Portal Berita Ekonomi Senin, 22 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:06 WIB. Wine - Ekspor wine Australia ke China memecahkan rekor, naik 7% menjadi US$1,2 miliar.
  • 14:54 WIB. Trump - Donald Trump terus menyerang 4 anggota kongres 'The Squad', mengatakan mereka tidak mampu mencintai AS.
  • 14:30 WIB. Ijazah palsu - Menteri  Nasir: 187 pemilik ijazah palsu punya jabatan penting.
  • 14:02 WIB. PTPP - Sektor energi menjadi penyumbang terbesar perolehan kontrak baru PT PP.
  • 12:41 WIB. PTPP - PT PP mencatatkan kontrak baru senilai Rp 14,8 triliun hingga Juli 2019.
  • 11:09 WIB. WTON - WIKA Beton memproyeksikan peningkatan produksi sebesar 11% tahun ini.
  • 10:23 WIB. WTON - WIKA Beton masih menahan ekspansi pengembangan pabrik baru.
  • 09:57 WIB. BNI - BNI menaikkan anggaran pembentukan modal ventura jadi dua kali lipat.
  • 09:16 WIB. Syariah Mandiri - Bank Syariah Mandiri menargetkan 173 ribu pendaftar haji di tahun ini.

Rambah Bisnis Perhotelan dan Properti, Tiap Tahun Essenza Mau Beli 4 Hotel

Rambah Bisnis Perhotelan dan Properti, Tiap Tahun Essenza Mau Beli 4 Hotel - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Perusahaan holding pemegang merek dagang keramik "Essenza", PT Intikeramik Alamasri Industri (IKAI) merambah lini bisnisnya ke perhotelan dan properti.

Direktur Utama IKAI Teuku Johas Raffli menuturkan, perluasan bisnis ke perhotelan dan properti, selain untuk menyerap produksi keramik Essenza, juga dimaksudkan sebagai recurring income bagi bisnis IKAI.

"Kami juga akan mendapat kenaikan NAV (net asset value) atau kenaikan dari pertumbuhan dari nilai aset itu sendiri," tuturnya melalui siaran berita Jumat (31/5/2019).

Di samping itu, tahun ini perseroan berencana tetap mempertahankan merk Essenza dan berharap dapat mengembalikan kejayaan seperti pada era 90-an.

Dia menjelaskan, bisnis hotel dan keramik memiliki siklus yang berbeda sehingga justru saling mendukung neraca keuangan emiten. Bisnis perhotelan akan mencapai puncak pada Desember, Januari maupun hari-hari besar, sebaliknya pada waktu-waktu tersebut industri keramik mengalami penurunan penjualan.

Baca Juga: Mau Ekspansi Bisnis Perhotelan, PPA Anggarkan Rp100 Miliar

Selain mengandalkan penyerapan di lingkup usahanya, untuk memperluas pasar, IKAI akan menjalin kerja sama dengan mitra distribusi untuk menjangkau skala nasional. Pertumbuhan ekonomi, iklim politik, dan keamanan yang semakin membaik, mendorong perusahaan optimis untuk terus melakukan ekspansi.

Dengan berinvestasi di bisnis perhotelan, IKAI akan memeroleh pendapatan rutin yang stabil. Selain itu, IKAI menargetkan akan mendapatkan laba dari pertumbuhan aset sendiri sehingga portofolio IKAI akan semakin besar. Tahun ini perusahaan yang pernah berjaya memasarkan produksi poerselain dan ubin dengan merek Essenza ke pasar domestik dan internasional berencana membeli 3-4 hotel dengan kisaran nilai investasi sebesar  Rp500 miliar.

Potensi tersebut menjadi dasar bagi IKAI untuk memperbesar portofolio perhotelan pada kelas hotel bintang tiga hingga bintang empat. Ditargetkan setiap tahun IKAI akan membeli tiga hingga empat hotel dengan nilai investasi sedikitnya Rp500 miliar

"Kami memproyeksikan pada 2024, seharusnya posisi aset IKAI akan berada pada posisi Rp5 triliun. Hal ini tidak lepas dari sisi aset seperti tanah dan bangunan yang sudah pasti setiap tahun akan naik," tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, kenaikan pendapatan operasional akan diperoleh dari operasional hotel. Sehingga untuk mencapai target tersebut dibutuhkan keahlian dan fokus mengelola portofolio berupa hotel sebagai industri jasa.

Baca Juga: Ristia Bintang Bakal Bangun 1 Hotel Lagi di Bali

Meski demikian, diversifikasi usaha IKAI tidak akan meninggalkan usaha keramik yang pernah berekspasi hingga ke lebih 30 negara.

"Untuk pasar dalam negeri kami akan fokus pada pasar keramik high end sehingga tidak perlu bersaing dengan keramik asal China yang dijual murah," tutup Yohas.

Tag: Intikeramik Alamasri Industri, Perhotelan

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Unsplash/Marten Bjork

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,741.34 3,703.91
British Pound GBP 1.00 17,552.48 17,370.42
China Yuan CNY 1.00 2,040.90 2,020.54
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,033.00 13,893.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,880.64 9,780.67
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,798.20 1,780.13
Dolar Singapura SGD 1.00 10,310.80 10,204.19
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,740.82 15,578.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,412.69 3,374.54
Yen Jepang JPY 100.00 12,998.33 12,865.08

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6456.539 53.245 652
2 Agriculture 1359.948 0.169 21
3 Mining 1656.555 1.125 49
4 Basic Industry and Chemicals 836.222 20.201 72
5 Miscellanous Industry 1262.035 -2.850 49
6 Consumer Goods 2419.754 33.936 53
7 Cons., Property & Real Estate 497.831 2.310 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1241.954 8.326 74
9 Finance 1325.581 8.757 91
10 Trade & Service 819.503 2.647 163
No Code Prev Close Change %
1 POLU 1,260 1,575 315 25.00
2 PAMG 416 520 104 25.00
3 GLOB 505 630 125 24.75
4 PICO 486 605 119 24.49
5 KIOS 520 630 110 21.15
6 FUJI 123 143 20 16.26
7 ASBI 340 384 44 12.94
8 ARKA 1,035 1,165 130 12.56
9 TMPO 162 180 18 11.11
10 IKBI 274 298 24 8.76
No Code Prev Close Change %
1 KBLV 436 390 -46 -10.55
2 KAYU 498 448 -50 -10.04
3 IIKP 62 57 -5 -8.06
4 SRAJ 310 286 -24 -7.74
5 SAPX 745 690 -55 -7.38
6 MINA 1,400 1,300 -100 -7.14
7 NICK 266 248 -18 -6.77
8 PBSA 760 710 -50 -6.58
9 TNCA 324 304 -20 -6.17
10 DSFI 135 127 -8 -5.93
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 350 352 2 0.57
2 BHIT 81 85 4 4.94
3 MNCN 1,365 1,435 70 5.13
4 IPTV 242 248 6 2.48
5 BPTR 97 104 7 7.22
6 POSA 214 204 -10 -4.67
7 BDMN 4,840 5,100 260 5.37
8 ANTM 950 940 -10 -1.05
9 LPKR 278 284 6 2.16
10 BBRI 4,450 4,480 30 0.67