkah Kementerian Perdagangan meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi dengan Argentina dan MERCOSUR dipandang tepat. Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal menyatakan, Argentina merupakan hub atau pintu penting di Amerika Selatan setelah Brazil. Penjajakan counter trade dengan pola barter, diyakini mendongkrak neraca perdagangan.

 

“Berdasarkan kajian yang pernah LPEM UI lakukan, pemetaan non-tradisional partner untuk wilayah Amerika Latin selain Brazil itu ada Chili, Peru, dan Argentina. Jadi saya rasa itu sudah  ya,” ujar Fithra kepada wartawan di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

 

Baca Juga: Ekspor Kembali Tekor Melawan Impor di April 2019

 

Menurut Fithra, perang dagang yang masih terjadi membuat Indonesia harus segera mencari negara tujuan ekspor non-tradisional.

 

Usai melangsungkan kunjungan ke Eropa pada 8-11 Mei lalu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melanjutkan kunjungan kerja ke dua negara Amerika Latin, yakni Cile dan Argentina. 

 

Terkait kunjungan kali ini, Enggar menyebutkan Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama perdagangan dengan negara-negara Amerika Selatan. 

 

Hal ini mengingat kebutuhan yang semakin mendesak untuk mendiversifikasi pasar ekspor di tengah prediksi bahwa perekonomian dunia maupun perdagangan internasional akan terus mengalami pelemahan tahun ini.

 

“Kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Argentina akan memiliki nilai geostrategis yang penting. Indonesia dapat memanfaatkan Argentina sebagai regional hub memasuki pasar sekitar lainnya di kawasan Amerika Latin. Demikian pula Argentina dapat memanfaatkan Indonesia untuk memasuki pasar ASEAN, pasar mitra FTA ASEAN, maupun pasar RCEP yang saat ini masih dirundingkan,” imbuh Enggar, Selasa (14/5/2019). 

 

Baca Juga: Sepakat, Indonesia-Argentina Targetkan Peningkatan Perdagangan Dua Kali Lipat

 

Dalam kunjungan ke tersebut, Menteri Enggar bertemu dengan Menteri Luar Negeri dan Kepercayaan Argentina, Jorge Marcelo Fauire, yang berlangsung di Kantor Kementerian Luar Negeri dan Kepercayaan Argentina di Buenos Aires pada Senin (13/5) waktu setempat.

 

Dalam pertemuan yang berlangsung terbuka tersebut kedua Menteri sepakat untuk membentuk tim kecil guna mengkaji dalam waktu secepatnya apa yang dapat dipertukarkan antara Indonesia dan Argentina. Tim kecil ini akan mengidentifikasi hal-hal yang menjadi tantangan dalam perdagangan dua arah antara Indonesia dan Argentina. 

 

Secara paralel, tim tersebut mengkaji kelayakan bagi digulirkannya perudingan preferensi antara Indonesia dan MERCOSUR, di mana Argentina merupakan salah satu pendirinya. 

Menurut Enggar, perekonomian kedua negara bersifat komplementer namun sejauh ini kurang banyak digali seperti dengan negara-negara di kawasan Asia dan Eropa. 

 

“Untuk itulah diadakan pembicaraan pada tingkat menteri, sekaligus menindaklanjuti kunjungan Wakil Presiden Argentina baru-baru ini ke Jakarta,” jelasnya.

Barter Karet

 

Pemerintah, lanjutnya, tengah menjajaki pola counter trade. Enggar menilai pola ini sebagai langkah tepat guna memangkas defisit neraca perdagangan Indonesia dengan Argentina. 

 

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, pada 2018 lalu total perdagangan kedua negara mencapai US$1,67 miliar. Dari total perdagangan tersebut, Indonesia membukukan defisit perdagangan hingga US$1,2 miliar. Angka defisit ini melonjak dibandingkan defisit pada 2017 yang sebesar US$891,22 juta. 

 

Potensi untuk melakukan barter gaya baru ini pun ada. Sejalan dengan perlambatan ekonomi dunia, terdapat potensi over supply produk di Argentina. Hal yang sama juga dialami Indonesia, di mana beberapa komoditas mengalami penurunan ekspor.

