Portal Berita Ekonomi Jum'at, 24 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:30 WIB. Huawei - Startup asal AS, CNEX Labs tuding eksekutif Huawei curi rahasia perusahaan.
  • 20:28 WIB. Grab - Grab akan kenalkan GrabCar Premium, mobilnya lebih istimewa.
  • 20:27 WIB. Grab - Pemprov DKI Jakarta sediakan shelter untuk GrabBajay.
  • 20:25 WIB. Grab - GrabBajay resmi mengaspal di jalanan ibu kota Jakarta.
  • 20:25 WIB. Grab - Layanan skuter listrik GrabWheels akan hadir di Bandara Soetta.
  • 20:24 WIB. Facebook - Mantan bos Facebook, Alex Stamos sarankan Mark Zuckerberg mundur.
  • 20:23 WIB. Huawei - Sistem operasi Huawei siap gantikan Android tahun ini.
  • 20:17 WIB. Grab - Grab kenalkan solusi perjalanan bisnis terbaru dari Grab for Business.
  • 20:15 WIB. Huawei - ARM ikutan putus hubungan dengan Huawei.
  • 20:14 WIB. 5G - China nikmati jaringan 5G mulai 1 Oktober.
  • 20:13 WIB. Adobe - Adobe Premiere Rush tersedia untuk Android.
  • 20:12 WIB. NASA - Tahun depan, NASA ingin kirim makhluk hidup ke Deep Space.
  • 20:10 WIB. Kemenkominfo - Jualan online terjegal pembatasan medsos, Kemenkominfo minta maaf.

Bakal Ada Serangan Teroris, Polisi Imbau Warga Tak Ikut Aksi 22 Mei

Bakal Ada Serangan Teroris, Polisi Imbau Warga Tak Ikut Aksi 22 Mei - Warta Ekonomi

VIVA – Ancaman aksi terorisme dengan melakukan bom bunuh diri, bakal dilakukan sejumlah anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah atau JAD, saat penetapan rekapitulasi pemilu pada 22 Mei 2019.

Karena itu, polisi meminta kepada masyarakat agar tidak ikut melakukan aksi Gerakan Keadulatan Rakyat, yang bertujuan untuk menolak hasil pemilu.

Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Mohammad Iqbal mengatakan, kelompok teroris yang sudah diamankan Densus 88 Antiteror Polri sudah merencanakan aksi amaliyah pada tanggal 22 Mei.

"Mereka melaksanakan aksi amalia atau aksi teror, dengan menyerang kerumunan massa pada tangga 22 Mei mendatang dengan menggunakan bom," kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat 17 Mei 2019.

Karena itu, mantan Kapolrestabes Surabaya ini mengimbau kepada masyarakat, agar tidak menggelar aksi pada tanggal tersebut.

"Karena itu lewat forum ini, saya selaku Kepala Divisi Humas menyampaikan bahwa pada tanggal 22 Mei, masyarakat kami imbau tidak turun," ujarnya.

Iqbal mengungkapkan, berdasarkan keterangan tersangka terorisme yang telah ditangkap, mereka memang mengambil momentum pesta demokrasi sebagai waktu yang tepat untuk melaksanakan amaliyah. Sebab, dalam paham mereka, demokrasi tidak sejalan dengan ketentuan kelompok mereka.

Para pelaku berdasarkan pengakuan kepada polisi mengatakan, mereka akan meledakkan diri dengan menggunakan remote. Ini, karena pemilu menurut mereka adalah suatu bentuk syirik akbar.

"Ini akan membahayakan, karena mereka akan memyerang semua massa, termasuk aparat dan massa yang berkumpul dengan menggunakan bom," katanya.

Tim Densus 88 masih terus melakukan upaya penangkapan terhadap kelompok ini. Sebab, jika lengah, akan banyak korban jika terjadi kerumanan massa pada tanggal 22 Mei mendatang.

"Kalau ada 100 orang saja sudah berapa korban. Kita tidak boleh underestimate, kita terus bekerja, kita tidak bisa meyakinkan apakah kelompok ini selesai di sini atau masih ada. Densus 88 terus bekerja," katanya.

Seperti diketahui sejak Januari 2019, Densus 88 telah menangkap 68 tersangka terorisme di berbagai daerah. Seluruh tersangka tersebut merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daullah (JAD).

Dari 68 tersangka yang ditangkap, delapan di antaranya meninggal dunia dengan rincian satu meledakkan diri dan tujuh diberikan tindakan tegas karena membahayakan petugas. Kelompok teroris tersebut menyasar aksi massa 22 Mei mendatang. (asp)

Partner Sindikasi Konten: Viva

Tag: Terorisme, Pilpres 2019, Pemilu Presiden (Pilpres)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Viva

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,889.81 3,849.95
British Pound GBP 1.00 18,451.29 18,260.82
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,092.94
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,586.00 14,440.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,022.04 9,915.95
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,858.33 1,839.70
Dolar Singapura SGD 1.00 10,570.33 10,458.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,263.39 16,099.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,480.31 3,442.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,233.53 13,097.51

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6032.696 93.060 633
2 Agriculture 1370.530 9.038 21
3 Mining 1649.204 16.278 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.627 12.743 71
5 Miscellanous Industry 1239.630 17.875 46
6 Consumer Goods 2382.807 22.091 52
7 Cons., Property & Real Estate 444.574 2.807 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1101.266 30.131 74
9 Finance 1217.684 24.828 90
10 Trade & Service 796.572 4.890 156
No Code Prev Close Change %
1 LMSH 478 590 112 23.43
2 POLA 940 1,145 205 21.81
3 IIKP 56 66 10 17.86
4 BEEF 164 189 25 15.24
5 HITS 570 650 80 14.04
6 RDTX 6,000 6,800 800 13.33
7 MBTO 126 139 13 10.32
8 CNTX 535 590 55 10.28
9 OKAS 150 165 15 10.00
10 MPRO 620 680 60 9.68
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 171 112 -59 -34.50
2 BMSR 130 86 -44 -33.85
3 MKNT 165 116 -49 -29.70
4 KONI 282 214 -68 -24.11
5 ARTA 486 380 -106 -21.81
6 POOL 2,780 2,260 -520 -18.71
7 INCF 312 254 -58 -18.59
8 DUTI 5,600 4,600 -1,000 -17.86
9 JSPT 1,245 1,040 -205 -16.47
10 BAYU 2,030 1,735 -295 -14.53
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,770 3,850 80 2.12
2 MNCN 950 1,030 80 8.42
3 TLKM 3,540 3,660 120 3.39
4 BBCA 27,300 28,025 725 2.66
5 BMRI 7,300 7,575 275 3.77
6 JPFA 1,360 1,400 40 2.94
7 JAYA 140 130 -10 -7.14
8 TAMU 4,810 4,830 20 0.42
9 PTBA 2,850 2,880 30 1.05
10 MAMI 135 132 -3 -2.22