Portal Berita Ekonomi Senin, 20 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:25 WIB. Rupiah - Rupiah melemah 0,02% ke level Rp14.453 per dolar AS. 
  • 09:00 WIB. IHSG - IHSG dibuka melemah 0,08% ke level 5.822,47 di awal sesi I. 
  • 08:34 WIB. PTBA - Hingga April 2019, PTBA telah menjual batubara kalori tinggi sebanyak 526.000 ton.
  • 08:33 WIB. PEHA - Phapros kucurkan Rp10 miliar bangun pusat produksi bone filler.
  • 08:33 WIB. PLN - Sepanjang kuartal-I 2019, PLN sudah menambah 1.161.043 pelanggan.
  • 08:13 WIB. JSMR - Jasa Marga memproyeksikan volume kendaraan di jalan tol berpotensi menanjak pada tahun ini.
  • 08:13 WIB. BRI - Lebaran tahun ini BRI menyediakan uang tunai dua kali lipat.
  • 08:09 WIB. PPRO - PT PP Properti menanam modal Rp14 triliun—Rp16 triliun untuk mengembangkan kawasan superblok di area Jembatan Suramadu.

Wiranto Cerita Sialnya Jadi Panglima ABRI Tahun 1998

Wiranto Cerita Sialnya Jadi Panglima ABRI Tahun 1998 - Warta Ekonomi

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan bercerita soal kesialannya saat memangku dua jabatan di pemerintahan pada saat krisis tahun 1998. Saat itu, Wiranto menjabat sebagai Panglima ABRI sekaligus Menteri Pertahanan dan Keamanan Indonesia. 

Hal itu disampaikan Wiranto saat bertemu dengan sejumlah pemimpin media massa.

"Saudara-saudara sekalian, saya ini memang agak sial, agak sialnya begini, Di Orde Baru ini saya cuma 3 bulan bergabung. Ujung Orde Baru, Bulan Februari tanggal 28 saya diangkat jadi Menhankam, Pangab. Mei Pemerintah jatuh," kata Wiranto di JS Luwansa, Jakarta, Jumat 17 Mei 2019.

Hanya dalam tiga bulan memimpin itu, Wiranto mengatakan Ia langsung berhadapan sebuah gejolak yang luar biasa di masyarakat yang taruhannya adalah keutuhan sebuah negeri. 

"Taruhannya negeri ini runtuh. Sebelumnya, saya lihat pendahulu saya pak Faisal Tanjung itu jadi Pangab, enak ya, jadi Pangab kok enak. Liat pak Yusuf, Menhankam Pangab dulu saya masih Kapten, wuih, kayak malaikat, hebat ini," kata Wiranto yang memancing gelak tawa para hadirin. 

Namun, sialnya Wiranto, saat menjabat sebagai Menhankam dan Pangab, ada krisis nasional. "Setelah saya jadi, saya menghadapi krisis nasional, kalau saya salah ambil langkah negeri ini bisa hancur," kata dia. 

Pada saat itu, Wiranto mengatakan bahwa Komando keselamatan ada di bawahnya baik TNI dan Polri. Dia pun boleh membuat kebijakan nasional. Ia juga mengaku sempat kepikiran untuk mengambil alih pemerintahan, namun tentu ada akibat yang lebih besar yang membuatnya urung melakukan hal tersebut. 

"Semua Menteri harus bantu panglima, menetralisir, wah tanpa kampanye ambil alih enak nih, tapi ambil alih akibatnya apa, apakah negeri ini akan selamat, akhirnya civil war perang saudara," kata dia. 

Akan tetapi, lanjut Wiranto, tentunya para kaum reformis yang cita-citanya tak tercapai. "Kalau TNI naik bisa benturan dengan rakyat. Panglima ABRI pasti benturan dengan rakyat, Untung saya waktu itu masih waras, saya hitung enggak boleh," kata dia. 

Untuk Pemilu saat ini, lanjut dia, seluruh masyarakat sedang menunggu hasilnya. Ia pun menyayangkan, langkahnya untuk melakukan pengamanan saat pemilu dituding oleh beberapa pihak seperti kembali ke zaman Orde Baru. 

"Saya berharap kondisi sekarang jangan ke arah ke sana. Karena risikonya besar bagi negeri ini. Kalau sampai terjadi perpecahan, terjadi satu konflik nasional, berat sekali bagi bangsa ini. Risikonya berat," kata dia. (mus)
 

Partner Sindikasi Konten: Viva

Tag: Wiranto

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Viva

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,880.41 3,841.09
British Pound GBP 1.00 18,536.70 18,346.04
China Yuan CNY 1.00 2,109.06 2,088.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,550.00 14,406.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,059.87 9,957.43
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,853.83 1,835.42
Dolar Singapura SGD 1.00 10,577.20 10,468.72
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,240.71 16,075.66
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,485.03 3,448.06
Yen Jepang JPY 100.00 13,203.27 13,069.04

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5826.868 -68.870 633
2 Agriculture 1361.882 7.481 21
3 Mining 1598.997 5.603 47
4 Basic Industry and Chemicals 690.248 -7.582 71
5 Miscellanous Industry 1172.940 -12.924 46
6 Consumer Goods 2346.553 -28.106 52
7 Cons., Property & Real Estate 429.151 -1.563 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1057.675 -16.951 74
9 Finance 1163.676 -20.827 90
10 Trade & Service 782.534 -2.899 156
No Code Prev Close Change %
1 IIKP 50 65 15 30.00
2 JAST 368 460 92 25.00
3 POSA 370 462 92 24.86
4 APEX 700 840 140 20.00
5 TMPO 156 184 28 17.95
6 SAPX 710 835 125 17.61
7 GOLD 476 555 79 16.60
8 ABMM 1,425 1,650 225 15.79
9 MBTO 121 137 16 13.22
10 AMFG 4,600 5,200 600 13.04
No Code Prev Close Change %
1 SKBM 380 300 -80 -21.05
2 YPAS 660 525 -135 -20.45
3 KKGI 218 185 -33 -15.14
4 GHON 1,400 1,200 -200 -14.29
5 SOCI 226 195 -31 -13.72
6 RDTX 7,000 6,175 -825 -11.79
7 LTLS 675 600 -75 -11.11
8 MYTX 73 65 -8 -10.96
9 TNCA 292 260 -32 -10.96
10 MASA 515 460 -55 -10.68
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,860 3,790 -70 -1.81
2 MNCN 890 920 30 3.37
3 BPTR 92 100 8 8.70
4 POSA 370 462 92 24.86
5 BBCA 26,400 25,900 -500 -1.89
6 TLKM 3,600 3,510 -90 -2.50
7 WAPO 89 83 -6 -6.74
8 BMRI 7,350 7,075 -275 -3.74
9 BBNI 8,175 8,100 -75 -0.92
10 UNTR 24,850 24,825 -25 -0.10