Portal Berita Ekonomi Selasa, 18 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:16 WIB. Minyak - U.S. West Texas Intermediate (WTI) crude futures turun 58 cents menjadi  $51.93 per barrel, turun  1.10 persen pada Senin
  • 06:15 WIB. Minyak - Brent crude futures turun $1.07 menjadi $60.94 per barel, turun  1.73 persen pada Senin.
  • 06:05 WIB. Kairo - Mantan presiden Mesir Mohamed Mursi (67) meninggal di pengadilan.
  • 22:39 WIB. Perbankan - BTN mengincar dana Rp5 triliun lewat obligasi.
  • 22:33 WIB. New Delhi - Hampir 100 orang meninggal bulan ini di India Timur karena demam otak (encephalitis).
  • 22:03 WIB. Perbankan - Pertumbuhan kredit BCA sepanjang kuartal I 2019 tumbuh 13,2% yoy.
  • 22:01 WIB. Perbankan - Bisnis kartu kredit Bank BCA terbilang stabil tahun ini.
  • 21:58 WIB. PGN - PGN terus fokuskan perbaikan kinerja Saka Energi.
  • 21:51 WIB. PGN - PGN mulai menyalurkan CNG untuk industri peleburan dan aluminium di Gresik.
  • 21:42 WIB. HK Metals - HK Metals menaikkan produksi aluminium hilir.
  • 21:34 WIB. KRAS - Krakatau Steel akan membangun pengolahan air laut Rp15 triulun.
  • 21:21 WIB. KAI - Kenaikan penumpang KA DAOP IV pada tahun ini mencapai 518.925 penumpang.
  • 21:11 WIB. WIKA - WIKA sudah pakai drone untuk survei foto udara.
  • 20:53 WIB. Energi - Pengamat mengatakan Pertamina harus jadi contoh pengadopsi skema gross split.
  • 20:22 WIB. Perbankan - BNI berencana merevisi rencana bisnis tahun ini.

Ratusan Warga Korsel Gelar Aksi Perdamaian Korea di Kedubes AS

Ratusan Warga Korsel Gelar Aksi Perdamaian Korea di Kedubes AS - Warta Ekonomi
WE Online, Seoul -

Aksi protes dilakukan ratusan warga Korea Selatan (Korsel) di luar Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Gwanghwamun Square Seoul, Sabtu (1/6/2019) waktu setempat. Para pemrotes membawa papan-papan bertuliskan meminta perdamaian di Semenanjung. Mereka menghentakkan drum dan melantunkan seruan perdamaian secara serempak.

Protes diselenggarakan sebagian besar oleh Komite Promosi Perdamaian Candlelight yang dibentuk hampir setahun setelah KTT Singapura 12 Juni antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un. Kala itu keduanya menjanjikan upaya untuk membangun rezim perdamaian yang stabil dan langgeng di Semenanjung Korea.

Dilansir UPI, pesan mereka adalah bahwa menginginkan deklarasi perdamaian yang dijanjikan soal pengakhiran Perang Korea. Para pemrotes juga ingin AS melonggarkan kebijakannya melawan Korea Utara (Korut).

Baca Juga: AS Berikan Lampu Hijau Terkait Penjualan 94 Rudal ke Korsel

"Kami satu untuk seluruh sejarah semenanjung kami, dan kami telah berpisah hanya selama 70 tahun terakhir. Itu waktu yang sangat singkat dibandingkan dengan seluruh sejarah kami sebagai orang Korea," kata Pastor Kim Jong-su (64 tahun) kepada UPI setelah memberikan pidato di aksi demonstrasi. 

"Untuk mengakhiri perpisahan ini, kita perlu melihat pertukaran bersama, antar-Korea ... dan jujur, saya merasa bahwa (AS) menghalangi itu," tambah dia.

"Orang-orang di sini sangat mengharapkan perdamaian dan penyatuan kembali Semenanjung Korea. Dan setelah pertemuan puncak AS-Korut kedua di Hanoi hancur, kami berada di sini untuk menyatakan kekecewaan kami," ujar pemrotes Yoo Yeong-jae (57 tahun).

Salah satu pemrotes, Kim Jong-su mengatakan, tahun lalu, Korut dan AS membuat kemajuan besar, dan kerangka kerja untuk perdamaian dan denuklirisasi didirikan. Namun sayang, kata dia di KTT Vietnam, AS tiba-tiba kehilangan pandangan tentang dua hal ini dan meminta denuklirisasi sepihak.

