Portal Berita Ekonomi Selasa, 18 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:10 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.588 USD/troy ounce.
  • 16:09 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 56,70 USD/barel.
  • 16:08 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 51,32 USD/barel.
  • 16:07 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,22% terhadap Poundsterling pada level 1,2980 USD/GBP.
  • 16:07 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,07% terhadap Euro pada level 1,0828 USD/EUR.
  • 16:06 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,36% terhadap Yuan pada level 7,01 CNY/USD.
  • 16:05 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,25% terhadap Dollar AS pada level 13.694 IDR/USD.
  • 16:05 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,15% terhadap Yen pada level 109,71 JPY/USD.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 1,54% pada level 27.530.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 1,48% pada level 2.208.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,05% pada level 2.984.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,52% pada level 3.196.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,32% pada level 7.409.
  • 16:01 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,33% di akhir sesi II.

Jabar Bakal Rehabilitasi 8.500 Hektare Lahan Kritis

Jabar Bakal Rehabilitasi 8.500 Hektare Lahan Kritis - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Seluas 8.500 hektare lahan kritis yang tersebar di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Garut, Sumedang, Tasikmalaya, dan Majalengka akan direhabilitasi.

Rehabilitasi dilakukan setelah BPDASHL Cimanuk-Citanduy dan Perum Perhutani Divre Jawa Barat-Banten membuat kontrak kerja sama di Kantor Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Kadipaten, Majalengka, Selasa (28/5/2018).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melalui Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengapresiasi kerja sama tersebut. Menurutnya, program rehabilitasi adalah salah satu bentuk kolaborasi untuk mewujudkan Jabar Juara Lahir dan Batin.

"Hari ini menjadi bukti adanya kolaborasi untuk menangani lahan kritis antara Pemprov Jawa Barat, kementerian, pemerintah daerah, masyarakat, termasuk yang membanggakan adalah keterlibatan dari pondok pesantren," ucapnya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (29/5/2019).

Baca Juga: Tak Ada Disclaimer, 80% Pemda di Jawa Barat Raih Opini WTP

Pola rehabilitasi sendiri rencananya akan menggunakan teknik agroforestri. Nantinya, setiap hektare akan ditanam 400 pohon berjenis kayu-kayuan, seperti pohon pinus, mahoni, buah-buahan, dan pohon sejenis.

Menurut Uu Ruzhanul, rehabilitasi lahan kritis perlu ditangani dengan serius dan dilakukan oleh ahlinya. Maka itu, dia mendukung penuh kehadiran SMK vokasi di bidang pertanian, kehutanan, lingkungan hidup, dan sumber daya air (SDA).

Apalagi, kata Uu Ruzhanul, lahan kritis di Jawa Barat terus meluas setiap tahun. Padahal, program dan anggaran untuk menanggulangi lahan kritis telah dicanangkan. Dia pun menilai lahan kritis hadir akibat ulah manusia yang kurang peduli terhadap lingkungan.

"Artinya, sekalipun populasi manusia bertambah, pembangunan terus bergerak karena memang dibutuhkan, tetapi kalau tangan manusia tidak merusak. Jika menjaganya dengan program, insyaallah bencana lahan kritis dan banjir tidak akan terjadi," ucapnya.

"Oleh karena itu, Pemprov Jawa Barat mendorong suksesnya program penanaman kembali lahan kritis. Kita ingat sebuah pepatah orangtua, yaitu lebih baik mewariskan mata air kepada anak cucu kita daripada mewariskan air mata," kata Uu Ruzhanul melanjutkan.

Direktur Jenderal PDASHL Kemen-LHK, Ida Bagus Putera Parthama mengungkapkan bahwa lahan kritis di Indonesia mencapai 14,3 juta hektare. Menurutnya, porsi cukup besar berada di Jawa Barat, khususnya daerah aliran sungai (DAS) Cimanuk-Citanduy.

"Dampak lahan kritis ini menimbulkan berbagai bencana dengan kerugian materil dan nonmateril," katanya.

Putera menjelaskan, apabila lahan kritis berada di DAS, maka daerah tersebut bisa dikatakan tidak sehat. DAS tidak sehat, lanjut dia, akan menyebabkan debit air sungai utama tinggi manakala hujan turun, tetapi debit air akan rendah ketika musim kemarau tiba.

"Jadi, ketika musim hujan dia kelebihan air tidak bisa menampung sehingga terjadi banjir. Di musim kering karena waktu musim hujan tidak bisa menampung mata air, juga tidak keluar air, sehingga kekeringan," katanya.

Baca Juga: Pemprov Jabar Hibahkan Tanah hingga Mobil ke 3 Lembaga dan Kementerian

Selain itu, DAS yang tidak sehat akan menggerus kualitas tanah dan menyebabkan hadirnya bencana alam seperti tanah longsor. "DAS yang tidak sehat menjauhkan rayat dari kesejahteraan," ucapnya.

