Portal Berita Ekonomi Jum'at, 24 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:33 WIB. Huawei - Huawei sedang berdiskusi dengan app store pihak ketiga Aptoide.
  • 20:31 WIB. WhatsApp - Facebook umumkan WhatsApp akan mulai kedatangan iklan pada 2020.
  • 20:29 WIB. WhatsApp - Rudiantara bilang akses WhatsApp cs akan normal kembali tunggu situasi kondusif.
  • 20:27 WIB. Telkomsel - Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah resmi jadi Dirut Telkom.
  • 20:25 WIB. Samsung - Ada rumor Samsung mulai garap Galaxy A70S, kameranya 64 MP.
  • 20:25 WIB. Facebook - Facebook sikat 3 miliar akun abal-abal.
  • 20:24 WIB. Amazon - Amazon bikin wearable pendeteksi emosi.
  • 20:23 WIB. Samsung - Samsung Galaxy A2 Core masuk Indonesia, harganya Rp1 jutaan.
  • 20:21 WIB. Apple - Apple daftarkan 11 model iPhone 2019.
  • 20:21 WIB. Instagram - Instagram Stories bakal bisa di-share.
  • 20:20 WIB. Panasonic - Patuhi Amerika Serikat, Panasonic ikutan jegal Huawei.
  • 14:59 WIB. BCA - Jahja Setiaatmadja beli 10 ribu saham BCA.

Apa Itu Analisis Fundamental?

Apa Itu Analisis Fundamental? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

 

Investor yang budiman, peribahasa ibarat membeli kucing dalam karung ternyata juga berlaku dalam aktivtas investasi saham, lho! Oleh sebab itu, sebagai seorang investor, Anda harus mengetahui pasti tentang produk investasi yang akan dibeli melalui analisis fundamental.

Analisis fundamental ialah analisis yang dilakukan dengan cara mempelajari banyak hal yang berkaitan dengan kekuatan mendasar dari suatu perusahaan. Ya, berbeda dengan analisis teknikal, dalam analisis fundamental investor tidak hanya berfokus pada kinerja pergerakan saham, tetapi juga kinerja bisnis secara keseluruhan.

Baca Juga: Apa Itu Analisis Teknikal?

Pendekatan dalam Analisis Fundamental

Ada dua pendekatan yang paling utama dalam melakukan analisis fundamental, yaitu pendekatan top down appoach dan nilai instrinsik serta rasio keuangan.

1. Pendekatan top down appoach, yaitu analisis yang dilakukan melalui tiga tahap, yaitu kondisi ekonomi makro, industri, dan kondisi perusahaan.

Kondisi ekonomi makro seperti kebijakan suku bunga akan sangat memengaruhi psikologis investor. Misalnya, investor akan lebih memilig berinvestasi di perbankan ketika suku bunga sdang tinggi. Alhasil, pertumbuhan bisnis suatu perusahaan akan terhambat, begitu pun sebaliknya.

Selain itu, faktor stabilitas ekonomi dan politik juga termasuk dalam pertimbangan ekonomi makro. Jika keduanya tidak dalam keadaan baik dan tidak memuaskan, misalnya perang dagang AS-China yang kembali memanas, geliat bisnis dan harga saham akan cenderung menurun.

Baca Juga: Apa Itu Value Investing?

Kondisi industri juga mempunyai peran yang besar dalam pergerakan harga saham perusahaan. Misalnya, industri otomotif yang secara nasional sedang meningkat signifikan akan secara otomatis mendongkrak harga saham-saham yang bergerak di bidang tersebut, begitu pun sebaliknya.

Kondisi perusahaan juga menjadi pertimbangan utama bagi investor. Ya, investor akan mencari perusahaan yang ia anggap dapat dipercaya untuk menerima dana investasi. Misalnya saja, perusahaan dengan manajamen yang baik, kondisi keuangan stabil, dan bisnis yang terus bertumbuh akan menjadi target investasi bagi investor.

