Portal Berita Ekonomi Selasa, 07 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:10 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 42,79 USD/barel.
  • 16:10 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 40,29 USD/barel.
  • 16:09 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,38% terhadap Euro pada level 1,1266 USD/EUR.
  • 16:09 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,18% terhadap Poundsterling pada level 1,2469 USD/GBP.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 1,38% pada level 25.975.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 1,09% pada level 2.164.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,44% pada level 22.614.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,37% pada level 3.345.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 1,05% pada level 2.661.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 1,08% pada level 6.217.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,07% terhadap Yuan pada level 7,02 CNY/USD.
  • 16:04 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,35% terhadap Dollar AS pada level 14.440 IDR/USD.
  • 16:03 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,32% terhadap Yen pada level 107,69 JPY/USD.
  • 16:02 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.778 USD/troy ounce.

Huawei Buntung, Nokia Akan Untung

Huawei Buntung, Nokia Akan Untung
WE Online, Jakarta -

Guncangan Huawei juga memengaruhi para pesaingnya. Salah satunya adalah Nokia. CEO Nokia, Rajeev Suri mengatakan bahwa perusahaannya akan diuntungkan oleh terhambatnya langkah Huawei dalam kompetisi bisnis jaringan berbasis teknologi 5G.

Maklum, Nokia rada terlambat dalam mendapatkan dan menjalankan teknologi 5G. Kabarnya, kerumitan ini dikarenakan dalam bisnis ini, Nokia bekerja sama dengan Alcatel-Lucent.

Seperti dikutip dari CNA, Suri juga mengatakan bahwa perusahaan dapat mengambil manfaat dari tindakan keras AS terhadap saingannya, Huawei, karena perlombaan di antara kedua negara tersebut untuk meluncurkan layanan 5G semakin memanas.

Ketika ditanya terkait masalah regulasi yang dihadapi Huawei, ia mengatakan kepada investor, "Mungkin ada peluang jangka panjang tetapi lebih dari itu, sulit dikatakan pada saat ini."

Baca Juga: Inilah Daftar Perusahaan Global yang Meninggalkan Huawei

Para analis memperkirakan Nokia dan rekannya Ericsson akan mendapat keuntungan dari ketegangan antara Amerika Serikat dan Huawei, yang merupakan pemasok terbesar teknologi jaringan seluler.

Pada bulan lalu, Nokia melaporkan kerugian kuartalan yang mengejutkan setelah gagal memasok peralatan telekomunikasi 5G pada waktunya.

Suri mengakui perusahaan itu agak lambat dalam mendapatkan dan menjalankan teknologi 5G, dengan alasan menggabungkan rencana teknologinya sendiri dengan rencana akuisisi Alcatel-Lucent.

"Kami terlambat dalam 5G selama beberapa minggu hingga beberapa bulan," kata Suri pada pertemuan pemegang saham tahunan perusahaan Finlandia itu.

Nokia mengatakan, telah memenangkan satu kontrak 5G komersial tambahan sejak melaporkan pendapatan kuartal pertama pada akhir April 2019.

Baca Juga: Jaringan 5G di Eropa Akan Tertunda, Begini Kata CEO Nokia

"Kami memenangkan penawarannya dan meluncurkan beberapa jaringan 5G pertama di dunia," ungkap Suri.

"Saat ini kami memiliki 37 kontrak komersial 5G, 20 pelanggan yang sudah berlabel termasuk T-Mobile, AT&T, STC, dan Telia, dan lebih dari setengahnya mencakup komponen portofolio yang lebih luas yang tidak dapat ditandingi pesaing kami," tambahnya.

Suri mengatakan kepada investor bahwa ia tetap yakin perusahaannya akan mencapai target yang ditetapkan.

Baca Juga

Tag: Huawei Technologies Co Ltd, Nokia Corporation

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Reuters/Mikko Stig

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,873.90 3,834.33
British Pound GBP 1.00 18,157.44 17,975.33
China Yuan CNY 1.00 2,073.04 2,051.24
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,528.28 14,383.72
Dolar Australia AUD 1.00 10,124.76 10,021.14
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,874.62 1,855.94
Dolar Singapura SGD 1.00 10,436.98 10,330.91
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,440.20 16,270.86
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,404.00 3,365.40
Yen Jepang JPY 100.00 13,533.56 13,395.16
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4987.082 -1.784 696
2 Agriculture 1049.824 4.364 23
3 Mining 1286.833 -0.065 48
4 Basic Industry and Chemicals 754.468 -2.937 80
5 Miscellanous Industry 874.683 -0.700 52
6 Consumer Goods 1808.082 -7.428 57
7 Cons., Property & Real Estate 318.064 -1.319 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 900.558 5.889 78
9 Finance 1079.658 1.250 93
10 Trade & Service 605.831 -0.810 173
No Code Prev Close Change %
1 PGUN 115 155 40 34.78
2 UANG 168 226 58 34.52
3 TECH 131 170 39 29.77
4 ARGO 820 1,025 205 25.00
5 ANJT 496 605 109 21.98
6 KBLI 394 470 76 19.29
7 YPAS 402 468 66 16.42
8 PURA 98 114 16 16.33
9 BRIS 396 452 56 14.14
10 LPIN 224 254 30 13.39
No Code Prev Close Change %
1 MASA 575 535 -40 -6.96
2 EMTK 4,900 4,560 -340 -6.94
3 PEHA 1,230 1,145 -85 -6.91
4 LMAS 58 54 -4 -6.90
5 ATIC 870 810 -60 -6.90
6 LIFE 7,250 6,750 -500 -6.90
7 PRIM 320 298 -22 -6.88
8 VRNA 131 122 -9 -6.87
9 HELI 264 246 -18 -6.82
10 KRAH 470 438 -32 -6.81
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 396 452 56 14.14
2 PURA 98 114 16 16.33
3 KPIG 110 111 1 0.91
4 BCAP 157 157 0 0.00
5 BBRI 3,040 3,030 -10 -0.33
6 IPTV 364 362 -2 -0.55
7 TLKM 3,050 3,120 70 2.30
8 ANTM 640 650 10 1.56
9 TKIM 6,200 6,625 425 6.85
10 TOWR 1,110 1,095 -15 -1.35