Portal Berita Ekonomi Kamis, 23 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:06 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 63,21 USD/barel
  • 08:06 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 56,14 USD/barel
  • 08:05 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.562 USD/troy ounce
  • 08:04 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,15% terhadap Yen pada level 109,67 JPY/USD
  • 08:03 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,02% terhadap Poundsterling pada level 1,3144 USD/GBP
  • 08:01 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,05% terhadap Euro pada level 1,1088 USD/EUR
  • 07:33 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka negatif 0,81% pada level 23.833
  • 07:32 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka negatif 0,89% pada level 2.247
  • 06:43 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup positif 0,03% pada level 3.321
  • 06:42 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup negatif 0,03 pada level 29.186
  • 06:41 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 0,14% pada level 9.383

25 Karyawan McDonald's Ajukan Tuntutan Pelecehan Seksual saat Bekerja, Begini Respons Perusahaan

25 Karyawan McDonald's Ajukan Tuntutan Pelecehan Seksual saat Bekerja, Begini Respons Perusahaan - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

McDonald's mendapat kecaman ketika para pekerja mereka mengajukan tuduhan pelecehan seksual di raksasa makanan cepat saji itu. Selasa (21/05/2019), sebanyak 25 mengajukan tuduhan tersebut karena percobaan pemerkosaan, meraba-raba, paparan tidak senonoh, proposisi untuk seks dan komentar cabul.

Menurut sebuah studi tahun 2016 oleh Hart Research, sekitar 40% wanita yang bekerja di industri makanan cepat saji melaporkan telah dilecehkan secara seksual di tempat kerja mereka.

Baca Juga: Pangkas Antrean, Kios Baru McDonald’s Dilengkapi Self Ordering

"Selama tiga tahun, kami telah berbicara, mengajukan tuntutan dan bahkan melakukan mogok kerja untuk membuat McDonald's menghadapi masalah pelecehan seksual ini," ungkap Harrell, seorang pekerja McDonald's dari Gretna, Louisiana, yang dikutip dari Entrepreneur (23/5/2019).

McDonald's mengubah kebijakan dan meluncurkan hotline

Aktivis berpendapat bahwa laporan pelecehan seksual di rantai dan di industri lebih luas menunjukkan bahwa perusahaan perlu mengambil tindakan. Dalam sebuah surat terbuka, penyelenggara Time's Up menyerukan McDonald's untuk meningkatkan pelatihannya, untuk memastikan ada proses yang adil untuk melaporkan pelecehan dan mencegah pembalasan, dan berkomitmen untuk transparansi mengenai masalah ini.

Baca Juga: Tanggapi Imbauan Pemerintah tentang Pengurangan Plastik, McDonald #Mulaitanpasedotan

Dalam sebuah surat kepada Lakshmi, CEO McDonald's Steve Easterbrook mengatakan bahwa perusahaan "berkomitmen untuk memastikan tempat kerja yang bebas dari pelecehan dan bias" dan bahwa mereka telah membuat perubahan pada kebijakan pelecehannya dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut surat itu, McDonald's telah bekerja dengan Jaringan Nasional Pemerkosaan, Penyalahgunaan & Incest (RAINN) untuk meningkatkan kebijakannya guna memudahkan karyawan untuk melaporkan dan mengatasi pelecehan.

Baca Juga: McDonald's Akuisisi Dynamic Yield, Guna Kustomisasi Layanan Drive-Thru

Musim gugur yang lalu, kata Easterbrook, McDonald's meluncurkan pelatihan baru untuk para pemegang waralaba yang membahas cara mengidentifikasi dan merespons pelecehan. Rantai tersebut sekarang meluncurkan pelatihan baru bagi karyawan tentang pelecehan, bias tidak sadar, dan keselamatan tempat kerja.

Mulai Juni mendatang, McDonald's juga akan meluncurkan hotline yang dikelola pihak ketiga bagi karyawan untuk melaporkan pelecehan dan masalah apa pun. Perusahaan ini bekerja dengan RAINN untuk melakukan percakapan lebih lanjut dengan karyawan dalam dua bulan ke depan karena terus meningkatkan kebijakan.

Baca Juga

Tag: McDonald's, Bisnis Makanan

Penulis/Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Unsplash/Andrew Leu

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,663.85 3,626.71
British Pound GBP 1.00 17,932.17 17,752.38
China Yuan CNY 1.00 1,991.11 1,970.95
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,746.39 13,609.61
Dolar Australia AUD 1.00 9,399.78 9,304.89
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,769.03 1,751.36
Dolar Singapura SGD 1.00 10,182.51 10,078.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,231.00 15,078.09
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,373.35 3,337.32
Yen Jepang JPY 100.00 12,500.13 12,372.37
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6233.453 -4.700 676
2 Agriculture 1393.817 5.439 21
3 Mining 1482.196 -25.902 49
4 Basic Industry and Chemicals 954.012 -0.286 77
5 Miscellanous Industry 1220.702 -4.992 51
6 Consumer Goods 2072.040 0.419 57
7 Cons., Property & Real Estate 471.929 -3.296 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1091.009 -9.075 76
9 Finance 1373.955 5.301 92
10 Trade & Service 750.211 1.380 168
No Code Prev Close Change %
1 DMND 915 1,370 455 49.73
2 AMIN 288 360 72 25.00
3 LTLS 500 615 115 23.00
4 PRDA 3,000 3,690 690 23.00
5 BISI 830 1,015 185 22.29
6 INDR 2,000 2,350 350 17.50
7 KIOS 338 396 58 17.16
8 PTIS 86 100 14 16.28
9 INTD 202 234 32 15.84
10 NIRO 121 140 19 15.70
No Code Prev Close Change %
1 LMAS 168 113 -55 -32.74
2 GMFI 158 114 -44 -27.85
3 DYAN 97 72 -25 -25.77
4 PICO 1,190 895 -295 -24.79
5 PEGE 202 152 -50 -24.75
6 ASBI 298 230 -68 -22.82
7 FPNI 110 88 -22 -20.00
8 AKSI 620 510 -110 -17.74
9 BAJA 87 72 -15 -17.24
10 SDPC 120 104 -16 -13.33
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 800 830 30 3.75
2 LUCK 600 630 30 5.00
3 MNCN 1,750 1,720 -30 -1.71
4 ENVY 436 492 56 12.84
5 PURE 216 246 30 13.89
6 ANTM 795 770 -25 -3.14
7 TCPI 6,750 6,700 -50 -0.74
8 BBRI 4,670 4,710 40 0.86
9 KAYU 91 80 -11 -12.09
10 TLKM 3,890 3,860 -30 -0.77