Portal Berita Ekonomi Sabtu, 30 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:39 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.734 USD/barel.
  • 22:39 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 35,00 USD/barel.
  • 22:38 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 33,71 USD/barel.

Regulasi IoT Hadir, Operator IoT Perancis Lepas Landas ke Tanah Air

Regulasi IoT Hadir, Operator IoT Perancis Lepas Landas ke Tanah Air
WE Online, Jakarta -

Keluarnya Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Nomor 1/2019 membuat para penyedia jaringan internet of things (IoT) mulai beroperasi secara komersial di Indonesia. Sigfox, perusahaan jaringan IoT asal Perancis itu melebarkan sayapnya ke Indonesia, pasar ke-60-nya di dunia.

Perusahaan itu berada di bawah PT Kirana Solusi Utama dengan merek Sigfox Indonesia. Operator IoT itu bergerak di jaringan IoT nonseluler dengan daya listrik rendah di frekuensi 920-923 MHz.

"IoT ini sudah mulai hype, memang sudah ada yang menyediakan jasanya, tetapi berbasis seluler. Sementara kami berbasis nonseluler, non-license. Regulasinya sudah ada, Permenkominfo nomor 1/2019, kami siapkan solusi-solusi dan infrastrukturnya," jelas CEO Sigfox Indonesia, Irfan Setiaputra, Kamis (16/5/2019).

Secara khusus, Sigfox Indonesia menargetkan sektor logistik dan transportasi , serta aset manajemen. Contoh perangkatnya, antara lain: jam pintar (smart watch), pelacakan aset (asset tracking), logistik, utilitas seperti meteran air dan gas, serta perangkat yang membutuhkan data besar dan daya baterai yang lama. Perangkat-perangkat seperti itu dibutuhkan di Indonesia.

Baca Juga: Sigfox Tawarkan Perangkat IoT Berdaya Listrik Rendah

Country Director Sigfox Indonesia, Mohamad Ali Fahmi berujar, "Di Indonesia, solusi-solusi yang membutuhkan listrik rendah itu sangat banyak. Misalnya di agrikultur, logistik, paket, (itu) tak memungkinkan menggunakan daya tinggi."

Apalagi, luasnya wilayah Indonesia menyebabkan keterbatasan jaringan, jangkauan, dan sumber listrik. Perangkat dengan daya listrik yang besar bisa menjadi salah satu solusi dari jejeran masalah itu. Pengiriman data secara berkala membuat bandwidth-nya tak terlalu besar.

"Sambil menunggu peluncuran resmi, kami sudah bicara dengan beberapa pelanggan potenial yang akan jadi partner kerja sama," tambah Irfan.

Untuk membangun ekosistemnya, Sigfox Indonesia akan bermitra dengan universitas-universitas untuk mengembangkan solusi lokal. Perusahaan akan melibatkan partisipasi mahasiswa, pusat-pusat penelitian, dan laboratorium yang ada.

Irfan berkata, "Kami pun sedang bicara dengan lembaga pendidikan untuk develop solusi-solusi yang cocok digunakan di Indonesia. Kelak, solusi lokal juga bisa ditawarkan kepada pelanggan Sigfox di negara-negara lain juga."

Merespons hadirnya Sigfox Indonesia, Ketua Asosiasi IoT Indonesia, Teguh Prasetya berharap ekosistem IoT dapat tumbuh beriringan. Dengan begitu, target untuk mencapai 400 juta perangkat IoT di Indonesia pada 2022 bisa diraih.

Baca Juga: Siap-siap! IoT Bakal Gantikan Smartphone 2 Tahun Lagi

"Dengan adanya regulasi Permenkominfo Nomor 1/2019, tentunya diharapkan operator IoT sudah bisa lakukan komersialisasi. Kalau sebelumnya kan sifatnya masih uji coba atau pilot project," ujar Teguh.

IoT untuk komunikasi antarmesin sudah lama diperkenalkan di dunia. Pun begitu dengan Indonesia yang mulai mengadopsi penggunaan IoT di berbagai bidang. Sampai saat ini, penerapan IoT di Indonesia lebih banyak didominasi oleh layanan berbasis selular.

Dengan menerapkan IoT, perusahaan pengguna dapat mengelola dan merekam berbagai informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, meningkatkan produktivitas dan efisiensi, serta keamanan informasi terkait pergerakan aset, kondisi tanah pertanian, dan sebagainya.

Baca Juga

Tag: Sigfox, Internet of Things (IoT)

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti

Foto: Sigfox

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1 SINI 860 800 -60 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 MLPT 575 535 -40 -6.96
4 PTBA 2,090 1,945 -145 -6.94
5 CASS 202 188 -14 -6.93
6 SIPD 1,300 1,210 -90 -6.92
7 TBLA 535 498 -37 -6.92
8 DSSA 20,975 19,525 -1,450 -6.91
9 POLA 58 54 -4 -6.90
10 GGRP 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,730 2,950 220 8.06
2 PURA 75 75 0 0.00
3 TLKM 3,130 3,150 20 0.64
4 BBCA 26,475 25,950 -525 -1.98
5 ICBP 8,325 8,150 -175 -2.10
6 BBNI 3,660 3,830 170 4.64
7 BMRI 4,290 4,470 180 4.20
8 ASII 4,540 4,770 230 5.07
9 PWON 376 362 -14 -3.72
10 KLBF 1,355 1,415 60 4.43