Portal Berita Ekonomi Kamis, 20 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 00:05 WIB. Bursa Asia - Nike 225 naik 1,72% menjadi 21.338,87
  • 00:05 WIB. Bursa Global - FTSE 100 turun 0,53% menjadi 7.403,54
  • 00:04 WIB. Bursa Global - Nasdaq turun 0,07% menjadi 7.948,54.
  • 00:03 WIB. Bursa Global - Dow naik 0.05% menjadi 26.479,39.
  • 00:03 WIB. Bursa Global - S&P turun 0,03% menjadi 2.916,89
  • 23:54 WIB. Penerbangan - Lion Air on time performance (OTP) 83,99% pada periode lebaran.
  • 23:16 WIB. Beijing - China akan hentikan impor babi dari Kanada, diduga terkait penahanan eksekutif Huawei.
  • 22:54 WIB. INKA - INKA segera menyelesaikan 448 unit dari 886 unit kereta pesanan KAI.
  • 22:52 WIB. KAI - KAI Daop 4 telah memberangkatkan 518.925 penumpang selama periode libur lebaran.
  • 22:35 WIB. KAI - KAI menambah kapasitas angkutan mengantisipasi limpahan penumpang pesawat.
  • 22:28 WIB. IPCC - Indonesia Kendaraan Terminal akan membagikan dividen Rp102,11 miliar.
  • 22:02 WIB. WSBP - Obligasi Waskita Beton Precast oversubscribed hinga 2,18 kali.
  • 21:48 WIB. ADHI - Adhi Karya meraih kontrak baru sebanyak Rp5 triliun hingga Mei 2019.
  • 21:21 WIB. BNI - BNI mencatatkan pertumbuhan kinerja kartu kredit sebesar 10% selama Ramadan 2019.
  • 20:32 WIB. Paris - Mitsubishi Aircraft Corp menjual pesawat 15 Spacejet M100 kepada maskapai Amerika Utara.

Jelang Idulfitri, Pemerintah Pantau Ketat Tiga Produk Ternak

Jelang Idulfitri, Pemerintah Pantau Ketat Tiga Produk Ternak - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Daging sapi, daging ayam, dan telur ayam ras adalah tiga komoditas hasil ternak yang selalu meningkat permintaannya selama Ramadan dan Idulfitri. Karena itu pemerintah memantau ketat kondisi pasokan tiga jenis bahan pangan sumber protein hewani tersebut agar tak terjadi lonjakan harga di masyarakat.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (PPHNak) Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Fini Murfiani mengatakan, data ketersediaan daging sapi secara nasional didapat dengan memantau populasi sapi potong di lokasi peternak dan di perusahaan penggemukan (feedlotter), serta stok daging beku impor di gudang importir dan gudang Bulog.

Pada Mei, pasokan daging sapi nasional diperhitungkan mencapai sekitar 65 ribu ton, lebih tinggi dibanding total kebutuhan sekitar 59 ribu ton. Total pasokan (setelah ditambah daging kerbau impor)  pada Mei-Juni sekitar 145,4 ribu ton dengan total kebutuhan sekitar 123 ribu ton.

"Dari data itu jelas bahwa diperkirakan kebutuhan masyarakat akan daging sapi menjelang Ramadan dan Idulfitri bisa terpenuhi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (20/5/2019).

Sedangkan data pasokan daging ayam, menurut Fini, didapat dari hasil  pantauan ketersediaan live bird siap panen di tingkat peternak dan realisasi distribusi DOC di April dengan memperhitungkan deplesi 6%, berat live bird 1,6 kg per ekor dengan konversi karkas 69,44%.

Baca Juga: Lakukan Kunjungan ke Pasar Badung, Jokowi Pantau Stabilitas Harga

Dari hasil pantauan tersebut, didapatkan data perkiraan pasokan daging ayam ras (broiler) pada Mei 277.910 ton dan Juni 2019 sebesar 315.296 ton. Sementara kebutuhan daging broiler pada Mei dan Juni masing-masing sebanyak 288.451 ton serta 288.451 ton.

Sebagaimana daging sapi dan daging ayam, pasokan telur ayam ras di dalam negeri juga tak mengkhawatirkan. Proyeksinya diperhitungkan berdasarkan populasi ternak ayam ras petelur (layer) produktif sebanyak 166.922.000 ekor pada Mei 2019.

Total pasokan telur pada Mei dan Juni diperhitungkan masing-masing sebanyak 243.510 ton dan 236.580  ton. Sementara kebutuhannya di Mei dan Juni masing-masing sebanyak 167.144 ton dan 150.185 ton.

Fini mengakui, seperti tahun lalu biasanya permintaan daging sapi, daging ayam, dan telur di masyarakat menguat sehari sebelum Ramadan (munggah) sehingga harganya sedikit meningkat. Namun, di pertengahan Ramadan permintaan dan harganya akan menurun dan baru akan menguat lagi seminggu menjelang Idulfitri.

