Portal Berita Ekonomi Selasa, 21 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:00 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,11% di akhir sesi II.
  • 14:21 WIB. Bursa¬†- Indeks Nikkei ditutup negatif 0,91% pada level 23.864.
  • 14:20 WIB. Bursa¬†- Indeks KOSPI ditutup negatif 1,01% pada level 2.239.

IPO Uber-Lyft Loyo, Gimana Prospek Buat Grab dan Go-Jek, Bro?

IPO Uber-Lyft Loyo, Gimana Prospek Buat Grab dan Go-Jek, Bro? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Kinerja IPO Uber dan Lyft yang tak terlalu baik diproyeksikan akan memberikan dampak buruk kepada bisnis Grab dan Go-Jek, pemain di sektor berbagi tumpangan Asia Tenggara. Apalagi, bila keduanya berencana untuk melantai di bursa di masa depan.

Pelbagai analis menyarankan agar keduanya fokus untuk mencari cara dalam mengumpulkan keuntungan sebelum debut di bursa. Semata-mata karena tak ingin kedua perusahaan Asia Tenggara itu mengalami pahitnya saham anjlok pasca-IPO, seperti yang terjadi pada Uber dan Lyft.

"Mengingat kinerja IPO dari Lyft dan Uber sejauh ini, itu pasti tidak akan menghasilkan penilaian yang lebih baik untuk perusahaan-perusahaan berbagi tumpangan lainnya," kata Tom White, Analis Riset Senior di D.A. Davidson di Amerika Serikat, dikutip dari Nikkei Asian Review, Selasa (21/5/2019).

Baca Juga: Kalau Grab dan Go-Jek Mau IPO, Analis Sarankan Hal Ini

Tantangan relevan lain yang juga membebani Grab dan Go-Jek: meyakinkan investor tahap selanjutnya untuk berpartisipasi dalam putaran penggalangan dana lanjutan, sebelum melangkah ke IPO, kata Kepala Cento Ventures, Mark Suckling.

Apalagi, melihat perjuangan berat keduanya dalam menjangkau seluruh Asia Tenggara, analisis oleh Bank DBS Singapura menunjukkan, hanya satu pemain yang bisa meraih keuntungan dalam bisnis utama; transportasi berbasis teknologi.

Analis Teknologi Bank DBS, Sachin Mittal, berujar, "Pemain lain harus menunjukkan kemampuan dalam memanfaatkan basis pengguna dan basis aset untuk mengeksplorasi lini bisnis lain yang lebih menguntungkan."

Yang perlu dicatat, Grab dan Go-Jek memposisikan diri sebagai aplikasi super dengan berbagai layanan, meliputi: pengiriman makanan, asuransi, pembayaran elektronik, streaming video, transportasi, pemesanan hotel, dan sebagainya. Kedua decacorn itu mungkin memiliki potensi berekspansi ke sektor-sektor yang sejauh ini gagal dimanfaatkan oleh Uber dan Lyft.

Baca Juga: IPO Uber Tak Bergairah, Saham SoftBank Ikut Melemah

"Sangat penting untuk paham, baik bisnis ataupun model operasi kami sangat berbeda dari Uber atau Lyft," kata juru bicara Grab dalam laporan Nikkei.

Berbagai layanan yang perusahaan tawarkan dipercaya dapat jadi alat ampuh dalam meningkatkan efek jaringan yang ada. Sehingga dapat mendorong lintas penggunaan vertikal dalam aplikasi.

Analis Riset di Wedbush Securities, Daniel Ives, mendukung pernyataan itu dengan mengatakan, "Layanan keuangan yang mereka berikan mendiversifikasi aliran pendapatan, yang akan membantu mereka mencari cara untuk menghimpun keuntungan.

Kepala Cento Ventures asal Singapura, Mark Suckling memiliki opini yang serupa dengan Ives. Dengan diversifikasi layanan, Grab dan Go-Jek tak hanya mengatasi inefiensi mobilitas. Mereka pun dapat menemukan alternatif untuk meraih profitabilitas.

"Baik Grab dan Go-jek berencana untuk mengatasi inefisiensi yang lebih besar di wilayah Asia Tenggara, yang (akhirnya) dapat memberi mereka jalan alternatif menuju profitabilitas."

Sekadar informasi, masing-masing valuasi dari Grab dan Go-Jek sudah menggelembung di atas US$10 miliar selama 2018. Itu menarik sejumlah pendukung yang meliputi SoftBank Group dari Jepang, Toyota Motor, Microsoft, Google, Tencent Holdings, dan JD.com.

Baca Juga

Tag: PT Go-Jek Indonesia, Grab

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Kumairoh

Foto: Tech Crunch

Loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,658.88 3,622.09
British Pound GBP 1.00 17,846.92 17,667.98
China Yuan CNY 1.00 1,992.90 1,972.73
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,726.29 13,589.71
Dolar Australia AUD 1.00 9,416.23 9,315.75
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,765.87 1,748.28
Dolar Singapura SGD 1.00 10,177.42 10,072.42
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,226.57 15,073.71
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,375.87 3,339.41
Yen Jepang JPY 100.00 12,484.12 12,356.53
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6245.043 -46.614 675
2 Agriculture 1416.471 -20.137 21
3 Mining 1515.967 -26.726 49
4 Basic Industry and Chemicals 958.755 -7.627 77
5 Miscellanous Industry 1224.607 -9.715 51
6 Consumer Goods 2082.610 -16.264 56
7 Cons., Property & Real Estate 480.841 -4.665 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1088.720 -7.886 76
9 Finance 1366.432 -7.402 92
10 Trade & Service 750.830 -4.813 168
No Code Prev Close Change %
1 ZBRA 72 97 25 34.72
2 AMAR 360 450 90 25.00
3 LUCK 450 560 110 24.44
4 PICO 1,225 1,500 275 22.45
5 MYTX 55 66 11 20.00
6 LMAS 160 191 31 19.38
7 INPP 850 990 140 16.47
8 KICI 204 230 26 12.75
9 FITT 85 95 10 11.76
10 CSRA 376 420 44 11.70
No Code Prev Close Change %
1 SONA 6,000 4,800 -1,200 -20.00
2 RELI 166 134 -32 -19.28
3 KAYU 89 72 -17 -19.10
4 KBLV 294 240 -54 -18.37
5 SDRA 850 700 -150 -17.65
6 PORT 595 510 -85 -14.29
7 CARS 145 125 -20 -13.79
8 PADI 133 115 -18 -13.53
9 LMPI 97 84 -13 -13.40
10 IKAI 64 56 -8 -12.50
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,695 1,745 50 2.95
2 TOWR 785 785 0 0.00
3 ANTM 840 795 -45 -5.36
4 LUCK 450 560 110 24.44
5 TLKM 3,810 3,810 0 0.00
6 BBCA 34,375 34,175 -200 -0.58
7 TCPI 6,850 6,700 -150 -2.19
8 PGAS 2,020 1,965 -55 -2.72
9 BBRI 4,630 4,660 30 0.65
10 WSKT 1,445 1,375 -70 -4.84