Portal Berita Ekonomi Jum'at, 29 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,33% pada level 2.846.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,12% pada level 2.516.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,66% pada level 6.184.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 2,32% pada level 21.916.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,13% pada level 2.028.

Kata Ganjar: Daripada 22 Mei Aksi, Mending Mengaji

Kata Ganjar: Daripada 22 Mei Aksi, Mending Mengaji
WE Online, Semarang -

Warga Jawa Tengah diimbau untuk tidak terprovokasi ajakan bergabung dalam aksi 22 Mei, di Jakarta. Namun bisa mendengarkan hasil akhir pengumuman hasil Pilpres KPU tanpa perlu turun ke jalan.

"Kalau tanggal 22 Mei nanti, mau mendengarkan hasil akhirnya seperti apa, ikuti dengan baik- baik di rumah saja," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di Semarang, Jumat (17/5/2019).

Baca Juga: Wiranto Minta Masyarakat Akivitas seperti Biasa Jelang 22 Mei

Imbauan ini disampaikan gubernur untuk menindaklanjuti instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) agar ikut mengurangi kemungkinan- kemungkinan potensi yang bisa menyulut konflik sosial, terkait dengan hasil Pemilu 2019.

"Kemarin kita dikumpulkan Pak Mendagri dan menerima arahan dari TNI/ Polri untuk ikut mengurangi potensi konflik sosial. Disarankan dari daerah tidak perlu ke Jakarta karena proses sedang berjalan," tambahnya.

Terkait dengan hasil pemilihan presiden, orang nomor satu di Provinsi Jawa Tengah ini mengatakan, semua telah dilakukan sesuai prosedur, mulai dari C1 sampai rekapitulasi hasil penghitungan suara.

Baca Juga: Larang Massa ke Jakarta, Wiranto Panik?

Menurut Ganjar, saat C1 ditandatangani tidak ada saksi yang menolak. Ketika kemudian sudah berjalan dan melahirkan gejolak di tengahnya, maka harus diikuti dinamikanya. "Namun jalur konstitusional mesti tetap dijaga," tegas gubernur.

Dari proses yang sudah berjalan tersebut, Ganjar mengibaratkan seperti halnya lari marathon yang hanya tinggal menyentuh garis finish. Sehingga jangan pernah keluar dari jalan atau track yang sudah ada.

Sedangkan terkait dengan adanya hal yang tidak disepakati karena mungkin ada yang dianggap tidak sesuai maka ada koridornya.

Saksi sudah bekerja mulai C1 ditandatangani, penghitungan mulai dari TPS sudah bertingkat sekarang sudah masuk ke Jakarta semua, tentu sudah melalui penjenjangan.

"Maka saya mengimbau agar masyarakat Jawa Tengah tidak terprovokasi dengan turut serta turun aksi di Jakarta pada 22 Mei mendatang," tegasnya.

Baca Juga: AHY, Emil Dardak, dan Ganjar Kumpul Satu Meja, Apa yang Dibahas?

Karena tanggal 22 Mei bertepatan dengan malam Nuzulul Qur'an, maka momentum tersebut lebih baik digunakan untuk ngaji dan silaturahmi.

Gubernur pun mengungkapkan, bakal memilih ngaji dan ngumpul bareng Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Wisma Perdamaian, Semarang.

"Saya ingin menggelar pengajian besar dan usai pengajian itu, saya akan ngumpul bersama FKUB, guna menguatkan ukhuwah antar umat," katanya.

Terpisah, Lembaga Study Kebijkan Publik (LSKP) Jawa Tengah juga mengajak warga Kabupaten Demak agar tidak terprovokasi oleh ajakan untuk ikut aksi people power tanggal 22 Mei mendatang.

Direktur LSKP Jawa Tengah, Muhammad Rifai mengatakan, aksi people power tidak harus ditanggapi secara serius. Karena people power yang saat ini digulirkan, tidak ada kaitan yang substansial dalam pengelolaan negara.