"Tapi yang terjadi selama ini saat munggah kenaikan permintaannya kecil masih di bawah 5%. Menjelang Lebaran lebih besar kenaikan permintaannya, bisa sekitar 20% dari kondisi normal," tutur Fini.

Ia melihat masyarakat konsumen memiliki banyak pilihan dalam mendapatkan daging sapi mengingat  saat ini di pasaran beredar pula daging sapi dan daging kerbau beku. Bahkan, harganya di bawah harga daging segar.

"Daging kerbau beku cukup banyak juga peminatnya karena di tingkat eceran harganya di kisaran Rp70 ribu–80.000 per kg, padahal daging sapi segar bila mendekati Lebaran harganya di atas Rp100.000 per kg," tutur Fini.

Sedangkan tingginya permintaan komoditas telur ayam ras disebabkan pada hari raya banyak masyarakat yang memproduksi kue kering. Dengan pasokan yang cukup di pasaran, menjelang Lebaran nanti Fini berharap tak terjadi lonjakan harga telur seperti yang diinginkan konsumen.

Baca Juga: Pastikan Surplus, Kementan Pantau Ketat Stok Telur Ayam selama Ramadan

Sementara itu, Sekretaris Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar), Samhadi mengakui, ada fenomena yang selalu muncul saat menjelang puasa dan Lebaran, yakni fluktuasi harga telur ayam. Biasanya dua minggu sebelum puasa harga telur akan turun. Namun, 10 hari menjelang  Lebaran harganya merangkak naik.

"Ini kenapa? Ya karena menjelang Lebaran biasanya orang kita suka membuat kue atau mengirimkan makanan," jelasnya.

Samhadi juga tak menampik naik-turunnya harga telur ayam selalu terjadi setiap tahun. Meski demikian, pasokan dari peternak selalu stabil. Permintaan akan turun saat Suro. Saat itu, khususnya masyarakat muslim umumnya tidak menggelar acara selametan (kenduri). Selain itu, permintaan rendah saat libur panjang.

Untuk mencukupi kebutuhan DKI Jakarta, Samhadi mengatakan, sebagian besar pasokan berasal dari Jawa Barat, yakni, Bekasi, Bogor, dan Sukabumi. Sedangkan dari Jawa Tengah datang dari Magelang, Semarang, dan Solo. Sementara Jawa Timur berasal dari Blitar.

"Lampung juga memasok ke DKI Jakarta, tetapi tidak banyak. Intinya untuk DKI Jakarta kebanyakan berasal dari Jawa Barat," tutupnya.

Tag: Kementerian Pertanian (Kementan), Peternakan

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Rahmad

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,824.23 3,785.66
British Pound GBP 1.00 18,022.16 17,842.30
China Yuan CNY 1.00 2,081.78 2,061.17
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,342.00 14,200.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,864.43 9,763.92
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,832.47 1,814.21
Dolar Singapura SGD 1.00 10,487.75 10,382.39
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,060.17 15,898.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,435.21 3,398.76
Yen Jepang JPY 100.00 13,219.65 13,085.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6339.262 81.932 636
2 Agriculture 1407.708 18.720 21
3 Mining 1616.036 27.374 46
4 Basic Industry and Chemicals 759.365 19.786 71
5 Miscellanous Industry 1319.906 24.495 47
6 Consumer Goods 2463.827 18.712 52
7 Cons., Property & Real Estate 491.971 8.540 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1197.863 24.917 74
9 Finance 1292.680 13.837 90
10 Trade & Service 804.545 2.212 159
No Code Prev Close Change %
1 SFAN 188 318 130 69.15
2 APLN 187 234 47 25.13
3 DUTI 4,750 5,825 1,075 22.63
4 WICO 510 615 105 20.59
5 ABMM 1,870 2,180 310 16.58
6 BRAM 10,725 12,500 1,775 16.55
7 NICK 236 274 38 16.10
8 PNSE 520 600 80 15.38
9 BOLA 370 422 52 14.05
10 ARMY 220 250 30 13.64
No Code Prev Close Change %
1 PLIN 4,750 3,700 -1,050 -22.11
2 GLOB 320 258 -62 -19.38
3 INAF 3,230 2,700 -530 -16.41
4 MFMI 605 525 -80 -13.22
5 LRNA 161 141 -20 -12.42
6 BMAS 348 310 -38 -10.92
7 OKAS 168 150 -18 -10.71
8 FORU 100 90 -10 -10.00
9 MINA 1,235 1,115 -120 -9.72
10 RICY 184 167 -17 -9.24
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,130 1,125 -5 -0.44
2 INKP 7,325 8,175 850 11.60
3 APLN 187 234 47 25.13
4 TLKM 3,980 4,100 120 3.02
5 BBRI 4,260 4,290 30 0.70
6 PGAS 1,950 2,060 110 5.64
7 INAF 3,230 2,700 -530 -16.41
8 CENT 95 93 -2 -2.11
9 CCSI 246 232 -14 -5.69
10 BOLA 370 422 52 14.05