Portal Berita Ekonomi Jum'at, 17 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 2,00% pada level 24.970.
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,82% pada level 2.183.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,76% pada level 22.770.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 4,50% pada level 3.210.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,88% pada level 2.625.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,78% pada level 6.243.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,15% terhadap Yuan pada level 6,99 CNY/USD.
  • 16:03 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,26% terhadap Dollar AS pada level 14.625 IDR/USD.

RI-Thailand Kembali Rajut Upaya Pembentukan Organisasi Antarpemerintah

RI-Thailand Kembali Rajut Upaya Pembentukan Organisasi Antarpemerintah
WE Online, Bangkok -

Pemerintah RI bersama dengan Pemerintah Thailand bersepakat untuk melakukan kembali harmonisasi, dan merajut kembali upaya pembentukan organisasi antarpemerintah baru. Kesepakatan tersebut diputuskan antarkedua negara, di sela-sela pertemuan tahunan UNESCAP ke-75 yang berlangsung pada 27–31 Mei 2019 di Bangkok, Thailand.

Delegasi dari pemerintah dipimpin oleh Kabag Regional Yusral Tahir yang bertemu dengan Sekretariat United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP) di kantor pusat UNESCAP, Bangkok, Thailand.

Baca Juga: Raksasa Semen Thailand Akuisisi 55% Saham Fajar Surya Wisesa

Yusral menyatakan, agenda pertemuan untuk merajut kembali upaya pembentukan organisasi antarpemerintah itu, sebagai pengganti the Center for Alleviation of Poverty through Sustainable Agriculture (CAPSA) yang mandatnya dipercayakan kepada Indonesia.

“Sebagai salah satu badan khusus di bawah PBB, UNESCAP mendapat mandat dari negara anggotanya untuk membantu Indonesia melakukan proses transisi terhadap CAPSA,” kata Yusral di Thailand, Selasa (28/5/2019) lewat keterangan yang diterima Warta Ekonomi.

Yusral menambahkan, salah satu subsidiary body di bawah UNESCAP, mandat CAPSA telah berakhir pada bulan Juni 2018. Hal itu berdasarkan keputusan negara anggota pada pertemuan tahunan ke-74 UNESCAP pertengahan tahun 2018 lalu.

Untuk diketahui, keanggotaan CAPSA sendiri berasal dari Bangladesh, Cambodia, Malaysia, Pakistan, Papua New Guinea, Philippines, Sri Lanka, Thailand, dan Indonesia.

“Transisi CAPSA ini, dipandang perlu oleh negara anggota. Upaya ini dalam rangka menyelaraskan tujuan organisasi dengan dinamika tantangan, dan kebutuhan negara anggota,” jelas Yusral.

Oleh karena itu, Yusral melanjutkan, CAPSA akan bertransformasi menjadi lembaga internasional antarpemerintah bagi anggota CAPSA dan potensial untuk negara lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretariat UNESCAP Mr. Kaveh Zahedi, menjanjikan 4 tindak lanjut yang akan dilakukan oleh UNESCAP dalam membantu proses transisi CAPSA tersebut.

Baca Juga: Kata CIPS, Produksi Karet Nasional Bisa Samai Thailand, Caranya...

Adapun 4 poin tindak lanjut tersebut, yaitu semua aset dan keuangan akan diserahkan kepada organisasi baru. Namun sebelumnya, harus sesuai prosedur yang ada di UNESCAP berdasarkan resolusi sidang ke-74.

Lalu, terkait aspek keuangan eks CAPSA, pihak UNESCAP menjelaskan bahwa, sisa anggaran eks CAPSA baru dapat dimanfaatkan jika telah terbentuk organisasi baru, dan tidak ada toleransi atas kebijakan tersebut.

Ketiga, sekretariat UNESCAP telah mengidentifikasi nama-nama tenaga ahli, baik dari Indonesia maupun dari negara lain yang memiliki pengalaman dalam pembentukan organisasi internasional sejenis. Dan yang terakhir, Sekretariat UNESCAP akan mengirimkan daftar nama-nama focal point eks CAPSA, untuk mempermudah Indonesia dalam membangun komunikasi baru dengan negara-negara eks CAPSA, hingga mendapatkan dukungan.

Baca Juga

Tag: Kementerian Pertanian (Kementan), Thailand

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Kementan

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,920.85 3,881.43
British Pound GBP 1.00 18,471.15 18,280.08
China Yuan CNY 1.00 2,102.27 2,080.16
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,705.16 14,558.84
Dolar Australia AUD 1.00 10,271.55 10,166.44
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,896.80 1,877.74
Dolar Singapura SGD 1.00 10,566.33 10,457.43
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,769.76 16,597.08
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,449.49 3,411.16
Yen Jepang JPY 100.00 13,749.57 13,608.94
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5098.374 22.576 696
2 Agriculture 1104.248 -7.049 23
3 Mining 1291.177 -5.626 48
4 Basic Industry and Chemicals 779.493 2.164 80
5 Miscellanous Industry 930.148 11.865 52
6 Consumer Goods 1876.311 46.088 57
7 Cons., Property & Real Estate 313.113 -2.544 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 894.119 4.368 78
9 Finance 1111.213 -1.708 93
10 Trade & Service 603.737 -1.454 173
No Code Prev Close Change %
1 WIIM 192 258 66 34.38
2 WOWS 63 77 14 22.22
3 PORT 466 565 99 21.24
4 HDFA 159 187 28 17.61
5 BLTZ 3,100 3,600 500 16.13
6 DPUM 68 78 10 14.71
7 PRAS 111 127 16 14.41
8 MERK 3,500 3,940 440 12.57
9 TCPI 3,400 3,770 370 10.88
10 PGLI 226 250 24 10.62
No Code Prev Close Change %
1 DART 258 240 -18 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 JIHD 650 605 -45 -6.92
4 ENVY 130 121 -9 -6.92
5 JMAS 232 216 -16 -6.90
6 SMMA 17,800 16,575 -1,225 -6.88
7 ABMM 1,310 1,220 -90 -6.87
8 NIKL 585 545 -40 -6.84
9 TARA 161 150 -11 -6.83
10 ESTI 59 55 -4 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 PURA 122 118 -4 -3.28
2 TOWR 1,055 1,065 10 0.95
3 HMSP 1,705 1,850 145 8.50
4 KRAS 360 376 16 4.44
5 TCPI 3,400 3,770 370 10.88
6 BBRI 3,130 3,140 10 0.32
7 MEDC 472 488 16 3.39
8 WIIM 192 258 66 34.38
9 BRIS 490 492 2 0.41
10 GIAA 258 264 6 2.33