Portal Berita Ekonomi Jum'at, 24 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:40 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 62,01 USD/barel
  • 09:39 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 55,57 USD/barel
  • 09:38 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.561 USD/troy ounce
  • 09:37 WIB. Valas - Rupiah dibuka menguat 0,05% terhadap Dollar AS pada level 13.615
  • 09:35 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Yen pada level 109,47 JPY/USD
  • 09:34 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Poundsterling pada level 1,3117 USD/GBP
  • 09:33 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,02% terhadap Euro pada level 1,1053 USD/EUR
  • 09:32 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 0,06% pada level 23.780
  • 09:31 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka negatif 0,30% pada level 27.820
  • 09:30 WIB. Bursa - Indeks Strait Times dibuka positif 0,04% pada level 3.235  
  • 09:29 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka negatif 0,93% pada level 2.246
  • 08:55 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,10% di awal sesi I.

Aneh, PKS Minta Hasil Pemungutan Suara Ulang di Malaysia Dibatalkan

Aneh, PKS Minta Hasil Pemungutan Suara Ulang di Malaysia Dibatalkan - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Malaysia meminta hasil pemungutan suara ulang (PSU) di Kuala Lumpur, Malaysia, dibatalkan. PSU tersebut diduga dilakukan secara fiktif.

Ketua Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Malaysia, Ali mengatakan, PSU di wilayah kerja Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur sudah selesai digelar dan banyak mendapat catatan dari Bawaslu. Kemudian, penghitungan suara PSU dilaksanakan sejak Kamis (16/5/2019) dan selesai pada Jumat (17/5/2019).

"Dalam proses penghitungan, saksi-saksi PKS menjumpai banyak alamat pada amplop surat suara yang berasal dari daerah Sekinchan, Selangor. Uniknya, beberapa alamat itu tampak berulang dalam jumlah yang besar," ujar Ali dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/5/2019).

Baca Juga: Tegas KPU: Tak Ada Alasan Tolak Hasil Pemilu

Diketahui, alamat-alamat yang berulang tersebut tidak menunjukkan sebuah alamat yang lengkap.

"Misalnya No 101 Pekan Sekinchan 45400 Sekinchan - Selangor dan No 105 Pekan Sekinchan 45400 Sekinchan - Selangor," jelas Ali.

Ia menambahkan, Panwaslu Kuala Lumpur pun memiliki catatan dan kecurigaan akan penggunaan alamat Sekinchan ini. Ia menerangkan, melihat minimnya informasi yang petugas pos dapat identifikasi dari alamat-alamat di atas, Menurut Ali jelas tidak mungkin bagi surat suara dengan jumlah ratusan atau bahkan ribuan yang dikirim ke alamat tersebut bisa sampai kepada pemilih.

Selain itu, lanjutnya, saksi-saksi PKS juga mencatat adanya upaya petugas-petugas KPPSLN untuk melarang para saksi melihat alamat-alamat yang tertera di amplop, dengan alasan dilarang oleh pihak PPLN Kuala Lumpur. Sementara pihak Panwaslu Kuala Lumpur menyatakan, bahwa saksi boleh melihat atau mendapatkan alamat-alamat tersebut.

Baca Juga: Masyarakat, Terima Hasil KPU, Ya!

"Investigasi yang kami lakukan menunjukkan alamat-alamat fiktif yang berpotensi meliputi ribuan pemilih hantu (bogus voting)," ungkap Ali.

Karena itu, pihaknya menyampaikan empat rekomendasi terkait hasil PSU di Kuala Lumpur. Pertama, agar PPLN Kuala Lumpur  dan Panwaslu Kuala Lumpur menjaga keutuhan amplop-amplop pengiriman surat suaradan tidak mencampuradukkan amplop-amplop tersebut antar titik penghitungan.

Kedua, agar hasil PSU ini dibatalkan karena sudah tercampurnya suara-suara sah rakyat dengan suara-suara pemilih hantu yang sistematis dan masif. Ketiga, agar Panwaslu KL dan/atau Bawaslu melakukan investigasi untuk mengecek kembali DPT dan dugaan-dugaan alamat-alamat fiktif, serta mengambil tindakan hukum yang sesuai bila memang ditemukan kecurangan pidana baik dari penyelenggara maupun peserta pemilu.

Keempat, agar problematika ini dapat menjadi pembelajaran bagi KPU dan Bawaslu dalam mengadakan Pemungutan Suara melalui Pos di luar negeri pada masa yang akan datang.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Pemilu 2019, Pemilu Presiden (Pilpres), Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Kumairoh

Foto: Antara/Risky Andrianto

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,652.30 3,615.58
British Pound GBP 1.00 17,971.87 17,791.69
China Yuan CNY 1.00 1,975.11 1,955.32
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,700.16 13,563.84
Dolar Australia AUD 1.00 9,377.76 9,281.74
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,762.60 1,745.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,146.01 10,043.57
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,144.16 14,989.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,366.96 3,331.00
Yen Jepang JPY 100.00 12,517.28 12,390.46
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6249.210 15.757 675
2 Agriculture 1389.817 -4.000 21
3 Mining 1481.192 -1.004 49
4 Basic Industry and Chemicals 965.949 11.937 77
5 Miscellanous Industry 1228.455 7.753 51
6 Consumer Goods 2078.820 6.780 57
7 Cons., Property & Real Estate 472.686 0.757 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1096.781 5.772 76
9 Finance 1375.393 1.438 92
10 Trade & Service 745.215 -4.996 167
No Code Prev Close Change %
1 POLA 130 171 41 31.54
2 OMRE 750 930 180 24.00
3 PORT 500 600 100 20.00
4 GMTD 16,000 19,000 3,000 18.75
5 INAF 690 810 120 17.39
6 TIRA 256 300 44 17.19
7 LMAS 113 130 17 15.04
8 NIKL 610 695 85 13.93
9 ALKA 350 398 48 13.71
10 UNIT 161 181 20 12.42
No Code Prev Close Change %
1 PADI 75 50 -25 -33.33
2 GHON 1,580 1,210 -370 -23.42
3 PEGE 152 120 -32 -21.05
4 MTSM 236 190 -46 -19.49
5 PRIM 378 318 -60 -15.87
6 NZIA 690 585 -105 -15.22
7 ALMI 350 308 -42 -12.00
8 OCAP 176 155 -21 -11.93
9 PICO 895 800 -95 -10.61
10 ENVY 492 440 -52 -10.57
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 830 830 0 0.00
2 KPIG 127 129 2 1.57
3 LUCK 630 600 -30 -4.76
4 MNCN 1,720 1,700 -20 -1.16
5 TCPI 6,700 6,875 175 2.61
6 DMND 1,370 1,530 160 11.68
7 GMFI 114 126 12 10.53
8 BBRI 4,710 4,740 30 0.64
9 ABBA 92 92 0 0.00
10 NIKL 610 695 85 13.93