Portal Berita Ekonomi Kamis, 09 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,59% pada level 26.129.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,24% pada level 2.158.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,78% pada level 22.438.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup menguat 1,74% pada level 3.403.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 0,31% pada level 2.669.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,17% pada level 6.200.
  • 16:06 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,04% terhadap Yuan pada level 7,01 CNY/USD.
  • 16:05 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,21% terhadap Dollar AS pada level 14.410 IDR/USD.

Perang Dagang AS-China Akan Turunkan PDB Global US$600 Miliar

Perang Dagang AS-China Akan Turunkan PDB Global US$600 Miliar
WE Online, Jakarta -

Perang dangan AS dengan China tampaknya bukan hanya perkaran kedua raksasa ekonomi tersebut, tapi juga akan berdampak terhadap pelambatan ekonomi global. Menurut Bloomberg, sebesar US$600 miliar PDB global akan terhapus akibat ulah kedua negara ini.

Dikutip dari laman rt.com, ketidakpastian dari perang ini juga menimbulkan tanda tanya. Bayangkan saja, selama dua minggu ke dua belah pihak seakan-akan hendak berdamai. Eh, setelah 2 minggu, perang dagang malah makin memanas setelah Donald Trump memasukan Huawei ke dalam “daftar hitam” perusahaan-perusahaan yang dilarang berbisnis dengan AS.

Sialnya lagi, Trump juga mengajak sekutunya untuk ikut memboikot Huawei agar tidak memakai jaringan 5G milik Huawei. Alhasil perusahaan-perusahaan Inggris mulai ikut irama gendang Trump. Bahkan perusahaan-perusahaan Korea Selatan juga mulai dituntut hal yang sama.

Baca Juga: Ikuti Putusan Donald Trump, Google Cabut Lisensi Android Huawei

Setelah kejadian ini tampaknya perang akan semakin sengit.  Pengenaaan tarif terhadap ekspor masing negara bisa tambah diperluas, yang dampaknya akan menurunkan pasar. Ekonom Bloomberg Dan Hanson dan Tom Orlik mengatakan bahwa, scenario ini akan mencampai impaknya pada 2021 dimana PDB akan menurun US$600 miliar.

Padahal, tanpa perang dagang pun, outpu China dan AS akan turun masing-masing 0,5 persen dan 0,2 persen. Sementara output global akan turun sekitar 0,3 persen dalam dua tahun.

Sekarang kedua belah tampaknya masih ngotot dengan posisinya masing-masing, merasa akan menang. Donald Trump, misalnya, berkali-kali mengatakan bahwa AS berada “dalam posisi yang sangat baik” terhadap China. Sementara China mengatakan bahwa pihaknya memegang kartu Trump dan mengatakan tidak ingin berkompromi tentang hal ini.

Baca Juga: Perang Dagang AS-China: Membeli Produk AS Bisa Dianggap Anti-Patriotik (2)

Fokus peperang kemungkinan besar akan terjadi adu tarif bilateral. Menurut hitung-hitungan Bloomberg, setiap tarif dinaikan 25%, output global akan turun 0,5 persen. Pada saat yang sama output AS dan China akan turun masing-masing 0,5 persen dan 0,8 persen.

Pasar finansial, yang sudah sensitive terhadap perang dagang AS-China, diperkirakan akan turun sampai 10 persen untuk pasar ekuitas. Hal ini ujung-ujungnya bisa menghantam konsumsi dan investasi, setiap ada kenaikan tarif dari kedua belah pihak. Pada akhirnya akan terjadi penurun PDB sebesar 0,6 persen, sementara China dan AS masing-masing akan menderita penurunan 0,9 persen dan 0,7 persen.

Para analis memperkirakan perdagangan global akan jadi korban perang tarif. Moody’s mengatakan hal yang sama pada awal bulan ini. IMF juga mengatakan bahwa konsekuensi perang dagang bisa “menggoyang” pertumbuhan global tahun2019, menurunkan kepercayaan dan kenaikan harga bagi konsumen.

Baca Juga

Tag: Perang Dagang, Amerika Serikat (AS), China (Tiongkok)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Kumairoh

Foto: Reuters/Jonathan Ernst

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,874.97 3,835.39
British Pound GBP 1.00 18,239.49 18,056.56
China Yuan CNY 1.00 2,069.18 2,048.33
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,532.30 14,387.70
Dolar Australia AUD 1.00 10,082.51 9,979.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,875.11 1,856.43
Dolar Singapura SGD 1.00 10,415.18 10,307.85
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,386.62 16,219.25
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,397.78 3,359.26
Yen Jepang JPY 100.00 13,502.09 13,366.50
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5076.174 89.092 696
2 Agriculture 1053.282 3.458 23
3 Mining 1285.485 -1.348 48
4 Basic Industry and Chemicals 767.391 12.923 80
5 Miscellanous Industry 884.491 9.808 52
6 Consumer Goods 1825.015 16.933 57
7 Cons., Property & Real Estate 320.091 2.027 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 906.562 6.004 78
9 Finance 1118.359 38.701 93
10 Trade & Service 607.190 1.359 173
No Code Prev Close Change %
1 PGUN 155 208 53 34.19
2 UANG 226 282 56 24.78
3 PURA 114 141 27 23.68
4 TRUK 110 131 21 19.09
5 INKP 6,675 7,575 900 13.48
6 SMMA 15,300 17,200 1,900 12.42
7 ESIP 174 195 21 12.07
8 DPNS 242 270 28 11.57
9 DMAS 165 181 16 9.70
10 BBTN 1,225 1,340 115 9.39
No Code Prev Close Change %
1 JKON 400 372 -28 -7.00
2 NZIA 200 186 -14 -7.00
3 BINA 940 875 -65 -6.91
4 DNAR 290 270 -20 -6.90
5 ITIC 1,235 1,150 -85 -6.88
6 BYAN 13,900 12,950 -950 -6.83
7 KBLV 410 382 -28 -6.83
8 KBLI 470 438 -32 -6.81
9 PDES 500 466 -34 -6.80
10 GHON 1,840 1,715 -125 -6.79
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,030 3,190 160 5.28
2 PURA 114 141 27 23.68
3 BRIS 452 440 -12 -2.65
4 BBTN 1,225 1,340 115 9.39
5 BBNI 4,600 4,800 200 4.35
6 TKIM 6,625 7,100 475 7.17
7 BBCA 29,950 31,000 1,050 3.51
8 TLKM 3,120 3,150 30 0.96
9 TOWR 1,095 1,075 -20 -1.83
10 MDKA 1,375 1,450 75 5.45