 

“Barang yang bisa di barter dengan mereka adalah karet, CPO, automotive dan spare parts, juga spare parts pesawat CN235. Sebagai gambaran, kita menargetkan dalam 2-3 tahun ke depan kita harus bisa menyeimbangkan atau tidak lagi defisit,” katanya. 

 

Rencana Enggar melakukan barter produk dengan Argentina pun turut diapresiasi. Menurut Fithra, keputusan melakukan barter dengan mengerahkan karet dan CPO adalah strategi tepat. 

Tak hanya terpukul oleh perang dagang, nontariff measure (NTM) untuk dua komoditas itu juga makin gencar diberlakukan negara-negara tujuan ekspor tradisional seperti Eropa dan negara maju lainnya.

 

Rencana barter pun secara tidak langsung Fithra nilai dapat menjadi alternatif pemerintah mengoptimalkan produk karet dan CPO Indonesia yang melimpah. 

 

“Oleh karena itu dengan kita mengambil langkah berkunjung ke sana (Argentina) dan kalau bisa ada sebuah perjanjian yang konkret saya rasa itu merupakan first mover advantaged ya,” kata Fithra.

 

Namun,  defisit neraca dagang Indonesia terhadap Argentina, dinilai INDEF bukanlah  fenomena negatif. Lantaran potret perdagangan dua negara tak melulu hanya dipandang dari neraca perdagangannya. Melainkan harus dilihat efek  yang ditimbulkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan produk domestik bruto (PDB) nasional.  

 

Fithra bahkan menyebutkan, impor barang modal dari Argentina dapat mengantarkan Indonesia sebaga jaringan produksi global atau global value chain di Amerika Latin dan kemudian tersambung ke pasar Amerika. 

Baca Juga

Tag: Kementerian Perdagangan (Kemendag), Neraca Perdagangan, Argentina, Ekspor

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,888.90 3,849.18
British Pound GBP 1.00 18,294.87 18,111.39
China Yuan CNY 1.00 2,081.25 2,059.36
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,584.56 14,439.44
Dolar Australia AUD 1.00 10,115.85 10,013.75
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,881.68 1,862.94
Dolar Singapura SGD 1.00 10,472.15 10,367.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,538.89 16,369.99
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,417.59 3,379.23
Yen Jepang JPY 100.00 13,605.00 13,465.86
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5079.122 14.675 696
2 Agriculture 1082.119 3.406 23
3 Mining 1314.351 -11.407 48
4 Basic Industry and Chemicals 779.246 11.753 80
5 Miscellanous Industry 890.379 7.993 52
6 Consumer Goods 1834.167 20.790 57
7 Cons., Property & Real Estate 311.880 -3.266 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 889.143 -3.438 78
9 Finance 1118.444 0.879 93
10 Trade & Service 605.111 -0.592 173
No Code Prev Close Change %
1 INDO 118 159 41 34.75
2 WOWS 50 67 17 34.00
3 AGRO 154 206 52 33.77
4 NIKL 500 625 125 25.00
5 SMBR 328 410 82 25.00
6 UANG 550 685 135 24.55
7 PNSE 675 840 165 24.44
8 MBTO 64 79 15 23.44
9 DADA 88 104 16 18.18
10 KMTR 238 274 36 15.13
No Code Prev Close Change %
1 TALF 230 214 -16 -6.96
2 INCI 505 470 -35 -6.93
3 TCPI 3,480 3,240 -240 -6.90
4 HDFA 160 149 -11 -6.88
5 TNCA 160 149 -11 -6.88
6 CENT 102 95 -7 -6.86
7 POLL 5,100 4,750 -350 -6.86
8 DNAR 268 250 -18 -6.72
9 CANI 150 140 -10 -6.67
10 SOFA 90 84 -6 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 482 490 8 1.66
2 PURA 117 121 4 3.42
3 DOID 210 216 6 2.86
4 KAEF 1,195 1,340 145 12.13
5 BBRI 3,160 3,170 10 0.32
6 TOWR 1,065 1,065 0 0.00
7 INDY 930 920 -10 -1.08
8 TLKM 3,090 3,080 -10 -0.32
9 INAF 1,025 1,180 155 15.12
10 PTBA 2,170 2,140 -30 -1.38