Portal Berita Ekonomi Senin, 20 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:25 WIB. Rupiah - Rupiah melemah 0,02% ke level Rp14.453 per dolar AS. 
  • 09:00 WIB. IHSG - IHSG dibuka melemah 0,08% ke level 5.822,47 di awal sesi I. 
  • 08:34 WIB. PTBA - Hingga April 2019, PTBA telah menjual batubara kalori tinggi sebanyak 526.000 ton.
  • 08:33 WIB. PEHA - Phapros kucurkan Rp10 miliar bangun pusat produksi bone filler.
  • 08:33 WIB. PLN - Sepanjang kuartal-I 2019, PLN sudah menambah 1.161.043 pelanggan.
  • 08:13 WIB. JSMR - Jasa Marga memproyeksikan volume kendaraan di jalan tol berpotensi menanjak pada tahun ini.
  • 08:13 WIB. BRI - Lebaran tahun ini BRI menyediakan uang tunai dua kali lipat.
  • 08:09 WIB. PPRO - PT PP Properti menanam modal Rp14 triliun—Rp16 triliun untuk mengembangkan kawasan superblok di area Jembatan Suramadu.

Geliat Saham Konstruksi Masih Menjanjikan, Emiten Ini Bisa Banget Dilirik

Geliat Saham Konstruksi Masih Menjanjikan, Emiten Ini Bisa Banget Dilirik - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Konsistensi pemerintah membangun sarana infrastruktur di seluruh pelosok Tanah Air masih akan terus berlanjut hingga akhir tahun ini untuk menyelesaikan sejumlah proyek yang belum selesai.

Setelah empat tahun terakhir, pemerintah cukup kencang membangun jalan, jalan tol, bandara, pelabuhan, dan bendungan, tahun ini, pemerintah masih akan melanjutkan berbagai proyek pembangunan yang sempat tertunda.

Anggaran untuk belanja infrastruktur dalam APBN 2019 mencapai Rp415 triliun, naik dibanding alokasi belanja tahun lalu sebesar Rp410,7 triliun. Alokasi anggaran ini akan dipakai untuk membangun 2.007 km jalan, empat bandara baru, dan jembatan sepanjang 27.067 m, rel kereta api sepanjang 415,2 km'sp, 48 bendungan, dan jaringan irigasi bagi 162.000 hektare sawah.

Masih bergulirnya pembangunan infrastruktur menjadi harapan bagi sejumlah perusahaan konstruksi di Tanah Air, setelah sebelumnya sektor konstruksi sempat tertekan akibat pelemahan nilai tukar dan pengetatan likuiditas, yang berdampak pada saham beberapa perusahaan konstruksi.

Menurut Analis Bahana Sekuritas, Anthony Yunus, beberapa perusahaan konstruksi akan mencatat kinerja positif sepanjang tahun, khususnya bagi perseroan yang memiliki beragam bisnis atau tidak hanya fokus mengerjakan proyek jalan.

Baca Juga: Wadaw! Saham Alfa Energi Masuk UMA, Investor Harus Cermat!

"Sepanjang tahun ini, proyek jalan dan jalan tol yang akan diselesaikan tidak banyak, untuk Jawa tinggal beberapa ruas, dan melanjutkan pembangunan ruas Trans Sumatera," papar Anthony.

Bagi perusahaan yang tidak hanya fokus pada pembangunan jalan atau memiliki diversifikasi bisnis yang lebih beragam, tentunya masih akan bisa mengantongi margin dari bisnis properti dan lainnya, tambahnya.

Bahana menaikkan rekomendasi "beli" untuk saham PT Wijaya Karya dengan target harga Rp2.450 per saham. Pasalnya, perusahaan pelat merah ini memiliki bisnis yang lebih beragam dibanding perusahaan konstruksi lainnya. Managemen juga sudah melakukan investasi di berbagai proyek konstruksi sekitar 5-7 tahun lalu, yang bakal menuai keuntungan tahun ini. 

Perusahaan berkode saham WIKA ini banyak melakukan investasi di proyek jalan tol dan power plant, yang kepemilikannya siap untuk dijual, plus memiliki bisnis mulai dari properti, beton, energi, dan gedung, sehingga saat pembangunan jalan mulai sepi, perseroan masih bisa mengantongi margin dari bisnis lainnya.

