Portal Berita Ekonomi Minggu, 15 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:08 WIB. Peringkat Kemudahan Berbisnis - Singapura (2), Malaysia (12), Thailand (21), China (31), India (63), Vietnam (70), Indonesia (73), Filipina (95)
  • 08:55 WIB. Peringkat Anti Korupsi - Singapura (3), Malaysia (61), India (78), China (87), Indonesia (89), Filipina (99), Thailand (99), Vietnam (117)

Go-Jek Targetkan Profit Lewat Go-Food dan Go-Pay

Go-Jek Targetkan Profit Lewat Go-Food dan Go-Pay - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Go-Jek menargetkan untuk memperoleh keuntungan dari layanan antar makanan dan finansial. CEO Go-Jek Nadiem Makarim menyampaikan, perusahaan tak memerlukan layanan roda empat untuk mencapai keuntungan bila nantinya melakukan IPO.

Menurutnya, layanan berbagi tumpangan (ride-hailing) menyumbang kurang dari seperempat total Gross Merchandise Value (GMV) Go-Jek. Layanan pengantaran makanan dan finansial (Go-Pay) menyumbang jauh lebih banyak dari itu.

Baca Juga: Bagaimana Cara Grab dan Go-Jek Siasati Supply dan Demand saat Mudik?

“Kami membangun bisnis dengan asumsi layanan ride-hailing untuk mencapai titik impas (break-even point),” kata Nadiem, dilansir dari Nikkei Asian Review, Kamis (30/5/2019).

Titik impas adalah kondisi ketika biaya pengeluaran dan pendapatan seimbang, tak ada kerugian ataupun keuntungan. Nadiem menggambarkan situasi itu sebagai skenario basis dari bisnis perusahaan.

“Jadi, bahkan di kondisi itu kita bisa mencapai profitabilitias,” kata Nadiem, kemudian menambahkan, “ketika Go-Jek go public.”

Namun, pernyataan itu muncul di tengah skeptisisme yang berkembang atas model bisnis perusahaan ride-hailing setelah Uber melantai di bursa. Saham mereka anjlok dalam debut perdana, pasca mengungkapkan kerugian besar, lalu menimbulkan pertanyaan atas valuasi tingginya.

Baca Juga: Hadirkan Fitur Chat, Pengguna Gojek Bisa Saling Chatting Lho!

Go-Jek dipandang sebagai bagian dari gelombang bisnis seperti Uber ketika meluncurkan aplikasi berbagi-tumpangan ojek pada Januari 2015. Namun, melihat jalur bisnis yang mereka targetkan untuk memperoleh profit, perusahaan itu seolah ingin berkata: Go-Jek bukanlah Uber.

Nadiem bahkan menyampaikan, segala tentang Go-Jek berbeda dengan perusahaan-perusahaan ride-hailing lain.

Layanan ojek daring mereka jadi komponen paling penting karena itulah yang menarik pengguna untuk menggunakan aplikasi Go-Jek, serta menjadi sumber pendapatan tetap bagia 2 juta mitra pengemudi perusahaan.

Kini, perusahaan telah melakukan diversifikasi layanan ke berbagai sektor, termasuk pengiriman makanan dan pembayaran digital. Masing-masing layanan itu menghasilkan US$2 miliar (sekitar Rp28,8 triliun) dan US$6,3 miliar (sekitar Rp90,7 triliun) dalam transaksi tahunan, masih berdasarkan laporan Nikkei.

Layanan ride-hailing Go-Jek memang bergantung pada sepeda motor. Ojek jadi satu solusi untuk menembus kemacetan di kota padat seperti Jakarta dan wilayah lain yang serupa di Asia Tenggara.

Baca Juga: Hadirkan Go-Ngaso untuk Mudik, Go-Jek Targetkan 50 Ribu Transaksi

Di sisi lain, dorongan lebih dalam terhadap bisnis di luar lini utama mencerminkan strategi Go-Jek untuk menumbuhkan loyalitas pengguna terhadap aplikasi mereka. Membuat perusahaan mendapat aliran pendapatan dari restoran dan toko yang ingin menarik para pengguna itu.

Sayangnya, Nadiem tak menyebutkan kapan tepatnya Go-Jek akan meraih profitabilitas, menunjukkan kalau itu masih jauh untuk dicapai.

Saat ini, Go-Jek masih fokus pada pertumbuhan bisnis untuk memperluas pangsa pasar. Seperti yang diketahui, Nadiem dan tim masih harus bersaing ketat dengan Grab yang juga memperluas layanan ke pengiriman makanan dan pembayaran.

Baca Juga

Tag: PT Go-Jek Indonesia, Go-Pay, Go-Food

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Gojek Indonesia

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,747.08 3,709.59
British Pound GBP 1.00 18,951.81 18,757.67
China Yuan CNY 1.00 2,014.21 1,993.88
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,051.91 13,912.09
Dolar Australia AUD 1.00 9,726.73 9,622.99
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.56 1,782.46
Dolar Singapura SGD 1.00 10,394.96 10,285.44
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,708.63 15,550.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,395.00 3,357.16
Yen Jepang JPY 100.00 12,830.45 12,701.63

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6197.318 57.921 668
2 Agriculture 1424.860 10.203 20
3 Mining 1528.809 26.762 50
4 Basic Industry and Chemicals 976.378 16.198 77
5 Miscellanous Industry 1215.025 42.951 50
6 Consumer Goods 2023.673 9.223 56
7 Cons., Property & Real Estate 506.323 -1.997 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1122.442 14.680 76
9 Finance 1313.749 10.641 90
10 Trade & Service 768.113 0.709 166
No Code Prev Close Change %
1 ZBRA 72 97 25 34.72
2 IFII 300 374 74 24.67
3 TAMU 260 324 64 24.62
4 DWGL 180 218 38 21.11
5 UNIT 153 182 29 18.95
6 TIRA 214 252 38 17.76
7 MEGA 5,750 6,750 1,000 17.39
8 BIRD 2,470 2,890 420 17.00
9 NICK 260 300 40 15.38
10 SINI 1,200 1,350 150 12.50
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 79 52 -27 -34.18
2 IBFN 318 246 -72 -22.64
3 YULE 199 154 -45 -22.61
4 AMAG 302 234 -68 -22.52
5 LMSH 398 310 -88 -22.11
6 BIKA 197 160 -37 -18.78
7 BVIC 119 98 -21 -17.65
8 BKSW 172 142 -30 -17.44
9 PEGE 230 190 -40 -17.39
10 HERO 875 725 -150 -17.14
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,485 1,590 105 7.07
2 IPTV 505 510 5 0.99
3 TLKM 3,950 3,990 40 1.01
4 BNLI 1,310 1,275 -35 -2.67
5 TCPI 6,175 6,200 25 0.40
6 REAL 266 298 32 12.03
7 ADRO 1,475 1,590 115 7.80
8 BBRI 4,250 4,280 30 0.71
9 ASII 6,550 6,850 300 4.58
10 ACES 1,590 1,550 -40 -2.52