Portal Berita Ekonomi Senin, 24 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:19 WIB. Elpiji - Distribusi tertutup elpiji 3 kg dilakukan bertahap mulai 2020.
  • 16:18 WIB. Lion Air - Mulai Sabtu (1/07/2019), Lion Air beroperasi di Bandara Kertajati.
  • 15:07 WIB. Abramovich - Lawan kebencian agama, Abramovich sumbang Rp71,2 miliar.
  • 14:41 WIB. Ritel - Aprindo mengakui bahwa semakin banyak perusahaan ritel baru dan persaingan semakin ketat.
  • 14:25 WIB. Giant - Giant Ekstra Mitra 10 Cibubur akan tutup pada Jumat (28/6/2019).
  • 13:32 WIB. BRI - BRI kembali menjadi penyedia uang kertas asing BPKH untuk biaya hidup jemaah haji 2019.
  • 11:50 WIB. BRI - Bank BRI segera mengambil alih kepemilikan 90% saham BRINS dengan nilai Rp1,04 Triliun.
  • 07:18 WIB. New York - Eldorado Resorts Inc akan merger dengan Caesars Entertainment Corp.

Duh, Trump Nekat Jual Senjata AS Senilai US$ 8 Miliar ke Arab Saudi

Duh, Trump Nekat Jual Senjata AS Senilai US$ 8 Miliar ke Arab Saudi - Warta Ekonomi
WE Online, Washington -

Pemerintah Amerika Serikat (AS) nekat melanjutkan penjualan senjata senilai US$8 miliar atau lebih dari Rp115,1 trilun kepada Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Yordania. Presiden Donald Trump, dengan dalih keadaan darurat nasional karena tegang dengan Iran, mengabaikan keberatan Kongres AS soal penjualan senjata tersebut.

AS memberi tahu komite-komite di Kongres bahwa pemerintah akan tetap melanjutkan 22 paket penjualan senjata militer ke tiga negara Arab tersebut. Langkah itu membuat marah para legislator Amerika Serikat.

Sejatinya, para anggota Kongres telah memblokir penjualan peralatan militer ofensif ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab selama berbulan-bulan. Mereka marah terkait banyaknya korban sipil dari serangan udara Koalisi Arab di Yaman, serta pelanggaran hak asasi manusia seperti pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Turki.

Baca Juga: Iran vs AS: Perang Mengancam Kawasan Teluk

Pada awal pekan ini, para pembuat undang-undang dan ajudan Kongres mengatakan bahwa Trump yang frustrasi dengan Kongres semestinya menahan kesepakatan penjualan senjata termasuk bom ke Arab Saudi. Namun, presiden Trump ternyata mempertimbangkan untuk menggunakan celah dalam undang-undang pengendalian senjata dengan mengumumkan keadaan darurat nasional sebagai dalih melanjutkan kesepakatan penjualan senjata tersebut.

"Presiden Trump hanya menggunakan celah ini karena dia tahu Kongres tidak akan menyetujui... Tidak ada alasan 'darurat' baru untuk menjual bom ke Saudi untuk dijatuhkan di Yaman, dan melakukan itu hanya akan melanggengkan krisis kemanusiaan di sana," kata Senator Partai Demokrat, Chris Murphy, seperti dikutip Reuters, Sabtu (25/5/2019).

Niat Trump itu sudah disampaikan Murphy kepada publik di Twitter pada hari Rabu bahwa lalu, di mana Trump sedang mempertimbangkan celah dalam Undang-Undang Ekspor Kontrol Senjata untuk memuluskan penjualan senjata AS ke negara-negara Arab.

Para Senator Partai Republik juga menyatakan keberatan dengan cara Trump tersebut. Tindakan seperti itu akan menghilangkan kemampuan Kongres untuk memeriksa tidak hanya Trump tetapi presiden masa depan AS dari tindakannya menjual senjata di tempat yang mereka sukai.

Baca Juga: Bikin Geleng-Geleng, Trump Ampuni Mantan Tentara AS yang Bunuh Tahanan Irak

Menteri Luar Negeri Michael Pompeo mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mitra AS di Timur Tengah membutuhkan kontrak pembelian senjata yang harus diselesaikan untuk membantu menangkal Iran. Dalih Pompeo ini juga untuk melawan keberatan Kongres.

