Portal Berita Ekonomi Minggu, 16 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 05:29 WIB. Copa America - Venezuela 0 vs 0 Peru
  • 05:28 WIB. Copa America - Brazil 3 vs 0 Bolivia
  • 00:36 WIB. Vodafone - Link internasional Vodafone terganggu di beberapa negara Eropa.
  • 00:08 WIB. Film - Franco  Zeffirelli, sutradara legendaris Italia, meninggal pada usia 96.
  • 23:50 WIB. Timur Tengah - Arab Saudi berharap ada respon yang kuat terhadap penyerangan kapal tanker.
  • 23:19 WIB. Ford - Ford tarik 1,2 juta kendaraan sport utility  di AS karena masalah suspensi.
  • 22:52 WIB. Perikanan - KKP tangkap kapal ilegal Malaysia di Selat Malaka.
  • 22:09 WIB. OJK - Terkait temuan BPK, DPR akan panggil OJK.
  • 21:46 WIB. Narapidana - Ditjen PAS periksa petugas yang kawal Setnov.
  • 21:18 WIB. Sepak bola - Indonesia bantai Vanuatu 6-0.
  • 21:04 WIB. New Delhi - Gelombang panas tewaskan 36 orang di India.
  • 20:45 WIB. Google - Google akan putus hubungan Photos dan Drive pada Juli.

Empat Menteri Ekonomi Jokowi saat Ini Harus Diganti, Siapakah Mereka?

Empat Menteri Ekonomi Jokowi saat Ini Harus Diganti, Siapakah Mereka? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengungumkan Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi Presiden Indonesia untuk periode 2019-2024. Pasangan presiden dan wakil presiden terpilih Jokowi dan Maruf Amin diharapkan banyak pihak bisa meningkatkan ekonomi Indonesia lebih baik lagi.

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai tahun 2019 dan 2020 mendatang merupakan tahun yang berat karena dampak ketidakpastian global, seperti perang dagang Amerika Serikat dan China dan meningkatnya harga minyak dunia, imbas krisis di Timur Tengah dan OPEC yang terus memangkas produksi. Sebagai negara importir minyak, kenaikan harga si emas hitam bisa menekan defisit neraca perdagangan.

Nah untuk memperbaiki kondisi perekonomian, terutama perdagangan dan investasi, ekonom Indef, Bhima Yudisthira berharap Jokowi mengganti empat menteri ekonomi yang ada saat ini.

Baca Juga: Jokowi 2 Periode, Menteri Susi Siap Menjabat Lagi?

Nama pertama yang harus diganti, kata Bhima, adalah Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. “Menteri Perdagangan saat ini harus diganti karena kebijakan impor yang longgar dan telat. Akhirnya blunder ke kinerja perdagangan. Belum lagi ketidakmampuan meningkatkan ekspor,” ujar Bhima kepada SINDOnews di Jakarta.

Kedua adalah nama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Marini Soemarno. Rini, dianggap Indef, gagal membuat BUMN semakin besar dan meraih untung.

“Ia jadi biang keladi naiknya utang BUMN. Penugasan BUMN Karya yang tidak proporsional berisiko dalam jangka panjang. Beberapa petinggi BUMN masuk kasus KPK, laporan keuangan Garuda bermasalah dan miss management dalam holding membuat kinerja anak usaha terdampak,” analisa Bhima.

Baca Juga: Kata. . . PDIP dan Mega Tidak Mengganjal AHY Masuk dalam Kabinet Jokowi

Ketiga adalah Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong. Menurut dia, Tom Lembong gagal mendorong pertumbuhan realisasi investasi. Pada kuartal I 2019, investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) hampir minus 1%.

“Sengkarut One Single Submission dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu tumpang tindih dan jadi biang keladi. Saya pikir pak Tom Lembong kurang pas di BKPM,” katanya.

Terakhir adalah pergantian Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Menurut Indef, Menperin belum mampu mencegah laju deindustrialisasi di negeri ini.

Baca Juga: Jokowi dan Prabowo Rekonsiliasi, Fadli Zon Sebut...

"Porsi industri mengalami pelemahan dengan pertumbuhan 3,86% dan share di bawah 21% terhadap PDB. Saya pikir Menperin sama dengan Mendag, sebaiknya berasal dri profesional sehingga kerjanya fokus," jelasnya.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Tag: Joko Widodo (Jokowi), Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Rini Soemarno, Airlangga Hartarto

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Lestari Ningsih

Foto: Antara/Wahyu Putro A

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,833.29 3,794.69
British Pound GBP 1.00 18,221.58 18,037.64
China Yuan CNY 1.00 2,085.38 2,064.49
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,376.00 14,232.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,919.44 9,818.66
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,836.30 1,817.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,514.92 10,408.07
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,217.57 16,049.43
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,450.79 3,412.95
Yen Jepang JPY 100.00 13,273.01 13,136.42

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6250.265 -22.817 634
2 Agriculture 1381.568 2.869 21
3 Mining 1615.278 -7.605 47
4 Basic Industry and Chemicals 754.477 -6.774 71
5 Miscellanous Industry 1288.864 -12.078 46
6 Consumer Goods 2447.202 -13.399 52
7 Cons., Property & Real Estate 471.828 -7.072 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1172.323 -2.911 74
9 Finance 1268.081 -0.098 90
10 Trade & Service 809.462 0.526 157
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 83 112 29 34.94
2 LUCK 1,200 1,500 300 25.00
3 KPAL 210 262 52 24.76
4 GOLD 402 496 94 23.38
5 SDRA 710 850 140 19.72
6 MAYA 6,250 7,475 1,225 19.60
7 KONI 284 338 54 19.01
8 ABMM 1,695 1,950 255 15.04
9 SKBM 412 464 52 12.62
10 APLN 171 191 20 11.70
No Code Prev Close Change %
1 FITT 290 230 -60 -20.69
2 MPMX 1,090 890 -200 -18.35
3 MKPI 16,500 13,500 -3,000 -18.18
4 HELI 202 167 -35 -17.33
5 MIDI 1,200 1,020 -180 -15.00
6 MEGA 5,950 5,100 -850 -14.29
7 DNAR 292 252 -40 -13.70
8 TALF 410 358 -52 -12.68
9 PYFA 193 170 -23 -11.92
10 RELI 216 191 -25 -11.57
No Code Prev Close Change %
1 SMBR 925 1,030 105 11.35
2 FITT 290 230 -60 -20.69
3 MNCN 1,235 1,300 65 5.26
4 JAYA 135 129 -6 -4.44
5 BTPS 2,950 3,080 130 4.41
6 BBRI 4,200 4,230 30 0.71
7 MPMX 1,090 890 -200 -18.35
8 CPIN 4,950 4,700 -250 -5.05
9 TLKM 3,990 3,990 0 0.00
10 BDMN 4,720 4,510 -210 -4.45