Portal Berita Ekonomi Selasa, 18 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:09 WIB. Huawei - Penjualan smartphone Huawei di dunia bakal turun 40-60%.
  • 08:01 WIB. Perbankan - Bank Mandiri Syariah mencatat transaksi e-channel naik 60% selama libur lebaran.
  • 07:42 WIB. Instagram - Instagram uji cara cepat pulihkan akun yang kena hack.
  • 07:31 WIB. 6G - SK Telecom, operator telekomunikasi Korsel, gandeng Nokia dan Ericsson kembangkan 6G.
  • 07:09 WIB. LG - LG rilis monitor gaming 1 milisecond pertama di dunia.
  • 06:59 WIB. Huawei - Huawei mau pangkas produksi, terancam kehilangan Rp458 triliun.
  • 06:31 WIB. Bursa Global - Nasdaq naik 0,62% menjadi 7.357,31.
  • 06:31 WIB. Bursa Global - Indeks Dow naik 0,09% menjadi 26.112,53.
  • 06:30 WIB. Bursa Global - Indeks S&P naik 0,09% menjadi 2.889,67
  • 06:16 WIB. Minyak - U.S. West Texas Intermediate (WTI) crude futures turun 58 cents menjadi  $51.93 per barrel, turun  1.10 persen pada Senin
  • 06:15 WIB. Minyak - Brent crude futures turun $1.07 menjadi $60.94 per barel, turun  1.73 persen pada Senin.
  • 06:05 WIB. Kairo - Mantan presiden Mesir Mohamed Mursi (67) meninggal di pengadilan.
  • 22:39 WIB. Perbankan - BTN mengincar dana Rp5 triliun lewat obligasi.
  • 22:33 WIB. New Delhi - Hampir 100 orang meninggal bulan ini di India Timur karena demam otak (encephalitis).
  • 22:03 WIB. Perbankan - Pertumbuhan kredit BCA sepanjang kuartal I 2019 tumbuh 13,2% yoy.

Amien Rais dari Profesor Turun Derajat Jadi Tukang Provokator

Amien Rais dari Profesor Turun Derajat Jadi Tukang Provokator - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Ditengah situasi memanas usai pengumuman hasil Pilpres 2019 yang berujung kerusuhan 21-22 Mei 2019. Ketua Dewan Pertimbangan Partai Amanat Nasional Amien Rais mengeluarkan statement yang dinilai banyak orang sangat provokatif.

Baca Juga: Ucapan Amien Rais Seperti Bensin Menyiram Kebakaran

Bukannya memberikan pernyataan yang menyejukan agar konflik tidak meluas. Amien Rais justru secara serampangan meletupkan rasa permusuhan antara kubu pendemo dan aparat keamanan saat aksi berlangsung.

Ia bahkan mencoba mengoyak sentimen agama ketika jatuhnya korban jiwa dalam kasus kericuhan yang berlangsung dua hari tersebut. Padahal, Polisi menyatakan tidak mengeluarkan senjata untuk menertibkan massa, hanya menggunakan gas air mata dan tameng saja, tanda aparat bersikap bertahan.

"Saudara ku saya menangis, saya betul-betul sedih, juga marah bahwa polisi-polisi yang berbau PKI telah menembak umat islam secara ugal-ugalan," kata Amien seperti diunggah dalam akun instagran pribadinya, Rabu (22/5).

Tak cukup disitu, Amien kembali mengeluarkan kata "umat Islam", tampaknya ia ingin mengobarkan amarah kaum Muslim yang coba dibenturkan dengan aparat yang menurutnya bertindak "ugal-ugalan" dan "berbau PKI".

"Saya atas nama umat Islam minta pertanggungjawaban mu," jelasnya.

People Power

Memang, bukan kali ini saja mantan Ketua MPR itu menabur sikap kebencian ditengah masyarakat yang sedang terbelah akibat dukungan capres. Tengoklah saat mendekati pengumuman hasil Pemilu dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Amien adalah orang yang pertama kali mengeluarkan seruan provokatif: "people power!".

Saat Apel Siaga Umat 313 pada akhir Maret 2019, Amien menyatakan tak akan membawa sengketa hasil pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK), namun lebih memilih menggerakkan massa alias people power.

"Kalau nanti terjadi kecurangan, kita nggak akan ke MK (Mahkamah Konstitusi). Enggak ada gunannya," kata Amien di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, Ahad, 31 Maret 2019.

Dari mulut Amien lah, istilah people power pun jadi populer ditengah panasnya rivalitas Pilpres 2019. Istilah itu dipakai sebagai reaksi ketidakpercayaan atas proses penyelenggaraan pemilu yang dilakukan oleh KPU. Sejurus dengan itu, people power juga punya pesan kuat bahwa upaya pengajuan sengketa hasil pilpres di MK akan jadi sia-sia belaka, padahal saat itu pemungutan suara belum dilaksanakan. Narasi people power seperti jadi mantra dari kubu 02. Kivlan Zein dan Eggi Sudjana ikut-ikutan meneriakan istilah ini.

Dan pada akhirnya, seruan people power memakan korban.

Eggi Sudjana pun kena batunya, pengacara dan politikus PAN itu ditetapkan menjadi tersangka makar akibat "membeo" Amien Rais yang berulangkali meneriakkan people power. Ia bahkan sempat mempertanyakan penetapannya menjadi tersangka, padahal Amien lah yang pertama kali mengeluarkan pernyataan tersebut.

Pensiun dari Profesor jadi Provokator?

Sementara itu, menanggapi manuver Amien yang semakin "liar". Pihak Universitas Gadjah Mada (UGM), kampus yang melabeli gelar "profesor" kepada Amien Rais pun angkat suara.

