Portal Berita Ekonomi Jum'at, 24 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:58 WIB. KAEF - Kimia Farma berharap Mediv dapat berkontribusi sebesar 5% terhadap pendapatan ritel.
  • 09:57 WIB. BNI Syariah - BNI Syariah melakukan perjanjian kerja sama dengan PT Deltacendana Citapersada.
  • 09:56 WIB. Telkomsel - Telkomsel menyiapkan tiga platform ekosistem digital nasional.
  • 09:56 WIB. Infrastruktur - Konstruksi akses Bandara Kertajati bisa dimulai pada kuartal ketiga 2019.
  • 09:56 WIB. PT Timah - Timah mengklaim sebagai korporasi pertama yang telah menyelesaikan dokumen RIPPM.
  • 09:39 WIB. Rupiah - Rupiah melemah 0,02% ke level Rp14.463 per dolar AS. 
  • 09:00 WIB. IHSG - IHSG dibuka menguat 0,16% ke level 6.042,58 di awal sesi I. 
  • 08:54 WIB. Tol - Pemerintah menjamin keamanan di sepanjang jalan tol Trans-Sumatra.
  • 08:53 WIB. BGR - Bhanda Ghara Reksa membangun gudang pintar ramah lingkungan di Medan.

Dalam Tekanan, Ekspor Sawit Catatkan Kenaikan

Dalam Tekanan, Ekspor Sawit Catatkan Kenaikan - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Dalam kondisi yang tertekan, minyak sawit masih mencatatkan ekspor yang ciamik. Hal tersebut terbukti pada kinerja ekspor minyak sawit secara keseluruhan, yang terdiri dari biodiesel, oleochemical, crude palm oil (CPO) dan produk turunannya, mengalami kenaikan 16% pada kuartal pertama tahun 2019.

Demikian yang diungkapkan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki), Joko Supriyono. Ia mengatakan, ekspor minyak sawit mengalami kenaikan dari 7,84 juta ton pada kuartal I tahun 2018 menjadi 9,1 juta ton pada kuartal I tahun 2019.

“Produksi (minyak sawit) naik, ekspor naik meskipun harga komoditas tertekan akibat kondisi perekonomian global,” kata Joko Supriyono, Rabu malam (17/5/2019) di Hotel Hyatt, Jakarta.

Ia menambahkan, adanya sentimen RED II Uni Eropa, setidaknya telah ikut menggerus kinerja ekspor Indonesia, selain itu lesunya perekonomian di negara tujuan utama ekspor khususnya India berdampak sangat signifikan pada permintaan minyak sawit.

Baca Juga: Optimisme Gapki atas Sawit Indonesia di Tengah Pusaran Badai

"Perang dagang Amerika Serikat dan China yang tak kunjung usai, mempengaruhi perdagangan kedelai kedua negara yang berujung pada menumpuknya stok kedelai di AS," tambahnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Kabinet Gotong Royong, Bungaran Saragih menjelaskan, penguatan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) menjadi langkah yang harus dilakukan perusahaan-perusahaan. Pasalnya, tantangan kelapa sawit Indonesia tidak hanya harga, tapi juga mengenai sustainability.

"Sawit di Indonesia jangan terbuai dengan produktivitasnya yang tinggi, karena minyak-minyak nabati lainnya telah memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitasnya," tegasnya.

Dalam keterangan yang disampaikan Gapki, ekspor CPO dan turunannya dari Indonesia ke India pada Maret 2019 membukukan penurunan yang tajam yaitu 62% atau dari 516,53 ribu ton di Februari meluncur bebas ke 194,41 ribu ton di Maret. Perlambatan pertumbuhan ekonomi India menyeret turun permintaan minyak sawit India baik dari Indonesia maupun Malaysia.

Baca Juga: Stok Minyak Sawit Menipis, Harga CPO Global Terkerek

Selain India, penurunan permintaan terjadi di Afrika sebesar 38%, Amerika Serikat sebesar 10%, China dan Uni Eropa masing-masing turun sebesar 4% dan 2%. Adapun sebaliknya, ekspor ke negara lain-lain naik 60% pada kuartal I ini. Permintaan yang signifikan tersebut dikontribusikan oleh negara Asia, seperti Korea Selatan, Jepang dan Malaysia.

Produksi minyak sawit membukukan peningkatan 11% pada Maret 2019. Produksi tercatat sebesar 3,88 juta ton di Februari meningkat 4,31 juta ton di Maret. Kenaikan tersebut tergolong dalam situasi yang normal karena hari kerja yang lebih panjang jika dibandingkan dengan bulan Februari. Dengan produksi yang cukup baik, stok minyak sawit pada Maret ini masih terjaga dengan baik di 2,43 juta ton meskipun turun 3% dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang bertengger di 2,50 juta ton.

Tag: Minyak Sawit, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki)

Penulis/Editor: Kumairoh

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,889.81 3,849.95
British Pound GBP 1.00 18,451.29 18,260.82
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,092.94
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,586.00 14,440.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,022.04 9,915.95
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,858.33 1,839.70
Dolar Singapura SGD 1.00 10,570.33 10,458.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,263.39 16,099.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,480.31 3,442.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,233.53 13,097.51

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6032.696 93.060 633
2 Agriculture 1370.530 9.038 21
3 Mining 1649.204 16.278 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.627 12.743 71
5 Miscellanous Industry 1239.630 17.875 46
6 Consumer Goods 2382.807 22.091 52
7 Cons., Property & Real Estate 444.574 2.807 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1101.266 30.131 74
9 Finance 1217.684 24.828 90
10 Trade & Service 796.572 4.890 156
No Code Prev Close Change %
1 LMSH 478 590 112 23.43
2 POLA 940 1,145 205 21.81
3 IIKP 56 66 10 17.86
4 BEEF 164 189 25 15.24
5 HITS 570 650 80 14.04
6 RDTX 6,000 6,800 800 13.33
7 MBTO 126 139 13 10.32
8 CNTX 535 590 55 10.28
9 OKAS 150 165 15 10.00
10 MPRO 620 680 60 9.68
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 171 112 -59 -34.50
2 BMSR 130 86 -44 -33.85
3 MKNT 165 116 -49 -29.70
4 KONI 282 214 -68 -24.11
5 ARTA 486 380 -106 -21.81
6 POOL 2,780 2,260 -520 -18.71
7 INCF 312 254 -58 -18.59
8 DUTI 5,600 4,600 -1,000 -17.86
9 JSPT 1,245 1,040 -205 -16.47
10 BAYU 2,030 1,735 -295 -14.53
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,770 3,850 80 2.12
2 MNCN 950 1,030 80 8.42
3 TLKM 3,540 3,660 120 3.39
4 BBCA 27,300 28,025 725 2.66
5 BMRI 7,300 7,575 275 3.77
6 JPFA 1,360 1,400 40 2.94
7 JAYA 140 130 -10 -7.14
8 TAMU 4,810 4,830 20 0.42
9 PTBA 2,850 2,880 30 1.05
10 MAMI 135 132 -3 -2.22