Portal Berita Ekonomi Jum'at, 15 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:09 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,10% terhadap Euro pada level 1,1033 USD/Euro
  • 20:01 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,26% terhadap Yen pada level 108,70 Yen/USD
  • 19:58 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.464 USD/troy ounce
  • 19:57 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 61,95 USD/barel
  • 19:56 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 56,68 USD/barel
  • 16:40 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,01% pada level 26.326
  • 16:39 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,37% pada level 7.319
  • 16:38 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,64% pada level 2.891
  • 16:37 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,22% pada level 3.238
  • 14:37 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,70% pada level 23.303
  • 14:36 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,07% pada level 2.162

Hadapi Serbuan Produk China, Perajin Golok Ini Andalkan KUR BNI

Hadapi Serbuan Produk China, Perajin Golok Ini Andalkan KUR BNI - Warta Ekonomi
WE Online, Sukabumi -

Indonesia yang memiliki wilayah geografis dan penduduk yang besar di Asia Tenggara memang menjadi pasar yang menggiur bagi para pelaku usaha baik dalam dan luar negeri. Sehingga wajar bila serbuan produk-produk asing di sejumlah lini bisnis dan industri begitu membanjiri pasar Indonesia. Bahkan produk-produk kerajinan logam dan senjata tajam pun tak luput dari serbuan produk China.

Hal ini seperti yang diutarakan H Enjon Hasanudin, perajin golok sekaligus pemilik toko PD Siliwangi di daerah Cibatu, Sukabumi, Jawa Barat, akhir pekan lalu. Adapun PD Siliwangi merupakan toko yang menjual berbagai kerajinan logam seperti golok, pedang, samurai, borgol, pisau, dan lain-lain.

Menurutnya, serbuan produk-produk China membuat persaingan di bisnis kerajinan logam makin panas dan ketat. "Kalau kualitas kita mengimbangi, bahkan bisa lebih. Tapi tergantung harga. Tapi memang serbuannya sudah luar biasa," jelas dia.

Dia mengatakan, harga produk kerajinan buatan China memang lebih murah. Ini yang menjadi tantangan tersendiri bagi Enjon dan perajin lainnya dari Desa Cibatu. Harga pisau sangkur produk China, kata dia, bisa dijual dengan harga Rp50.000-Rp70.000. Sementara untuk produk sangkur yang sama dan merupakan produk lokal bisa mencapai harga Rp100.000.

"Tapi tergantung jumlah pesanan juga. Kalau makin banyak, makin murah," tutur dia.

Beruntung, kini Enjon menjadi salah satu mitra binaan PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk. Dengan menjadi mitra binaan dan memanfaatkan BNI Kredit Usaha Rakyat (KUR), Enjon optimis dapat bersaing menghadapi serbuan produk asinh dan meningkatkan produksi kerajinannya, sehingga mampu memenuhi kebutuhan konsumen.

Seperti diketahui BNI KUR adalah fasilitas kredit hingga maksimal Rp 500 juta yang bisa digunakan sebagai tambahan modal usaha produktif dalam bentuk Kredit Modal Kerja (dengan jangka waktu pengembalian hingga 3 tahun), maupun sebagai Kredit Investasi (5 tahun).

Baca Juga: Perluas Akses Modal UMKM, Pemerintah Kembali Turunkan Suku Bunga KUR

Enjon menjelaskan, pada awalnya ia mengajukan kredit Rp 50 juta per tahun. Karena usahanya berkembang seiring permintaan pasar yang terus meningkat, kredit usaha yang diajukannya pun terus naik hingga saat ini sudah menjadi Rp 200 juta per tahun.

"Sudah empat tahun saya jadi mitra BNI. Sangat terbantu, terutama produksi meningkat sekitar 30% lah setelah jadi mitra. Omzet juga meningkat," tuturnya. Modal dari BNI, jelas dia, digunakan untuk berbagai keperluan produksi dan memenuhi stok barang.

Sementara itu, Vice President bidang Bisnis BNI Kantor Cabang Sukabumi Salahuddin mengatakan, selain PD Siliwangi, BNI telah membantu beberapa perajin logam di daerah Cibatu.

“Paling kecil kami memberikan kredit kemitraan Rp 10 juta tanpa jaminan. Paling besar untuk kredit ini Rp 500 juta. Tapi ada juga jenis kredit lain BNI Wirausaha sebesar Rp 1 miliar dan sudah ada yang mengambil juga,” ujarnya.

