Portal Berita Ekonomi Senin, 16 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:48 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,31% terhadap Dollar AS pada level 7,0066 CNY/USD.
  • 16:46 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,14% terhadap Dollar AS pada level Rp.14.010/USD.
  • 16:40 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 0,65% pada level 27.508.
  • 16:39 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,56% pada level 2.984.
  • 16:38 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,25% pada level 3.206.
  • 16:37 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 1,73% pada level 7.480.
  • 14:01 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,29% pada level 23.952.
  • 13:59 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,10% pada level 2.168.

Wiranto Cerita Sialnya Jadi Panglima ABRI Tahun 1998

Wiranto Cerita Sialnya Jadi Panglima ABRI Tahun 1998 - Warta Ekonomi

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan bercerita soal kesialannya saat memangku dua jabatan di pemerintahan pada saat krisis tahun 1998. Saat itu, Wiranto menjabat sebagai Panglima ABRI sekaligus Menteri Pertahanan dan Keamanan Indonesia. 

Hal itu disampaikan Wiranto saat bertemu dengan sejumlah pemimpin media massa.

"Saudara-saudara sekalian, saya ini memang agak sial, agak sialnya begini, Di Orde Baru ini saya cuma 3 bulan bergabung. Ujung Orde Baru, Bulan Februari tanggal 28 saya diangkat jadi Menhankam, Pangab. Mei Pemerintah jatuh," kata Wiranto di JS Luwansa, Jakarta, Jumat 17 Mei 2019.

Hanya dalam tiga bulan memimpin itu, Wiranto mengatakan Ia langsung berhadapan sebuah gejolak yang luar biasa di masyarakat yang taruhannya adalah keutuhan sebuah negeri. 

"Taruhannya negeri ini runtuh. Sebelumnya, saya lihat pendahulu saya pak Faisal Tanjung itu jadi Pangab, enak ya, jadi Pangab kok enak. Liat pak Yusuf, Menhankam Pangab dulu saya masih Kapten, wuih, kayak malaikat, hebat ini," kata Wiranto yang memancing gelak tawa para hadirin. 

Namun, sialnya Wiranto, saat menjabat sebagai Menhankam dan Pangab, ada krisis nasional. "Setelah saya jadi, saya menghadapi krisis nasional, kalau saya salah ambil langkah negeri ini bisa hancur," kata dia. 

Pada saat itu, Wiranto mengatakan bahwa Komando keselamatan ada di bawahnya baik TNI dan Polri. Dia pun boleh membuat kebijakan nasional. Ia juga mengaku sempat kepikiran untuk mengambil alih pemerintahan, namun tentu ada akibat yang lebih besar yang membuatnya urung melakukan hal tersebut. 

"Semua Menteri harus bantu panglima, menetralisir, wah tanpa kampanye ambil alih enak nih, tapi ambil alih akibatnya apa, apakah negeri ini akan selamat, akhirnya civil war perang saudara," kata dia. 

Akan tetapi, lanjut Wiranto, tentunya para kaum reformis yang cita-citanya tak tercapai. "Kalau TNI naik bisa benturan dengan rakyat. Panglima ABRI pasti benturan dengan rakyat, Untung saya waktu itu masih waras, saya hitung enggak boleh," kata dia. 

Untuk Pemilu saat ini, lanjut dia, seluruh masyarakat sedang menunggu hasilnya. Ia pun menyayangkan, langkahnya untuk melakukan pengamanan saat pemilu dituding oleh beberapa pihak seperti kembali ke zaman Orde Baru. 

"Saya berharap kondisi sekarang jangan ke arah ke sana. Karena risikonya besar bagi negeri ini. Kalau sampai terjadi perpecahan, terjadi satu konflik nasional, berat sekali bagi bangsa ini. Risikonya berat," kata dia. (mus)
 

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Wiranto

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Viva

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,753.17 3,715.63
British Pound GBP 1.00 18,833.85 18,645.06
China Yuan CNY 1.00 2,012.73 1,991.85
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,074.02 13,933.98
Dolar Australia AUD 1.00 9,684.33 9,586.58
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,806.56 1,788.52
Dolar Singapura SGD 1.00 10,390.56 10,285.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,667.20 15,509.91
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,401.16 3,364.07
Yen Jepang JPY 100.00 12,867.09 12,735.56

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6211.592 14.274 668
2 Agriculture 1414.577 -10.283 20
3 Mining 1525.926 -2.883 50
4 Basic Industry and Chemicals 968.496 -7.882 77
5 Miscellanous Industry 1233.484 18.459 50
6 Consumer Goods 2025.791 2.118 56
7 Cons., Property & Real Estate 507.163 0.840 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1123.298 0.856 76
9 Finance 1318.530 4.781 90
10 Trade & Service 775.884 7.771 166
No Code Prev Close Change %
1 AMAG 234 292 58 24.79
2 PTSN 222 276 54 24.32
3 DWGL 218 268 50 22.94
4 JSPT 895 1,095 200 22.35
5 BIKA 160 194 34 21.25
6 ASBI 250 300 50 20.00
7 LMSH 310 370 60 19.35
8 PSDN 137 163 26 18.98
9 ERTX 121 143 22 18.18
10 PRIM 270 316 46 17.04
No Code Prev Close Change %
1 APLI 128 100 -28 -21.88
2 BVIC 98 79 -19 -19.39
3 IFII 374 304 -70 -18.72
4 BYAN 14,500 12,125 -2,375 -16.38
5 ALKA 500 420 -80 -16.00
6 PDES 660 555 -105 -15.91
7 KBLV 330 280 -50 -15.15
8 KONI 740 630 -110 -14.86
9 ICON 72 62 -10 -13.89
10 OCAP 268 236 -32 -11.94
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,590 1,600 10 0.63
2 IPTV 510 530 20 3.92
3 IFII 374 304 -70 -18.72
4 PTBA 2,580 2,690 110 4.26
5 MEDC 870 950 80 9.20
6 ADRO 1,590 1,640 50 3.14
7 BBRI 4,280 4,330 50 1.17
8 TLKM 3,990 3,970 -20 -0.50
9 ERAA 1,625 1,710 85 5.23
10 ASII 6,850 6,975 125 1.82