2.Pendekatan nilai intrinsik dan rasio keuangan, yaitu analisis terhadap nilai wajar suatu perusahaan yang akan dibandingkan dengan harga pasar saham. Dalam pendekatan ini, investor akan berfokus pada neraca keuangan perusahaan yang bersangkutan, yang diwakili oleh enam rasio keuangan berikut ini.

 

a. Earning Per Share (EPS), yaitu perbandingan antara laba bersih dan lembar saham yang beredar. EPS yang bertumbuh menunjukkan bahwa perusahaan tersebut juga bertumbuh.

b. Price to Earning Ratio (PER), yaitu perbandingan antara harga saham dan laba per saham dari perusahaan. PER juga menjadi petunjuk mengenai lama waktu yang dibutuhkan untuk pengembalian modal.

c. Price to Book Value (PBV), yaitu perbandingan antara harga saham dan kekayaan bersih suatu perusahaan. PBV perusahaan yang lebih tinggi daripada PBV industri dianggap lebih potensial dan layak disuntik dana.

Baca Juga: Apa Itu Return on Investment?

d. Return on Equity (ROE), yaitu perbandingan antara laba bersih dan kekayaan bersih perusahaan. ROE menjadi indikator yang menunjukkan efisiensi dari perusahaan tersebut.

e. Dividend yield (DY), yaitu perbandingan antara dividen per saham dan harga saham. DY yang besar mengindikasikan bahwa laba bersih perusahaan dalam keadaan stabil.

f. Debt to Equity Ratio (DER), yaitu perbandingan antara jumlah utang dan modal bersih. Perusahaan dengan DER yang kurang dari 1 dianggap lebih baik dan potensial untuk dipilih.

 

Tag: Analisis Fundamental, Analisis Teknikal, Value Investing, Growth Investing, Istilah Investasi

Penulis/Editor: Lestari Ningsih

Foto: Unsplash/Stefan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,873.11 3,833.79
British Pound GBP 1.00 18,390.47 18,203.81
China Yuan CNY 1.00 2,105.00 2,084.12
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,523.00 14,379.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,001.99 9,895.63
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,850.58 1,832.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,523.91 10,415.79
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,239.62 16,077.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,466.11 3,429.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,250.91 13,115.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6057.353 24.657 633
2 Agriculture 1373.110 2.580 21
3 Mining 1637.715 -11.489 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.150 -0.477 71
5 Miscellanous Industry 1249.820 10.190 46
6 Consumer Goods 2391.895 9.088 52
7 Cons., Property & Real Estate 446.447 1.873 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1120.346 19.080 74
9 Finance 1223.772 6.088 90
10 Trade & Service 792.573 -3.999 156
No Code Prev Close Change %
1 BMSR 86 116 30 34.88
2 PTSN 835 1,040 205 24.55
3 KONI 214 264 50 23.36
4 KOIN 204 242 38 18.63
5 AKPI 450 530 80 17.78
6 HDFA 112 131 19 16.96
7 TRIM 147 170 23 15.65
8 KOBX 161 180 19 11.80
9 POLY 89 98 9 10.11
10 ANDI 1,670 1,820 150 8.98
No Code Prev Close Change %
1 TAXI 90 59 -31 -34.44
2 CNTX 590 458 -132 -22.37
3 GOLD 530 420 -110 -20.75
4 BRAM 8,225 6,600 -1,625 -19.76
5 DUTI 4,600 3,750 -850 -18.48
6 CANI 193 160 -33 -17.10
7 SKBM 450 376 -74 -16.44
8 MKNT 116 97 -19 -16.38
9 FIRE 10,375 8,925 -1,450 -13.98
10 MBTO 139 122 -17 -12.23
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,030 1,055 25 2.43
2 BBRI 3,850 3,850 0 0.00
3 TLKM 3,660 3,750 90 2.46
4 SOCI 196 210 14 7.14
5 BMRI 7,575 7,700 125 1.65
6 JPFA 1,400 1,425 25 1.79
7 FREN 266 284 18 6.77
8 TARA 765 785 20 2.61
9 BBCA 28,025 28,050 25 0.09
10 ERAA 1,105 1,145 40 3.62