Dalam penilaian Putera, inti problem lahan kritis berada pada tata ruang. Seharusnya, kata dia, pembangunan disesuaikan dengan kondisi DAS yang ada, sehingga tidak mengubah lansekap atau bentang alam.

Oleh karena itu, Kemen-LHK pun menjalin kerja sama dengan Kementerian ATR/BPN guna membangun kesepahaman. Jadi, daerah yang ingin melakukan revisi tentang tata ruang mesti mempertimbangkan atau memperhatikan area DAS.

Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka, Ahmad Sodikin, menyambut positif rehabilitasi lahan kritis di wilayahnya. Sebab, hal tersebut akan menambah kawasan hutan lindung di Majalengka sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.

"Kami menyambut baik acara launching penanganan lahan kritis dan persemaian permanen. Hal ini sangat bermanfaat baik untuk pemberdayaan masyarakat sekitar hutan dalam melaksanakan kebun bibit rakyat maupun dalam upaya peningkatan kawasan hutan lindung di Majalengka yang saat ini baru mencapai 36,18%," ucapnya.

Dengan begitu, kata Ahmad, target kawasan hutan lindung di Majalengka dapat mencapai 39,19% atau sesuai dengan Perda nomor 11 tahun 2011 tentang RTRW.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan juga peresmian Persemaian Permanen (PP). Persemaian tersebut nantinya akan memproduksi bibit via kegiatan vegetatif maupun generatif dengan memanfaatkan teknologi. Bibit yang diproduksi di persemaian dapat diambil secara gratis.

Selain launching rehabilitasi lahan kritis dan PP, dilakukan pula peresmian Kebun Bibit Rakyat. Program tersebut merupakan lokasi untuk pembuatan bibit tanaman hutan penghasil kayu dan hasil hutan bukan kayu yang dikelola oleh lembaga desa, kelompok masyarakat, serta kelompok adat di sekitar lokasi kebun.

Baca Juga: Langkah Strategis Jabar Jaga Stok dan Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok

Program Kebun Bibit Rakyat ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dalam rehabilitasi hutan dan lahan. Ada 86 unit kebun yang akan digarap yang tersebar di Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Sumedang, Majalengka, Kuningan, Indramayu, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, dan Pangandaran.

Ada pula rencana serah terima hutan serba guna yang dilaksanakan di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati seluas 8,46 hektare dengan perlakuan penanaman sekitar 600 batang pohon per hektare. Jenis pohon yang akan ditanam, mulai dari pohon asem, rembesi, sampai mahoni.

Baca Juga

Tag: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Humas Pemprov Jabar

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,664.68 3,628.02
British Pound GBP 1.00 17,863.57 17,684.46
China Yuan CNY 1.00 1,966.09 1,946.28
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,744.38 13,607.62
Dolar Australia AUD 1.00 9,189.49 9,096.69
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,769.61 1,751.84
Dolar Singapura SGD 1.00 9,882.36 9,782.62
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,879.67 14,730.25
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,315.09 3,278.94
Yen Jepang JPY 100.00 12,525.64 12,398.74
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5886.962 19.439 682
2 Agriculture 1295.899 0.555 22
3 Mining 1424.772 12.193 49
4 Basic Industry and Chemicals 875.102 15.947 77
5 Miscellanous Industry 1078.627 3.172 51
6 Consumer Goods 1908.034 2.274 57
7 Cons., Property & Real Estate 458.842 6.655 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1013.789 6.991 78
9 Finance 1335.244 -4.630 92
10 Trade & Service 702.943 2.497 168
No Code Prev Close Change %
1 ASPI 178 240 62 34.83
2 DWGL 190 256 66 34.74
3 MTSM 154 206 52 33.77
4 DEAL 86 110 24 27.91
5 DNAR 165 210 45 27.27
6 NZIA 380 454 74 19.47
7 DIGI 1,700 2,020 320 18.82
8 WAPO 82 96 14 17.07
9 ASBI 256 298 42 16.41
10 GMTD 16,375 19,000 2,625 16.03
No Code Prev Close Change %
1 MINA 108 71 -37 -34.26
2 FORU 107 81 -26 -24.30
3 AYLS 354 272 -82 -23.16
4 SOTS 290 228 -62 -21.38
5 OKAS 108 91 -17 -15.74
6 PICO 945 805 -140 -14.81
7 PANI 93 80 -13 -13.98
8 REAL 138 120 -18 -13.04
9 INDO 111 97 -14 -12.61
10 AMAR 346 304 -42 -12.14
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,505 1,495 -10 -0.66
2 TOWR 880 875 -5 -0.57
3 REAL 138 120 -18 -13.04
4 MKNT 50 50 0 0.00
5 AYLS 354 272 -82 -23.16
6 DEAL 86 110 24 27.91
7 BBRI 4,470 4,400 -70 -1.57
8 TCPI 6,675 6,975 300 4.49
9 TLKM 3,610 3,620 10 0.28
10 PGAS 1,495 1,505 10 0.67