Tahun ini, WIKA juga diuntungkan karena sudah ada kepastian atas proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, yang juga terlibat untuk pembangunan Mass Rapid Transportation (MRT) fase 2, serta Light Rail Transit (LRT) Jakarta.

Bahana memperkirakan sepanjang 2019, WIKA akan mengantongi kenaikan pesanan baru sekitar 10%-15%, dengan nilai kontrak baru diperkirakan sebesar Rp52,95 triliun. Sehingga pendapatan WIKA pada akhir 2019, diperkirakan naik 48%, secara tahunan menjadi Rp44,22 triliun, dan laba bersih diperkirakan naik 27%, secara tahunan menjadi Rp2,16 triliun.     

Rekomendasi "hold" diberikan untuk saham PT Pembangunan Perumahan, dengan target harga Rp2.150. Tahun ini, managemen berupaya menyeimbangkan kapasitas perusahaan, yang tercermin pada rasio pinjaman terhadap modal sendiri (gearing ratio) sebesar 40%, sehingga perusahaan masih mampu membiayai proyek baru.

Baca Juga: Meski Penjualan Mobil Diramal Loyo di 2019, Emiten Ini Tetap Bisa Kasih Cuan

Perseroan juga termasuk konservatif dalam mengambil proyek-proyek yang akan dikerjakan, atau lebih fokus mengerjakan proyek yang pembayarannya lebih pasti dan lebih cepat. Perusahaan berkode saham PTPP ini memperkirakan mampu mengantongi kenaikan pesanan baru sepanjang 2019, sebesar 16%, atau secara nominal mencapai Rp41,82 triliun. Dengan perkiraan kenaikan total pendapatan sekitar 11%, menjadi Rp28,12 triliun dan laba bersih diperkirakan naik sekitar 5%, menjadi Rp1,58 triliun. 

Tag: Saham, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (Wika), PT Bahana Sekuritas

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,880.41 3,841.09
British Pound GBP 1.00 18,536.70 18,346.04
China Yuan CNY 1.00 2,109.06 2,088.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,550.00 14,406.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,059.87 9,957.43
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,853.83 1,835.42
Dolar Singapura SGD 1.00 10,577.20 10,468.72
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,240.71 16,075.66
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,485.03 3,448.06
Yen Jepang JPY 100.00 13,203.27 13,069.04

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5826.868 -68.870 633
2 Agriculture 1361.882 7.481 21
3 Mining 1598.997 5.603 47
4 Basic Industry and Chemicals 690.248 -7.582 71
5 Miscellanous Industry 1172.940 -12.924 46
6 Consumer Goods 2346.553 -28.106 52
7 Cons., Property & Real Estate 429.151 -1.563 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1057.675 -16.951 74
9 Finance 1163.676 -20.827 90
10 Trade & Service 782.534 -2.899 156
No Code Prev Close Change %
1 IIKP 50 65 15 30.00
2 JAST 368 460 92 25.00
3 POSA 370 462 92 24.86
4 APEX 700 840 140 20.00
5 TMPO 156 184 28 17.95
6 SAPX 710 835 125 17.61
7 GOLD 476 555 79 16.60
8 ABMM 1,425 1,650 225 15.79
9 MBTO 121 137 16 13.22
10 AMFG 4,600 5,200 600 13.04
No Code Prev Close Change %
1 SKBM 380 300 -80 -21.05
2 YPAS 660 525 -135 -20.45
3 KKGI 218 185 -33 -15.14
4 GHON 1,400 1,200 -200 -14.29
5 SOCI 226 195 -31 -13.72
6 RDTX 7,000 6,175 -825 -11.79
7 LTLS 675 600 -75 -11.11
8 MYTX 73 65 -8 -10.96
9 TNCA 292 260 -32 -10.96
10 MASA 515 460 -55 -10.68
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,860 3,790 -70 -1.81
2 MNCN 890 920 30 3.37
3 BPTR 92 100 8 8.70
4 POSA 370 462 92 24.86
5 BBCA 26,400 25,900 -500 -1.89
6 TLKM 3,600 3,510 -90 -2.50
7 WAPO 89 83 -6 -6.74
8 BMRI 7,350 7,075 -275 -3.74
9 BBNI 8,175 8,100 -75 -0.92
10 UNTR 24,850 24,825 -25 -0.10