Ia menegaskan, people power sebenarnya sudah terjadi ketika rakyat berbondong- bondong datang ke TPS dan menggunakan hak pilih mereka.

"Kalau ada sebagian elit negeri ini yang menggulirkan adanya people power tandingan, ini keliatan lucu dan kekanak– kanakan,” katanya.

Menurutnya, provokasi gerakan people power hanya akan memecah belah kedamaian dan persatuan anak bangsa. Proses dan tahapan Pilpres sudah jelas, siapapun yang terpilih ini sesuai konstitusi yang ada.

"Kalau memang para elit itu benar-benar negarawan sejati dan lebih mementingkan kepentingan bangsa, harusnya menghargai konstitusi yang ada dan sedang berjalan," katanya.

Karena itu, ia mengajak masyakat Demak pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, tolak gerakan people power.

Mereka yang menggagas people power, lanjut Rifai, bukanlah seorang pemimpin atau negarawan sejati. Bahkan terkesan, hanya memaksakan kehendaknya dengan memakai berbagai macam cara.

"Bagaimana masyarakat atau dunia percaya terhadap orang - orang seperti itu. Apa jadinya jika mereka jadi pemimpin negeri ini, terhadap konstitusi yang dibuatnya sendiri saja tidak percaya," tegasnya. 

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Ganjar Pranowo, People Power, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pemilu Presiden (Pilpres)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Wibowo Armando

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,951.77 3,911.41
British Pound GBP 1.00 18,207.72 18,022.14
China Yuan CNY 1.00 2,071.84 2,051.05
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,842.85 14,695.16
Dolar Australia AUD 1.00 9,831.90 9,732.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,914.56 1,895.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,465.24 10,357.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,359.79 16,191.13
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,411.37 3,372.77
Yen Jepang JPY 100.00 13,763.77 13,625.55
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4716.185 74.630 692
2 Agriculture 971.797 8.596 22
3 Mining 1243.286 -3.438 49
4 Basic Industry and Chemicals 724.798 14.451 78
5 Miscellanous Industry 829.469 25.291 52
6 Consumer Goods 1817.766 -5.862 58
7 Cons., Property & Real Estate 327.509 7.548 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 861.001 -11.328 78
9 Finance 949.013 35.801 93
10 Trade & Service 603.876 4.899 172
No Code Prev Close Change %
1 MCAS 760 950 190 25.00
2 DIVA 655 815 160 24.43
3 VICO 100 124 24 24.00
4 WIIM 115 139 24 20.87
5 NELY 124 146 22 17.74
6 PALM 171 199 28 16.37
7 HDIT 450 520 70 15.56
8 KBLM 284 320 36 12.68
9 DMMX 71 80 9 12.68
10 LPKR 150 169 19 12.67
No Code Prev Close Change %
1 NIRO 143 133 -10 -6.99
2 GLVA 258 240 -18 -6.98
3 HRME 173 161 -12 -6.94
4 TRIS 260 242 -18 -6.92
5 NFCX 1,300 1,210 -90 -6.92
6 IFSH 290 270 -20 -6.90
7 MAPB 1,680 1,565 -115 -6.85
8 ALKA 440 410 -30 -6.82
9 EMTK 4,990 4,650 -340 -6.81
10 KRAH 446 416 -30 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 ICBP 8,325 8,325 0 0.00
2 BBRI 2,630 2,730 100 3.80
3 INDF 5,600 5,675 75 1.34
4 PURA 74 75 1 1.35
5 BBCA 24,825 26,475 1,650 6.65
6 TLKM 3,170 3,130 -40 -1.26
7 BMRI 4,110 4,290 180 4.38
8 BBNI 3,630 3,660 30 0.83
9 ASII 4,350 4,540 190 4.37
10 UNVR 8,200 8,025 -175 -2.13