Sebelum terjun ke dunia politik praktis, Amien Rais adalah dosen dan guru besar (profesor) di Jurusan Hubungan Internasional UGM Yogyakarta.

Dikutip dari detik.com, Ketua Dewan Guru Besar UGM, Koentjoro, mengakui memang banyak pertanyaan yang diajukan kepadanya berkaitan dengan tanggung jawab Amien Rais kepada masyarakat sebagai seorang profesor.

"Banyak yang menanyakan, kan beliau (Amien Rais) profesor, lalu bagaimana tanggung jawabnya?" ungkapnya kepada wartawan di kampus UGM, Jumat (24/5/2019).

Sementara itu, Rektor UGM, Panut Mulyono, menegaskan apa yang dilakukan Amien Rais bukan tanggung jawab institusinya. Sebab, ia sudah pensiun dari kampus.

"Profesor Amien Rais itu sudah purna, sudah pensiun dari UGM, sehingga secara institusi (UGM) sudah tidak ada ikatan secara struktural. Apa yang beliau lakukan itu bukan tanggung jawab UGM, itu jadi tanggung jawab pribadi beliau," pungkasnya.

Menyikapi langkah kontroversial Amien Rais. Dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang, Feri Amsari berkomentar bahwa Amien kini sudah turun derajat karena ulahnya sendiri. Dari guru bangsa dan guru besar (profesor) jadi guru provokator.

"Jangan merubah maqom (tingkatan). Jangan sampai seperti Amien Rais yang dari guru bangsa malah jatuh jadi provokator bangsa," kata Feri dalam acara Mata Najwa.

Prabowo Berbalik

Setelah hasil Pilpres keluar dan hasilnya menunjukan kemenangan Jokowi. Prabowo akhirnya berbalik, ia ambil sikap akan menggugat hasil pilpres ke MK. Banyak pihak memuji langkah tersebut, ketimbang mengambil jalan people power seperti yang disarankan Amien Rais.

Sebagai tokoh senior dalam palagan politik nasional, Amien Rais sudah semestinya mendorong kedua capres untuk melakukan rekonsiliasi. Hampir satu tahun, rakyat terbelah antara "cebong" dan "kampret". Akan lebih bijaksana jika Amien menutup petualangan politiknya menjadi guru bangsa dan negarawan ketimbang mengipasi bara yang seharusnya sudah saatnya padam.

Penulis Inggris Salman Rushdie dalam novelnya Haroun and the Sea of Stories pernah mengetengahkan kisah seorang pendongeng keliling yang biasa dibayar untuk menceritakan cerita-cerita menarik dihadapan para raja.

Suatu ketika ia sudah merasa jenuh dengan segenap bualannya dihadapan raja, ia tahu, sang raja membayarnya hanya untuk membual. Akan tetapi, sang pendongeng sekalipun si pembuat cerita, tak mau terus menerus dikekang imajinasinya hanya untuk melayani sang raja. Hingga akhirnya si pendongeng memungkasi tugasnya dengan cerita kematian si raja itu sendiri. "Khattam Suud, tuntas sudah semua kisah ini," kata si pendongeng.

Tag: Muhammad Amien Rais, 22 Mei 2019, People Power

Penulis/Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,844.29 3,805.69
British Pound GBP 1.00 18,159.47 17,976.68
China Yuan CNY 1.00 2,091.38 2,070.50
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,418.00 14,274.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,919.58 9,819.08
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,841.36 1,822.90
Dolar Singapura SGD 1.00 10,522.55 10,413.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,181.32 16,015.43
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,455.90 3,418.10
Yen Jepang JPY 100.00 13,278.69 13,142.44

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6190.525 -59.740 634
2 Agriculture 1387.740 6.172 21
3 Mining 1599.384 -15.894 46
4 Basic Industry and Chemicals 740.684 -13.793 71
5 Miscellanous Industry 1278.981 -9.883 46
6 Consumer Goods 2415.601 -31.601 52
7 Cons., Property & Real Estate 467.630 -4.198 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1161.408 -10.915 74
9 Finance 1261.086 -6.995 90
10 Trade & Service 799.348 -10.114 158
No Code Prev Close Change %
1 BOLA 175 296 121 69.14
2 SDMU 54 72 18 33.33
3 SMRU 140 176 36 25.71
4 YELO 192 240 48 25.00
5 POLL 1,200 1,450 250 20.83
6 SOSS 378 430 52 13.76
7 MINA 1,090 1,235 145 13.30
8 MEGA 5,100 5,775 675 13.24
9 ARTA 412 466 54 13.11
10 HRME 292 324 32 10.96
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,300 975 -325 -25.00
2 BMTR 480 360 -120 -25.00
3 FITT 230 173 -57 -24.78
4 SMBR 1,030 785 -245 -23.79
5 SKBM 464 368 -96 -20.69
6 TGKA 4,750 4,000 -750 -15.79
7 WICO 625 530 -95 -15.20
8 SIMA 112 97 -15 -13.39
9 GLOB 348 302 -46 -13.22
10 BHIT 84 74 -10 -11.90
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,300 975 -325 -25.00
2 MAMI 116 124 8 6.90
3 JPFA 1,545 1,410 -135 -8.74
4 SMRU 140 176 36 25.71
5 BMTR 480 360 -120 -25.00
6 CSIS 109 98 -11 -10.09
7 SIMA 112 97 -15 -13.39
8 BBRI 4,230 4,200 -30 -0.71
9 CPIN 4,700 4,380 -320 -6.81
10 BDMN 4,510 4,250 -260 -5.76