Portal Berita Ekonomi Jum'at, 24 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:39 WIB. Rupiah - Rupiah melemah 0,02% ke level Rp14.463 per dolar AS. 
  • 09:00 WIB. IHSG - IHSG dibuka menguat 0,16% ke level 6.042,58 di awal sesi I. 
  • 08:54 WIB. Tol - Pemerintah menjamin keamanan di sepanjang jalan tol Trans-Sumatra.
  • 08:53 WIB. BGR - Bhanda Ghara Reksa membangun gudang pintar ramah lingkungan di Medan.
  • 20:30 WIB. Huawei - Startup asal AS, CNEX Labs tuding eksekutif Huawei curi rahasia perusahaan.

Meski Penjualan Mobil Diramal Loyo di 2019, Emiten Ini Tetap Bisa Kasih Cuan

Meski Penjualan Mobil Diramal Loyo di 2019, Emiten Ini Tetap Bisa Kasih Cuan - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Daya beli masyarakat yang semula diproyeksikan akan semakin pulih memasuki tahun ini, ternyata belum sekuat yang diperkirakan. Hal ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2019, lebih rendah dari perkiraan pasar. Tingginya ekspektasi pasar karena saat tahun pemilu biasanya konsumsi masyarakat meningkat sejalan dengan pencairan bantuan sosial yang diberikan pemerintah.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian hanya tumbuh 5,07% selama kuartal I 2019, naik tipis sekali dibanding periode yang sama tahun lalu, sebesar 5,06%. Sementara konsensus pasar memperkirakan produk domestik bruto (PDB) tumbuh sekitar 5,2%.

Belum kuatnya konsumsi masyarakat, juga tercermin dari data penjualan mobil yang dirilis oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) selama kuartal pertama tahun ini. 

Gaikindo mencatat penjualan mobil dari pabrikan ke diler atau wholesale turun 13,1% selama Januari-Maret 2019, atau sebanyak 253.863 unit, dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 292.031 unit.

Menurut Analis Bahana Sekuritas, Anthony Yunus, lemahnya penjualan mobil selama kuartal I tahun ini, tidak terlepas dari pengaruh belum pulihnya konsumsi masyarakat, pelemahan rupiah, dan harga komoditas yang turun.

"Secara musiman, pada kuarta II ada sedikit perbaikan, dan pada kuarta IV biasanya tumbuh lebih kencang, namun secara keseluruhan tahun ini, penjualan mobil diperkirakan belum akan naik atau penjualan mobil bakal sama dengan tahun lalu," papar Anthony. Penjualan mobil bisa naik hingga double digit, bila ekonomi tumbuh sekitar 7%, tambahnya.

Baca Juga: Penjualan Mobil Lesu, Gaikindo Tak Akan Revisi Target

Selain konsumsi masyarakat masih rendah, produsen mobil bersaing cukup ketat dengan masuknya pemain dan varian baru dengan harga yang cukup bersaing, seperti keluaran Wuling, Mitsubishi Expander, dan Nissan.

Ekspansi Wuling mendapat respons yang positif dari masyarakat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan sekitar 2% dalam setahun terakhir. Bahkan Wuling sudah menyediakan layanan pembiayaan yang semakin memudahkan pelanggannya untuk bisa membawa pulang mobil besutan China ini.

Wuling sudah mencatat surat pemesanan kendaraan (SPK) hingga 2.000 unit untuk produk terbarunya Wuling Almaz pada April 2019. Total penjualan sejak peluncuran pada Februari 2019 mencapai 980 unit.

Nissan masih menawarkan diskon sekitar 2% untuk Nissan Livina dan Serena model terbaru. Mitsubishi juga masih memberikan diskon sekitar 1% varian Xpander demi mempertahankan market share

Namun, Bahana memperkirakan sepanjang tahun ini, perang diskon untuk mendongkrak penjualan mobil sudah akan berkurang signifikan karena para produsen mobil mulai menjaga margin.

Astra International sebagai produsen mobil terbesar di Indonesia, tidak lagi gencar memberikan diskon untuk mendongkrak penjualan mobil, namun strateginya dengan mengeluarkan model terbaru untuk merek Avanza dan Xenia.

Hal ini terbukti cukup berhasil karena market share perusahaan berkode saham ASII ini, naik menjadi 53%, pada kuartal pertama 2019, dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 49%.

Baca Juga: Siapkan Capex hingga Rp1 T, Astra Otoparts Akan Ekspansi ke Luar Negeri

Bahana masih merekomendasikan Beli untuk saham ASII dengan target harga Rp8.300 per saham. Sekuritas milik Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) ini memperkirakan pendapatan hingga akhir 2019 naik sekitar 4% menjadi Rp249,3 triliun, dan laba bersih diperkirakan naik sekitar 5% secara tahunan menjadi Rp23 triliun.

Tag: Otomotif, Bursa, PT Bahana Sekuritas

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,889.81 3,849.95
British Pound GBP 1.00 18,451.29 18,260.82
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,092.94
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,586.00 14,440.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,022.04 9,915.95
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,858.33 1,839.70
Dolar Singapura SGD 1.00 10,570.33 10,458.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,263.39 16,099.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,480.31 3,442.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,233.53 13,097.51

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6032.696 93.060 633
2 Agriculture 1370.530 9.038 21
3 Mining 1649.204 16.278 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.627 12.743 71
5 Miscellanous Industry 1239.630 17.875 46
6 Consumer Goods 2382.807 22.091 52
7 Cons., Property & Real Estate 444.574 2.807 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1101.266 30.131 74
9 Finance 1217.684 24.828 90
10 Trade & Service 796.572 4.890 156
No Code Prev Close Change %
1 LMSH 478 590 112 23.43
2 POLA 940 1,145 205 21.81
3 IIKP 56 66 10 17.86
4 BEEF 164 189 25 15.24
5 HITS 570 650 80 14.04
6 RDTX 6,000 6,800 800 13.33
7 MBTO 126 139 13 10.32
8 CNTX 535 590 55 10.28
9 OKAS 150 165 15 10.00
10 MPRO 620 680 60 9.68
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 171 112 -59 -34.50
2 BMSR 130 86 -44 -33.85
3 MKNT 165 116 -49 -29.70
4 KONI 282 214 -68 -24.11
5 ARTA 486 380 -106 -21.81
6 POOL 2,780 2,260 -520 -18.71
7 INCF 312 254 -58 -18.59
8 DUTI 5,600 4,600 -1,000 -17.86
9 JSPT 1,245 1,040 -205 -16.47
10 BAYU 2,030 1,735 -295 -14.53
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,770 3,850 80 2.12
2 MNCN 950 1,030 80 8.42
3 TLKM 3,540 3,660 120 3.39
4 BBCA 27,300 28,025 725 2.66
5 BMRI 7,300 7,575 275 3.77
6 JPFA 1,360 1,400 40 2.94
7 JAYA 140 130 -10 -7.14
8 TAMU 4,810 4,830 20 0.42
9 PTBA 2,850 2,880 30 1.05
10 MAMI 135 132 -3 -2.22