Baca Juga: Duh, Trump Nekat Jual Senjata AS Senilai US$ 8 Miliar ke Arab Saudi

"Tidak mungkin seperti ini. Ini bukan tentang menyerahkan senjata nuklir terlebih dahulu," kata Kim.

Para pemrotes juga akan menuntut AS dan PBB untuk mencabut sanksi ekonomi terhadap Korut. Meski, hal itu bertentangan dengan kebijakan pertama denuklirisasi tradisional AS, yang pada dasarnya menuntut agar Korut menyerahkan persenjataan senjata sebelum mendapatkan konsesi sebagai imbalan.

Meski demikian, menurut profesor dari Universitas Hawaii di Manoa, C Harrison Kim, Washington semakin memandang bahwa bantuan sanksi parsial sebagai pilihan yang layak untuk kemajuan. Ia mengatakan, bahwa di AS sanksi dikelilingi oleh pendapat yang berbeda. Di Kongres dan di Departemen Luar Negeri.

"Tetapi pada saat yang sama, ada suara-suara yang muncul tentang gagasan pencabutan sanksi. Dan, bagi saya, sanksi itu agaknya merupakan hasil dari sudut pandang yang tidak rasional, seperti perang yang memanas tentang politik konservatif di AS," kata Harrison.

Pada demonstran yang mendukung deklarasi perdamaian memenuhi jalan ketika mereka berjalan menuju Istana Gyeongbokgung yang bersejarah di Seoul. Kendati demikian, dari mereka juga diikuti oleh beberapa ratus orang yang melambaikan bendera Amerika dan menyerukan aliansi yang lebih kuat dengan AS.

"Kosel harus mempertahankan aliansi yang kuat dengan AS, dan harus mempertimbangkan keamanan nasionalnya terlebih dahulu," kata pemrotes R. Jo (54 tahun).

"Kita harus terus bersikap keras pada Korut karena kita tidak bisa mempercayai mereka. Kita hanya bisa mempercayai sekutu kita," tambahnya.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Tag: Korea Selatan (Korsel), Amerika Serikat (AS)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Kumairoh

Foto: Reuters/Damir Sagolj

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,844.29 3,805.69
British Pound GBP 1.00 18,159.47 17,976.68
China Yuan CNY 1.00 2,091.38 2,070.50
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,418.00 14,274.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,919.58 9,819.08
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,841.36 1,822.90
Dolar Singapura SGD 1.00 10,522.55 10,413.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,181.32 16,015.43
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,455.90 3,418.10
Yen Jepang JPY 100.00 13,278.69 13,142.44

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6190.525 -59.740 634
2 Agriculture 1387.740 6.172 21
3 Mining 1599.384 -15.894 46
4 Basic Industry and Chemicals 740.684 -13.793 71
5 Miscellanous Industry 1278.981 -9.883 46
6 Consumer Goods 2415.601 -31.601 52
7 Cons., Property & Real Estate 467.630 -4.198 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1161.408 -10.915 74
9 Finance 1261.086 -6.995 90
10 Trade & Service 799.348 -10.114 158
No Code Prev Close Change %
1 BOLA 175 296 121 69.14
2 SDMU 54 72 18 33.33
3 SMRU 140 176 36 25.71
4 YELO 192 240 48 25.00
5 POLL 1,200 1,450 250 20.83
6 SOSS 378 430 52 13.76
7 MINA 1,090 1,235 145 13.30
8 MEGA 5,100 5,775 675 13.24
9 ARTA 412 466 54 13.11
10 HRME 292 324 32 10.96
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,300 975 -325 -25.00
2 BMTR 480 360 -120 -25.00
3 FITT 230 173 -57 -24.78
4 SMBR 1,030 785 -245 -23.79
5 SKBM 464 368 -96 -20.69
6 TGKA 4,750 4,000 -750 -15.79
7 WICO 625 530 -95 -15.20
8 SIMA 112 97 -15 -13.39
9 GLOB 348 302 -46 -13.22
10 BHIT 84 74 -10 -11.90
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,300 975 -325 -25.00
2 MAMI 116 124 8 6.90
3 JPFA 1,545 1,410 -135 -8.74
4 SMRU 140 176 36 25.71
5 BMTR 480 360 -120 -25.00
6 CSIS 109 98 -11 -10.09
7 SIMA 112 97 -15 -13.39
8 BBRI 4,230 4,200 -30 -0.71
9 CPIN 4,700 4,380 -320 -6.81
10 BDMN 4,510 4,250 -260 -5.76