Terkait usahanya ini, Enjon memaparkan dahulu usaha kerajinan logam semuanya dikerjakan secara tradisional. Tak heran jika dalam seminggu, bengkelnya dulu hanya bisa menghasilkan 10 item saja. Produksinya pun tak banyak variasi, berupa golok, sangkur dan beberapa alat pertanian.

Namun zaman berubah, para perajin logam dan senjata tajam Cibatu pun bertransformasi. Gaya produksi tradisional harus ditinggalkan. Bengkel-bengkel perajin Cibatu kini tak ragu mengadopsi peralatan produksi yang modern. Di bengkel Enjon misalnya, mengukir pola di bilah pisau kini sudah menggunakan laser.

"Produksi juga sekarang kita bisa ratusan item per minggu. Produksi juga macam-macam, ada yang massal ada yang pesanan khusus," papar Enjon.

Bersama 25 karyawannya,  kini tak hanya menempa golok Cibatu yang terkenal itu. Mereka juga memproduksi secara massal sangkur, pedang upacara, beragam pisau, peralatan pertanian, hingga borgol.

Kliennya pun makin beragam. Sedangkan pemasaran meluas ke seluruh Jawa, Sumatera, Kalimantan bahkan merambah Malaysia. Mengikuti zaman, kata Enjon, pandai besi Cibatu kini juga eksis memasarkan produksinya di media sosial. "Padahal dulu kita jualan hanya door to door," kenangnya sambil tersenyum.

Enjon mengatakan, kendati produk makin beragam, kualitas perajin Cibatu tetap nomor satu. Untuk harga pun mereka bersaing, mulai dari kisaran Rp20.000-35.000-an untuk pisau dapur/sangkur hingga ratusan ribu bahkan jutaan untuk produk pesanan khusus seperti pisau komando, golok atau pedang samurai.

"Sebulan omset kita rata-rata Rp50 juta," tutup Enjon.

Baca Juga

Tag: Kredit Usaha Rakyat (KUR), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Perajin Golok

Penulis/Editor: Fajar Sulaiman

Foto: BNI

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,770.39 3,732.68
British Pound GBP 1.00 18,217.14 18,034.47
China Yuan CNY 1.00 2,017.72 1,996.78
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,139.35 13,998.66
Dolar Australia AUD 1.00 9,604.86 9,506.49
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,805.75 1,787.60
Dolar Singapura SGD 1.00 10,391.23 10,282.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,592.88 15,432.12
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,408.72 3,372.36
Yen Jepang JPY 100.00 13,023.26 12,890.11

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6128.345 29.395 661
2 Agriculture 1385.589 -12.154 20
3 Mining 1478.551 26.308 49
4 Basic Industry and Chemicals 954.622 15.563 76
5 Miscellanous Industry 1178.252 -5.733 50
6 Consumer Goods 2066.971 -6.238 54
7 Cons., Property & Real Estate 508.022 -0.825 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1141.280 5.153 75
9 Finance 1264.100 13.290 90
10 Trade & Service 786.548 -7.094 165
No Code Prev Close Change %
1 CITY 180 242 62 34.44
2 MPOW 182 244 62 34.07
3 SINI 476 595 119 25.00
4 BOSS 240 300 60 25.00
5 ESIP 276 344 68 24.64
6 POLA 900 1,100 200 22.22
7 NICK 276 334 58 21.01
8 BRAM 11,725 14,050 2,325 19.83
9 KICI 340 400 60 17.65
10 HRTA 292 340 48 16.44
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 496 372 -124 -25.00
2 DEAL 1,150 865 -285 -24.78
3 PURE 1,130 850 -280 -24.78
4 ENVY 2,750 2,070 -680 -24.73
5 JSKY 730 550 -180 -24.66
6 IRRA 590 450 -140 -23.73
7 ARMY 90 71 -19 -21.11
8 RIMO 67 55 -12 -17.91
9 FORZ 326 268 -58 -17.79
10 POSA 71 60 -11 -15.49
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 242 244 2 0.83
2 BBRI 3,940 4,090 150 3.81
3 MNCN 1,405 1,410 5 0.36
4 TCPI 4,490 4,780 290 6.46
5 PURE 1,130 850 -280 -24.78
6 PSAB 264 262 -2 -0.76
7 RIMO 67 55 -12 -17.91
8 BRPT 1,025 1,075 50 4.88
9 SLIS 5,350 5,100 -250 -4.67
10 SKYB 89 79 -10 -11.24