Kasus Flu Burung Menurun, FAO Apresiasi Kinerja Kementan

Kasus Flu Burung Menurun, FAO Apresiasi Kinerja Kementan Kredit Foto: Kementan

Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-bangsa (FAO) memberikan apresiasi pada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) yang berhasil dalam pengendalian dan penanggulangan penyakit Avian Influenza (AI) atau lebih dikenal sebagai flu burung.

"FAO mendukung program pemerintah dalam pengendalian dan penanggulangan flu burung sejak 2006. Sepanjang kerja sama selama 13 tahun, kami mengapresiasi angka kasus penyakit flu burung yang terus menurun," kata Stephen Rudgard, FAO Representative to Indonesia and Timor Leste dalam pertemuan dengan Ditjen PKH Kementan, I Ketut Diarmita di Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Kementan mencatat angka tahunan kasus flu burung turun dari 2.751 pada 2007 ke 476 pada 2018. Penyakit ini disebabkan oleh virus influenza yang menyerang semua jenis unggas domestik termasuk ayam, bebek, dan burung puyuh, serta dapat mengakibatkan tingkat kematian yang tinggi.

Baca Juga: Flu Burung Tak Pengaruhi Penjualan Daging Ayam

Flu burung adalah penyakit yang dapat ditularkan ke manusia (zoonosis). Indonesia tertular virus flu burung sejak 2003 yang menyebar ke beberapa wilayah dalam beberapa tahun. Dalam rangka melindungi kesehatan manusia dan produksi ternak unggas di Indonesia, pemerintah gencar melakukan program pengandalian dan penanggulangan flu burung.

Dalam kesempatan tersebut, Ketut mengapresiasi FAO atas kontribusinya dalam program pengendalian penyakit flu burung di Indonesia. Banyak keberhasilan yang diperoleh dalam kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan FAO. Saat ini pengendalian dititikberatkan pada peningkatan biosekuriti pada peternakan dan sertifikasi kompartemen bebas avian influenza (AI).

Selain itu, program ini juga memantau dinamika virus yang beredar di lapangan untuk tujuan produksi dan penggunaan vaksin yang efektif dalam melindungi peternakan.

Implementasi strategi tersebut berhasil menekan kasus flu burung di peternakan rakyat dan memberikan sertifikasi kompartemen bebas AI bagi peternakan komersial. Keberhasilan sertifikasi tersebut membuat produk unggas Indonesia dapat diekspor ke beberapa negara, lanjut Ketut.

"Negara seperti Jepang yang persyaratan kesehatan hewannya sangat tinggi mau menerima produk unggas Indonesia sebagai bentuk pengakuan penjaminan keamanan dan kesehatan hewan Indonesia," tambahnya.

Baca Juga: Pancaroba, Yogyakarta Waspadai Potensi Flu Burung

James McGrane, Team Leader Unit Khusus FAO di bidang Kesehatan Hewan (FAO ECTAD Indonesia), pada kesempatan yang sama menyampaikan bahwa kerja sama yang baik antara Pemerintah Indonesia dan FAO perlu diteruskan agar dapat memastikan dampak yang berkelanjutan.

"Keberlanjutan kerja sama internasional ini akan memperkuat kapasitas Indonesia dalam melindungi masyarakat dan mata pencahariannya dari bahaya penyakit hewan yang menular kepada manusia," kata McGrane.

Ketut menyambut baik tawaran kerja sama lanjutan ini dan berharap kegiatan kerja sama akan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pembangunan peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini