Portal Berita Ekonomi Senin, 13 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:16 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 39,85 USD/barel.
  • 16:16 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 42,63 USD/barel.
  • 16:15 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,11% terhadap Euro pada level 1,1312 USD/EUR.
  • 16:14 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,13% terhadap Poundsterling pada level 1,2606 USD/GBP.
  • 16:14 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,17% pada level 25.772.
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat 1,67% pada level 2.186.
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 2,22% pada level 22.784.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 1,77% pada level 3.443.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,74% pada level 2.632.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka menguat 0,82% pada level 6.145.
  • 16:10 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Yuan pada level 7,00 CNY/USD.
  • 16:09 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,07% terhadap Dollar AS pada level 14.425 IDR/USD.
  • 16:08 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,11% terhadap Yen pada level 107,05 JPY/USD.
  • 16:07 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.808 USD/troy ounce.

Duh, Trump Nekat Jual Senjata AS Senilai US$ 8 Miliar ke Arab Saudi

Duh, Trump Nekat Jual Senjata AS Senilai US$ 8 Miliar ke Arab Saudi
WE Online, Washington -

Pemerintah Amerika Serikat (AS) nekat melanjutkan penjualan senjata senilai US$8 miliar atau lebih dari Rp115,1 trilun kepada Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Yordania. Presiden Donald Trump, dengan dalih keadaan darurat nasional karena tegang dengan Iran, mengabaikan keberatan Kongres AS soal penjualan senjata tersebut.

AS memberi tahu komite-komite di Kongres bahwa pemerintah akan tetap melanjutkan 22 paket penjualan senjata militer ke tiga negara Arab tersebut. Langkah itu membuat marah para legislator Amerika Serikat.

Sejatinya, para anggota Kongres telah memblokir penjualan peralatan militer ofensif ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab selama berbulan-bulan. Mereka marah terkait banyaknya korban sipil dari serangan udara Koalisi Arab di Yaman, serta pelanggaran hak asasi manusia seperti pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Turki.

Baca Juga: Iran vs AS: Perang Mengancam Kawasan Teluk

Pada awal pekan ini, para pembuat undang-undang dan ajudan Kongres mengatakan bahwa Trump yang frustrasi dengan Kongres semestinya menahan kesepakatan penjualan senjata termasuk bom ke Arab Saudi. Namun, presiden Trump ternyata mempertimbangkan untuk menggunakan celah dalam undang-undang pengendalian senjata dengan mengumumkan keadaan darurat nasional sebagai dalih melanjutkan kesepakatan penjualan senjata tersebut.

"Presiden Trump hanya menggunakan celah ini karena dia tahu Kongres tidak akan menyetujui... Tidak ada alasan 'darurat' baru untuk menjual bom ke Saudi untuk dijatuhkan di Yaman, dan melakukan itu hanya akan melanggengkan krisis kemanusiaan di sana," kata Senator Partai Demokrat, Chris Murphy, seperti dikutip Reuters, Sabtu (25/5/2019).

Niat Trump itu sudah disampaikan Murphy kepada publik di Twitter pada hari Rabu bahwa lalu, di mana Trump sedang mempertimbangkan celah dalam Undang-Undang Ekspor Kontrol Senjata untuk memuluskan penjualan senjata AS ke negara-negara Arab.

Para Senator Partai Republik juga menyatakan keberatan dengan cara Trump tersebut. Tindakan seperti itu akan menghilangkan kemampuan Kongres untuk memeriksa tidak hanya Trump tetapi presiden masa depan AS dari tindakannya menjual senjata di tempat yang mereka sukai.

Baca Juga: Bikin Geleng-Geleng, Trump Ampuni Mantan Tentara AS yang Bunuh Tahanan Irak

Menteri Luar Negeri Michael Pompeo mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mitra AS di Timur Tengah membutuhkan kontrak pembelian senjata yang harus diselesaikan untuk membantu menangkal Iran. Dalih Pompeo ini juga untuk melawan keberatan Kongres.

Ini bukan pertama kalinya Kongres dan Trump berselisih soal kebijakan di kawasan Timur Tengah maupun pembagian kekuasaan antara Gedung Putih dan Capitol Hill. Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat pernah memutuskan untuk mengakhiri dukungan militer AS terhadap agresi militer Koalisi Arab di Yaman pada awal tahun ini, tetapi Trump memveto resolusi tersebut.