Ini bukan pertama kalinya Kongres dan Trump berselisih soal kebijakan di kawasan Timur Tengah maupun pembagian kekuasaan antara Gedung Putih dan Capitol Hill. Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat pernah memutuskan untuk mengakhiri dukungan militer AS terhadap agresi militer Koalisi Arab di Yaman pada awal tahun ini, tetapi Trump memveto resolusi tersebut.

Senjata-senjata AS yang dijual kepada tiga negara Arab itu antara lain amunisi presisi berpemandu (PGM) produksi Raytheon, suku cadang untuk pesawat F-15 Boeing, dan rudal anti-tank Javelin, yang dibuat oleh Raytheon dan Lockheed Martin Corp.

Perusahaan lain yang akan diuntungkan dalam penjualan senjata ini termasuk General Electric, yang sekarang diizinkan untuk menjual mesin untuk jet tempur F-16 yang dioperasikan oleh Uni Emirat Arab dan unit perusahaan AS di Thales, Prancis, yang dibebaskan untuk menjual sistem fuzing untuk bom berpemandu Paveway IV kepada Inggris dan UEA.

Langkah Trump ini kemungkinan juga akan menjadi berita baik bagi BAE Systems Plc Inggris dan Airbus Eropa, yang membuka jalan bagi pemasangan bom yang dipandu laser Paveway di Eurofighter dan jet tempur Tornado buatan Eropa yang dijual ke Arab Saudi, serta pesawat tempur F-15 yang dibuat oleh Boeing.

"Saya kecewa, tetapi tidak terkejut, bahwa Pemerintahan Trump telah gagal sekali lagi untuk memprioritaskan kepentingan keamanan nasional jangka panjang kami atau membela hak asasi manusia, dan sebaliknya memberikan bantuan kepada negara-negara otoriter seperti Arab Saudi," kata Senator Bob Menendez dalam sebuah pernyataan.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Tag: Donald Trump, Amerika Serikat (AS), Arab Saudi

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Kumairoh

Foto: Reuters/Kevin Lamarque

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,796.17 3,758.20
British Pound GBP 1.00 18,146.63 17,964.21
China Yuan CNY 1.00 2,078.16 2,057.43
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,236.00 14,094.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,896.87 9,796.74
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,821.60 1,803.32
Dolar Singapura SGD 1.00 10,510.93 10,402.24
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,201.99 16,034.74
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,436.16 3,399.42
Yen Jepang JPY 100.00 13,261.29 13,125.35

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6315.436 -20.262 636
2 Agriculture 1419.293 6.479 21
3 Mining 1642.897 24.186 46
4 Basic Industry and Chemicals 772.421 1.780 71
5 Miscellanous Industry 1286.447 -22.797 47
6 Consumer Goods 2419.364 -24.295 52
7 Cons., Property & Real Estate 492.624 -6.112 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1194.160 -2.214 74
9 Finance 1291.431 0.875 90
10 Trade & Service 799.230 -5.077 159
No Code Prev Close Change %
1 YULE 152 204 52 34.21
2 SFAN 396 494 98 24.75
3 YPAS 308 382 74 24.03
4 SKBM 400 466 66 16.50
5 BYAN 16,100 18,450 2,350 14.60
6 GTBO 153 170 17 11.11
7 SIPD 805 880 75 9.32
8 BMSR 130 142 12 9.23
9 PICO 284 310 26 9.15
10 APLN 226 246 20 8.85
No Code Prev Close Change %
1 KONI 500 376 -124 -24.80
2 PSDN 270 204 -66 -24.44
3 POLL 1,850 1,400 -450 -24.32
4 PLIN 3,710 3,000 -710 -19.14
5 TIRA 270 228 -42 -15.56
6 SRAJ 270 230 -40 -14.81
7 SQMI 254 220 -34 -13.39
8 UNIT 202 175 -27 -13.37
9 TRST 426 370 -56 -13.15
10 HERO 940 835 -105 -11.17
No Code Prev Close Change %
1 INKP 9,900 9,975 75 0.76
2 CSIS 103 102 -1 -0.97
3 MNCN 1,015 995 -20 -1.97
4 TLKM 4,040 4,040 0 0.00
5 HMSP 3,270 3,250 -20 -0.61
6 ASII 7,600 7,450 -150 -1.97
7 BPTR 89 92 3 3.37
8 BBRI 4,310 4,360 50 1.16
9 TKIM 12,725 13,000 275 2.16
10 ISAT 2,200 2,370 170 7.73