Portal Berita Ekonomi Senin, 06 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Jalan Terjal Ekspor Otomotif Nasional di Tengah Tekanan Resesi Ekonomi Global

Jalan Terjal Ekspor Otomotif Nasional di Tengah Tekanan Resesi Ekonomi Global
WE Online, Jakarta -

Gejolak perekonomian global serta tendensi proteksionisme di beberapa negara mulai membawa dampak bagi pertumbuhan ekspor otomotif nasional. Volume ekspor kendaraan utuh (complete build up/CBU) bermerek Toyota pada Januari hingga April 2019 tercatat sebanyak 61.600 unit atau turun 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan jumlah 65.700 unit.

Beberapa penyebab turunnya kinerja ekspor kendaraan utuh bermerek Toyota, antara lain karena kondisi perekonomian di negara destinasi tujuan ekspor terutama di kawasan Timur Tengah dan Filipina.

Dari total volume ekspor CBU Toyota, kontributor terbesar masih dipegang oleh model Sport Utility Vehicle (SUV) Fortuner dengan volume 14.400 unit atau 23% dari total volume ekspor, disusul Rush dengan volume 12.600 unit (20%), serta Agya di tempat ketiga dengan 10.800 unit (18%). Model-model lainnya adalah Vios 7.500 unit, Avanza 8.400 unit, Kijang Innova, Sienta, Yaris, serta Town Ace/Lite Ace 7.900 unit.

Baca Juga: Ekonomi Global Stagnan, Ekspor CBU Toyota Justru Naik di Kuartal I 2019

Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam menjelaskan, situasi yang terjadi saat ini merupakan hal yang tidak bisa dihindarkan dan risiko yang telah diperhitungkan oleh korporasi.

"Naik-turunnya kondisi perekonomian di negara tujuan ekspor merupakan hal di luar kontrol atau kendali kami dan tidak terhindarkan. Namun, hal-hal seperti ini tentu telah kami perhitungkan dalam manajemen risiko," ungkap Bob Azam.

Walaupun kinerja ekspor CBU di periode caturwulan pertama 2019 kurang memuaskan, TMMIN tidak mengoreksi target pertumbuhan ekspor dan masih optimis, pertumbuhan di atas 5% hingga akhir 2019 dapat dipenuhi.

"Belum ada koreksi terhadap target ekspor. Kami masih optimis target pertumbuhan di atas 5% dapat tercapai. Mulai pertengahan tahun, akan ada ekspansi ekspor ke beberapa negara tujuan baru di kawasan Amerika Tengah. Ditambah ada permintaan fleet order dari negara-negara Timur Tengah diharapkan bisa membantu tercapainya target," tutur Bob Azam.

Penambahan negara tujuan di kawasan Amerika Tengah tersebut melalui proses yang tidak singkat. Studi pasar termasuk peraturan dan regulasi di negara kandidat tujuan ekspor baru dilakukan langsung oleh divisi terkait di TMMIN sejak 2018 lalu.

Baca Juga: Airlangga Targetkan Ekspor Otomotif Indonesia Lampaui Thailand

Pada November tahun lalu, TMMIN mengundang para distributor dari kandidat negara tujuan ekspor baru ke Indonesia untuk melihat proses produksi di pabrik Karawang serta berdiskusi mengenai hal-hal terkait dengan tren pasar dan karakteristik konsumen di negara-negara tersebut. Setelah seluruh proses studi selesai, TMMIN kemudian mengusulkan potensi perluasan ekspor ini ke pihak prinsipal untuk mendapatkan persetujuan.

"Persaingan yang semakin sengit, ditambah kondisi ekonomi global yang kurang stabil, membuat kami harus semakin proaktif meningkatkan performa ekspor, tidak hanya menunggu order dari prinsipal. TMMIN membuat divisi khusus yang bertugas mencari pasar-pasar tujuan ekspor baru sebagai upaya menjawab tantangan tersebut," pungkas Bob Azam.

Baca Juga

Tag: Otomotif, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Agus Aryanto

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,903.38 3,863.51
British Pound GBP 1.00 18,244.37 18,061.39
China Yuan CNY 1.00 2,071.79 2,050.85
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,638.83 14,493.17
Dolar Australia AUD 1.00 10,143.25 10,033.62
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,888.83 1,870.01
Dolar Singapura SGD 1.00 10,496.79 10,388.62
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,462.83 16,294.67
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,416.30 3,379.15
Yen Jepang JPY 100.00 13,614.98 13,478.26
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4973.794 7.014 694
2 Agriculture 1035.202 -3.361 22
3 Mining 1268.499 25.710 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.463 13.240 80
5 Miscellanous Industry 874.938 -3.179 52
6 Consumer Goods 1815.479 0.475 57
7 Cons., Property & Real Estate 321.161 -5.097 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 897.578 2.421 78
9 Finance 1073.299 -2.447 93
10 Trade & Service 605.597 0.226 172
No Code Prev Close Change %
1 BBHI 103 139 36 34.95
2 EPAC 199 268 69 34.67
3 INDS 1,940 2,420 480 24.74
4 AMAR 308 384 76 24.68
5 PDES 390 470 80 20.51
6 MARK 540 650 110 20.37
7 DNAR 226 270 44 19.47
8 DAYA 600 700 100 16.67
9 DSSA 19,500 22,400 2,900 14.87
10 GLOB 168 190 22 13.10
No Code Prev Close Change %
1 ARKA 372 346 -26 -6.99
2 MSIN 316 294 -22 -6.96
3 SMMA 17,700 16,475 -1,225 -6.92
4 BIKA 188 175 -13 -6.91
5 FOOD 145 135 -10 -6.90
6 INPS 1,960 1,825 -135 -6.89
7 HDFA 160 149 -11 -6.88
8 PRAS 146 136 -10 -6.85
9 AMFG 3,070 2,860 -210 -6.84
10 PLIN 2,640 2,460 -180 -6.82
No Code Prev Close Change %
1 PURA 97 92 -5 -5.15
2 TOWR 1,040 1,090 50 4.81
3 PTPP 980 955 -25 -2.55
4 BCAP 158 158 0 0.00
5 TKIM 6,500 6,250 -250 -3.85
6 TCPI 4,340 4,150 -190 -4.38
7 TLKM 3,140 3,120 -20 -0.64
8 MNCN 890 915 25 2.81
9 JPFA 1,150 1,175 25 2.17
10 MAIN 570 615 45 7.89