Senjata-senjata AS yang dijual kepada tiga negara Arab itu antara lain amunisi presisi berpemandu (PGM) produksi Raytheon, suku cadang untuk pesawat F-15 Boeing, dan rudal anti-tank Javelin, yang dibuat oleh Raytheon dan Lockheed Martin Corp.

Perusahaan lain yang akan diuntungkan dalam penjualan senjata ini termasuk General Electric, yang sekarang diizinkan untuk menjual mesin untuk jet tempur F-16 yang dioperasikan oleh Uni Emirat Arab dan unit perusahaan AS di Thales, Prancis, yang dibebaskan untuk menjual sistem fuzing untuk bom berpemandu Paveway IV kepada Inggris dan UEA.

Langkah Trump ini kemungkinan juga akan menjadi berita baik bagi BAE Systems Plc Inggris dan Airbus Eropa, yang membuka jalan bagi pemasangan bom yang dipandu laser Paveway di Eurofighter dan jet tempur Tornado buatan Eropa yang dijual ke Arab Saudi, serta pesawat tempur F-15 yang dibuat oleh Boeing.

"Saya kecewa, tetapi tidak terkejut, bahwa Pemerintahan Trump telah gagal sekali lagi untuk memprioritaskan kepentingan keamanan nasional jangka panjang kami atau membela hak asasi manusia, dan sebaliknya memberikan bantuan kepada negara-negara otoriter seperti Arab Saudi," kata Senator Bob Menendez dalam sebuah pernyataan.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Donald Trump, Amerika Serikat (AS), Arab Saudi

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Kumairoh

Foto: Reuters/Kevin Lamarque

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,881.94 3,842.29
British Pound GBP 1.00 18,422.24 18,237.49
China Yuan CNY 1.00 2,079.00 2,058.20
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,558.43 14,413.57
Dolar Australia AUD 1.00 10,147.23 10,044.82
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,878.39 1,859.62
Dolar Singapura SGD 1.00 10,482.74 10,376.94
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,488.88 16,319.04
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,420.68 3,382.67
Yen Jepang JPY 100.00 13,627.66 13,488.27
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5064.447 33.191 696
2 Agriculture 1078.713 24.908 23
3 Mining 1325.758 41.194 48
4 Basic Industry and Chemicals 767.493 6.916 80
5 Miscellanous Industry 882.386 9.988 52
6 Consumer Goods 1813.377 14.353 57
7 Cons., Property & Real Estate 315.146 -0.912 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 892.581 -1.265 78
9 Finance 1117.565 5.359 93
10 Trade & Service 605.703 2.439 173
No Code Prev Close Change %
1 DOID 157 210 53 33.76
2 PNSE 540 675 135 25.00
3 UANG 440 550 110 25.00
4 INDY 745 930 185 24.83
5 PGUN 324 404 80 24.69
6 PTPW 1,120 1,310 190 16.96
7 KONI 432 500 68 15.74
8 CENT 89 102 13 14.61
9 GWSA 96 110 14 14.58
10 UNIT 146 166 20 13.70
No Code Prev Close Change %
1 SOFA 100 90 -10 -10.00
2 LPPS 86 80 -6 -6.98
3 DART 258 240 -18 -6.98
4 TCPI 3,740 3,480 -260 -6.95
5 MAPA 2,450 2,280 -170 -6.94
6 SIPD 1,085 1,010 -75 -6.91
7 MARI 58 54 -4 -6.90
8 PRIM 320 298 -22 -6.88
9 KBLI 468 436 -32 -6.84
10 CANI 161 150 -11 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 PURA 123 117 -6 -4.88
2 PTBA 2,070 2,170 100 4.83
3 BCAP 159 157 -2 -1.26
4 IPTV 358 360 2 0.56
5 DOID 157 210 53 33.76
6 BBCA 31,000 30,875 -125 -0.40
7 BRIS 474 482 8 1.69
8 ENVY 133 133 0 0.00
9 ERAA 1,315 1,380 65 4.94
10 BBRI 3,110 3,160 50 1.61